Mengenal Warisan Tradisi di Kuningan


SENDY ADITYA SAPUTRA Permainan tradisional di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Pasiragung merupakan salah satu desa budaya Pasundan yang terus dilestarikan.

KUNINGAN, KOMPAS.com – Budaya merupakan identitas sebuah bangsa. Sedangkan melestarikan dan memeliharanya menjadi tanggung jawab setiap generasi. Belakangan, budaya tradisional menjadi barang langka. Selain karena kurang lestari, menyaksikan acara yang sarat akan budaya hanya dapat ditemui apabila ada pagelaran khusus atau acara-acara tertentu saja.

Tetapi tidak dengan Kabupaten Kuningan di Jawa Barat. Budaya di sini masih dipelihara dengan baik. Bahkan tak hanya itu, masih ada rutinitas untuk menyelenggarakan kegiatan budaya tersebut. Warisan ini rupanya dijaga baik oleh masyarakat.

“Di Kuningan ada banyak budaya tradisi yang maish dilakukan hingga sekarang. Biasanya tradisi melambangkan perayaan suatu hal,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kuningan, Teddy Suminar saat ditemui di Kuningan pekan lalu.

Teddy menjelaskan beberapa budaya di sana yang masih terus dilakukan. Yang pertama adalah Cingcowong. “Cingcowong merupakan acara ritual untuk meminta hujan. Ini sudah menjadi kepercayaan masyarakat. Adat istiadat kami di sini memang kuat,” tambahnya.

Dalam penjelasannya ada yang menarik pada tradisi satu ini. Cingcowong diperkirakan sudah ada sejak kurang lebih 632 tahun yang lalu. Saat itu masyarakat yang berada di Dusun Wage Desa Luragunglandeuh, Kecamatan Luragung mengalami kemarau panjang. Saat itu masyarakat sudah berupaya mencari solusi dimulai dari mencari mata air. Sayangnya hal tersebut masih terkendala, sehingga pada akhirnya masyarakat sepakat untuk memanjatkan doa bersama-sama.


SENDY ADITYA SAPUTRA Permainan tradisional oleh anak-anak di Desa Pasiragung, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Pasiragung merupakan salah satu desa budaya Pasundan yang terus dilestarikan.

Untuk mengumpulkan masyarakat dengan membunyikan ceneng yang dipukul berkali-kali. Pada saat berdoa, selama tiga hari tiga malam, mereka tidak makan, minum ataupun tidur. Ritual ini dipercaya berhasil dengan bantuan kekuatan goib. Mereka menggunakan boneka sebagai medianya.

Dalam perkembangannya, upacara Cingcowong dikembangkan menjadi pertunjukan seni yang berguna untuk melestarikan kebudayaan lokal. “Disparbud Kuningan menjadikan tradisi ini menjadi suatu tarian agar seni ini tidak punah,” kata Teddy lagi.

Tradisi kedua yang juga masih sering terdengan ialah Saptonan, yaitu tradisi yang sengaja diciptakan untuk para Lurah (Kepala Desa). “Tradisi ini melambangkan heroisme, ketangkasan berkuda dan juga panah,” kata Teddy. Tetapi dalam perkembangannya, siapa pun dapat mengikuti tradisi ini. Pada waktu tertentu, tradisi ini bahkan dijadikan menjadi ajang lomba.

Tradisi ketiga, ialah Kawin Cai. Cai dalam bahasa Sunda berarti air. Yaitu tradisi meminta hujan. Tujuannya mirip dengan Cingcowong, hanya saja pada tradisi ini selain berdoa juga dilakukan pencampuran air yang dilakukan oleh sesepuh desa. Pencampuran air  dilakukan dari dua mata air yang telah didoakan kemudian dibawa dan diarak, lalu dialirkan kembali di titik mata air Cikandaga.

Terbuai Alunan Angklung dari Desa Cigugur



KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIPendi sedang memainkan angklung di Sanggar Angklung miliknya

KUNINGAN, KOMPAS.com – Blok Lumbu di Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, siang itu terlihat lengang. Sesekali ada suara anak-anak memecah siang yang hening dari dalam rumah-rumah di sepanjang blok ini. Sedang di badan jalan, tak terlihat satu orang pun, hanya warung kecil yang  memiliki tempat duduk terlihat menjadi tempat berkumpul beberapa orang.
Suhu hari ini di Kuningan memang sedikit panas, tapi semilir angin yang datang sepoi-sepoi masih terasa sejuk. Tujuan saya adalah sebuah sanggar angklung sederhana.

Sanggar Angklung Lumbu, begitu yang tertera dalam sebuah spanduk di dalam sebuah sanggar sederhana yang bagian tepinya dipagari oleh rangkaian bambu yang rapi. Tak begitu besar,  tetapi ada seperangkat angklung lengkap yang siap untuk dimainkan di sana.

Di samping sanggar terdapat sebuah bengkel angklung, tempat para pekerja membuat angklung. Di sana, pemilik sanggar yang juga pengrajin angklung, Pendi Partawijaya dapat ditemui. Begitupun siang ini, Kang Pendi, begitu ia biasa disapa sedang uji nada pada beberapa angklung sebelum menyambut kami. Di bengkel ini ia tidak sendiri, bersama beberapa karyawannya membuat angklung-angklung pesanan.

“Menjadi pengrajin angklung sudah saya lakoni sejak 2005, waktu itu maish sendiri, kalau sekarang bisa merekrut karyawan berdasarkan banyaknya pesanan,” ungkapnya saat menyambut kami.

Dengan semangat ia bergegas menuju sanggar memperlihatkan kebolehannya bermain angklung di sana. “Dulu bengkelnya di sini (lokasi sanggar), setelah dibuat sanggar bengkelnya digeser ke samping,” ujarnya pria 41 tahun ini mengenang.
Di sanggar ini Pendi biasa bermain angklung, tetapi ia tak ingin sendiri. Kalau sedang ada waktu, ia mengajak anak-anak tetangga untuk memperkenalkan alat musik tradisional ini dan belajar memainkannya. Hitung-hitung turut melestarikan alat musik tradisional. “Pikir saya, di sini belum banyak yang tahu dan mengerti untuk bermain angklung. Makanya, saya ingin banyak yang bisa belajar di sini agar musik tradisional ini lestari,” jelasnya.

Walaupun belum banyak yang berminat untuk belajar, Pendi tak menyerah. Bermain angklung selalu dilakukannya saat ia luang. Berharap lebih banyak lagi yang berminat dan datang ke sanggarnya.

Setelah Cigugur dijadikan sebagai Desa Wisata mulai banyak wisatawan yang datang ke Kuningan turut mampir ke sanggarnya. Kalau beruntung, Pendi tak hanya mendapat tamu wisatawan yang ingin melihat-lihat permainan angklung di sanggar ini, tetapi juga pembeli angklung.

Pengunjung yang datang biasanya memang tertarik karena melihat permainan angklung di sanggar, selain itu karena bengkel pembuatan angklung berada di samping sanggar mereka bisa melihat-lihat proses pembuatan alat musik tradisional Jawa Barat ini.
“Karena tempat pembuatannya terbuka jadi bebas saja siapa yang mau melihat-lihat,” ujar Pendi.

Seperti hari itu, para perajin angklung yang merupakan karyawan Pendi cukup banyak. Masing-masing dari mereka berbeda tugas. Ada yang bertugas memotong bambu, menghaluskan, memberi lubang suara, dan juga memasangkan tiap bagian. Sedang bagian pekerjaan Pendi ialah yang berkaitan dengan penyelesaiannya. “Mulai dari pewarnaan hingga uji nada,” ujarnya lagi.

Pendi mengaku, ia membuat angklung dengan pengalaman yang otodidak, tak ada pembelajaran khusus. “Berawal dari penasaran, bunyi angklung dari mana ya? Terus saya coba-coba dan berhasil. Untuk uji nada pun saya tidak menemukan kesulitan karena mengerti nada gitar,” jelasnya.

Untuk harga angklung yang dijual, Pendi tak mematok harga yang mahal. Kisarannya mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 70.000. dalam satu set angklung melodi, terdiri dari 31 buah. “ Kalau membeli satu set kita akan berikan tiang. Tak terlalu mahal, tetapi walaupun begitu saya menjanjikan kualitas yang baik,” terangnya.

Sejak menjadi pengrajin angklung, Pendi berkomitmen untuk membuat angklung-angklung dari bahan yang berkualitas saja. Bambu hitam dan kuning yang dipakainya haruslah yang tak terserang hama. “Saya sangat memperhatikan material, kalau bambu yang sudah kena hama jangan dipakai. Dalam setahun proses pengeringan, bambu-bambu akan saya sortir kembali. Bambu yang terserang hama, dalam lima bulan pasti rusak,” tuturnya.



KOMPAS.com/SRI NOVIYANTIProses pembuatan angklung di Sanggar Angklung Lumbu

Kalau sudah mendapatkan bambu yang diyakininya mempunyai kualitas yang baik, saat itu lah Pendi mulai eksekusi bambu-bambu ini menjadi angklung yang bersuara indah. “Kalau materialnya baik, angklung ini bisa tahan lama sekali. Hingga 80 tahun juga pasti tidak akan rusak,” ungkapnya.

Saat ini angklung-angklung Pendi banyak dipesan oleh instansi pendidikan di Jakarta, Bandung, Cirebon hingga kawasan Kabupaten Kuningan sendiri. Bahkan seiring perkembangannya, kini ia tak hanya membuat angklung tetapi juga alat musik tradisional lainnya yang berbahan material sama. Diantaranya, Suling sunda, suling datonis, calung dan juga arumba. Pintar-pintar ia memanfaatkan sisa materialnya.

“Tiap batang bambu jangan sampai ada yang terbuang. Yang biasa dipakai sebagai material kan dari mulai tengah ke atas, bawahnya bisa kita jual kembali untuk yang membutuhkan pembangunan rumah ataupun untuk bahan bakar.

Wisata Budaya di Candi Cangkuang

TEMPO.CO, Garut -Puluhan Rakit bambu menyeberangi Situ Cangkuang menuju ke situs rumah adat Kampung Pulo dan Candi Cangkuang, bangunan candi Hindu yang menjadi ikon pariwisata Garut, Jawa Barat, Sabtu, 10 Agustus 2013. Kawasan itu dipadati ribuan wisatawan saat H+1 libur Lebaran. Mereka datang dari sekitar Garut, Bandung, Cirebon, dan kota-kota di wilayah Jabodetabek.

Untuk menuju kawasan wisata di Leles, Garut itu, perlu waktu berjam-jam untuk melalui kemacetan yang mengular sampai lebih dari lima kilometer di kawasan Limbangan, Kadungora, Leles, dan Nagreg,  menuju ke arah Garut.

Setelah bermacet-macet, saya lega saat melihat indahnya pemandangan di  Kampung Adat Pulo dengan Candi Cangkuang," kata Ardi, wisatawan asal Cirebon yang datang bersama kerabatnya.

Wisatawan cukup membayar tiket rakit Rp 2.000 per orang untuk sekali jalan. Saat di atas rakit, pemandangan indah dengan bukit dan rimbunnya pepohonan memanjakan mata pengunjung.  Angin sejuk terasa sepanjang perjalanan di atas rakit itu.

Pendayung rakit bergerak cekatan saat membelokan rakit, menghindar dari tabrakan dengan rakit lain di depannya. Rakit membelah air danau di kawasan Curug itu sepanjang lebih dari 20 meter itu. Satu rakit diisi oleh puluhan penumpang dan dikendalikan oleh dua orang pendayung.



Di kejauhan tampak bangunan candi bermandi cahaya matahari diantara rimbunnya pepohonan. Tak sampai 10 menit rakit pun merapat, satu per satu penumpang melompati tembok dermaga menuju ke  Kampung Adat Pulo. Di dermaga Kampung Pulo itu pengunjung dikenakan  tiket masuk Rp 5.000 per orang.

Di kampung itu ada tujuh bangunan yang terdiri dari enam rumah tradisional yang saling berhadapan dan sebuah  langgar atau masjid kecil. Setelah melihat-lihat rumah tradisional, pengunjung berjalan menuju ke situs Candi Cangkuang. "Saya ke sini setiap libur Lebaran, sudah tradisi. Keindahan alamnya tetap terjaga," kata  Sumiati, warga Garut.

Lain dengan Dewi, wisatawan asal Tangerang yang  baru pertama kali datang ke Cangkuang sangat kagum dengan keindagan Candi Cangkuang. “Sekali jalan ke Cangkuang kita bisa mengunjungi tiga obyek wisata, menyeberangi danau yang indah dengan rakit bambu, melihat situs candi, dan berkunjung ke rumah-rumah adat," kata dia.

Rana D, petugas tiket di Candi Cangkuang mengatakan, wisatawan mulai berdatangan saat Lebaran kedua. Saya perkirakan sekitar 1.000 wisatawan per hari yang memasuki kawasan Situ Cangkuang selama liburan Lebaran tahun ini," kata dia.

Rakit-rakit bambu itu terus hilir mudik mengantar wisatawan menyeberangi danau. Saat hari semakin hangat, pengunjung semakin ramai. Tak peduli betapa macetnya jalur selatan menuju Garut. Sensasi mengarungi danau dengan rakit, semilir angin yang sejuk membuat mereka ingin selalu kembali ke Cangkuang.
PRIMA MULIA

Obyek Wisata Kota Pati



Kabupaten Pati mempunyai beberapa obyek pariwisata yang merupakan salah satu daya tarik dari Kabupaten Pati. Industri pariwisata ini mendapat perhatian cukup besar dari Pemerintah Kabupaten Pati sebagai salah satu penyumbang dana pembangunan. Adapun Sektor Pariwisata yang menonjol Tempat Rekreasi,diantaranya sebagai berikut :

Obyek Wisata Alam 'GUA PANCUR'.
Terletak di Desa Jimbaran Kecamatan Kayen dari kota Pati 20 km, panjang gua 7365 m dengan stalagtit dan stalagnit sangat indah. Debit air + 40 lt/detik cukup untuk pengairan sawah di sekitarnya. Fasilitas kolam pancing, hutan jati, pemandangan alam yang indah.

Obyek Wisata Alam 'GUA WAREH'.

Terletak di Desa Kedumulyo Kec Sukolilo sejauh + 24 km dari kota Pati, luas areal obyek 4,5 ha mempunyai 2 lorong, kekiri 100 m panjangnya, terdapat sungai bawah tanah dan kearah kanan dari mulut gua panjangnya 50 m tembus ke luar gua.

Obyek Wisata Alam 'GUNUNG ROWO INDAH'.
Terletak di Desa Sitiluhur, Kecamatan Gembong, Jarak dari Kota Pati lebih kurang 16km, dengan kondisi jalan beraspal. Luas areal obyek lebih kurang 320 ha dengan pemandangan alam yang indah berupa gunung dan lembah yang hijau penuh tanaman kopi, cengkih, buah-buahan dan tanaman pertanian lainnya.


Falilitas :
  • Wisata air Speed boat, bebek air
  • Taman rekreasi Mainan anak-anak, Gardu pandang, panggung terbuka
  • Jalan Lingkar. Pada hari-hari besar diadakan hiburan dan lomba.
Objek Wisata Alam 'WADUK SELOROMO'.



Terletak di Desa Gembong Kec.Gembong, Jalan menuju lokasi waduk sudah beraspal. Waduk Gembong pada awalnya diproyeksikan mampu menampung air sekitar 9,5 juta meter kubik, yang berasal dari Sungai Giling, Sentul, Wuni, Lampean, dan Sungai Jering.
Potensi : Perairan budidaya ikan air tawar.
Kondisi Lahan: Aluvial, regosol, red yellow mediteran, tapografi datar
Sejarah: Menurut catatan, waduk itu dibangun semasa pemerintahan Belanda tahun 1928.

Objek Wisata Alam 'AIR TERJUN GRONJOGAN SEWU DAN AIR TERJUN SEPLETUS'



Terletak di Desa Jrahi Kecamatan gunungwungkal, sejauh lebih kurang 27 km dari Kota Pati.Terjunan air Grinjingan Sewu lebih kurang 25 meter dan Terjunan air Sepletus lebih kurang 100 meter di tengah kehijauan alam yang asri, sejuk dan indah. Tanaman Bawang putih dan jeruk adalah penghasilan utama bagi penduduk sekitar obyek. Lokasi air terjun ini lebih kurang 600 meter dari permukaan laut.



Obyek Wisata Budaya 'PINTU GERBANG MAJAPAHIT'.
Terletak di Desa Muktiharjo Kec Margorejo, sejauh 4 km dari kota Pati.Pintu Gerbang ini merupakan peninggalan kerajaan Mojopahit yang di angkat oleh Kebonyabrang sebagai persyaratan untuk diakui sebagai Putra Sunan Muria, namun setelah sampai di Desa Rondole, Kebonyabrang tidak kuat melanjutkan perjalanan. Akhirnya Sunan Muria memerintahkan bahwa perjalanan tidak usah diteruskan dan Kebonyabrang disuruh menunggu pintu gerbang tersebut sampai meninggal dunia.

Objek Wisata Budaya 'SENDANG TIRTA MARTA SANI'.
Terletak di Desa Tamansari Kecamatan Tlogowungu sejauh lebih kurang 4 Km dari Kota Pati. Sendang Seni adalah sumber air dimana Sunan Kalijogo akan mengambil air wudlu tiba-tiba disisani oleh pengawalnya sehingga disabda oleh beliau menjadi seekor bulus.

Di komplek obyek ini terdapat Makam Adipati Pragola beserta pengawalnya dan masih dianggap keramat oleh masyarakat sekitarnya.
Setiap tahun tepatnya bulan Maulud selalu diadakan prosesi oleh Yayasan Handodento.



Fasilitas :
  • Paseban : Tempat untuk mengheningkan diri mohon kepada Sang Pencipta.
  • Padusan : Tempat mandi yang airnya diambil dari Sendangsani yang sementara dipercayai membawa berkah.
  • Kolamrenang : Sarana rekreasi anak-anak dan remaja (dalam proses perbaikan).
  • Pendopo : Sarana pentas kesenian Pati.
  • Areal Parkir yang luas.
Objek Wisata 'KEBUN KOPI JOLLONG'.
Terletak disisi timur Pegunungan Muria pada ketinggian 800m dari permukaan laut, di Desa Jollong Kecamatan Gembong lebih kurang 20km dari Kota Pati, berpanorama indah dan berhawa sejuk. Pabrik kopi dn perkebunannya bekas peninggalan Belanda yang sampai saat ini masih aktif berprodoksi.

Kondisi jalan menuju ke obyek sudah beraspal dan bisa dijangkau kendaraan roda empat sampai di depan obyek.

Daya Tarik obyek Wisata:
  • Camping Fasilitasnya sudah baik dan sering digunakan untuk camping adik-adik pramuka dan mendapatkan respons yang baik, karena sudah dibuatkan fasilitas-fasilitasnya antara lain Lapangan, mck, sungai dengan air yang selalu bersih dan arena parkir yang luas.
  • Kebun Bunga Kebun Bunga yang dikembangkan oleh PTP dengan luas lahan lebih kurang 400m2 terletak di lingkungan rumah dinas administratur PTPXVIII Kebun Kopi Jollong.
  • Air Terjun
  • Kondisinya nampak asri dan alam sekitarnya sangat indah, Dan untuk menuju ke lokasi sudah dibuatkan jalan setapak.
OBYEK WISATA RELIGIUS
Obyek Wisata MAKAM SARIDIN (SYECH JANGKUNG)
Terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen sejauh lebih kurang 17 Km dari Kota Pati ke arah selatan melalui jalan raya menuju Kabupaten Purwodadi turun di Kayen, ke lokasi lewat jalan kampung yang sudah beraspal sampai desa makam.



Fasilitas Obyek:
  • Bangunan Pendopo.
  • Tempat Mandi,Cuci dan Kakus.
  • Bangunan Masjid.
  • Tempat Penitipan Sandal/Sepatu.
  • Bangunan Makam.
  • Tempat Parkir.
Makam ini ramai dikunjingi wisatawan, lebih-lebih hari Jum'at Pahing, penunjung dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur,Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura.

Mengenai Upacara Khol dilaksanakan setiap tanggal :
14 - 15 bulan Rajab dengan acara : Upacara Ganti Selambu, Pasar Malam, Pengajian

Sejarah :
Menurut cerita Saridin (Syech Jangkung) dilahirkan di Desa Landoh Kiringan Tayu.Setelah dewasa beliau berkelana di daerah-daerah Pulau Jawa bahkan sampai di Sumatera untuk menyebarkan Agama Islam. Waktu masih hidup beliau wasiat apabila wafat agar dimakamkan di Desa Landoh, Kayen.

Dikomplek Makam Saridin ada beberapa makam :
  1. Makam bakul legen yaitu Prayoguna dan Bakirah.
  2. Makam isteri-isterinya yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum.
Obyek Wisata 'MAKAM SYECH KH.AKHMAD MUTAMAKKIN'.
Terletak di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati yang dikenal sebagai Kampung Pesantren. Desa yang posisinya jauh dari keramaian kota sekitar lebih kurang 18 Km dari Kota Pati ke Utara dengan kondisi jalan sudah beraspal.


Asal-Usul: Syech KH. Akhmad Mutamakkin adalah salah seorang wali ullah yang banyak mempunyai karomah dan telah berjasa besar dalam perintisan dan penyebaran Agama Islam, seorang faqih yang disegani serta berpandangan jauh beliau berdakwah dari tempat ke tempat yang dianggap tepat sasaran.Setiap tanggal 10 Muharam Hari Haul beliau diperingati dengan penuh hidmat.

Obyek Wisata 'MAKAM SYECH RONGGO KUSUMO'.


Terletak di Desa Ngemplak, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, sebelah Barat Desa Kajen lebih kurang 2 Km.

Cerita singkat:
K.Raden Ronggokusumo adalah putera K.Agung Meruwut yang juga masih keponakan KH.Ahmad Mutamakkin yang merupakan salah satu murid yang lain, ia diperintahkan untuk membuka tanah (menebang hutan) disebelah barat Desa Kajen.
Perintah beliau dilaksanakan penuh tanggungjawab sehingga dalam waktu yang singkat (konon dalam waktu satu malam) tanah tersebut terlihat emplak-emplak, sehingga oleh beliau dinamai Desa NGEMPLAK.
K.Raden Ronggokusumo menetap di Desa tersebut dan ia berjasa besar dalam menyiarkan Agama Islam.Setiap tanggal 10 Shafar, Hari Ulang Tahun atau Haul yang selalu dibanjiri oleh para zairin dari berbagai daerah.

OBJEK WISATA DI PEKANBARU

OBJEK WISATA DI PEKANBARU
Kota Pekanbaru memang tidak se populer kota-kota wisata lainnya seperti Jogja, Bali atau bahkan Padang. Namun Anda tidak perlu kecewa karena Pekanbaru juga memiliki Objek Wisata yang cukup menjanjikan.

Berikut beberapa Objek Wisata Pekanbaru yang-bisa dikunjungi oleh wisatawan:

1.  Mesjid Raya dan Makam Marhum Bukit serta Makam Marhum Pekan Mesjid Raya Pekanbaru terletak di jalan senapelan Kecamatan Senapelan memiliki arsitektur tradisional yang amat menarik dan merupakan mesjid tertua di Kota Pekanbaru.



Mesjid ini dibangun pada abad VIII dan sebagai bukti Kerajaan Siak pernah berdiri di kota ini pada masa pemerintahan Sultan Abdul Jalil Muazzam Syah dan Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah sebagai sultan keempat dan kelima dari Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Di areal Mesjid terdapat sumur mempunyai nilai magis untuk membayar zakat atau nazar yang dihajatkan sebelumnya. Masih dalam areal kompleks mesjid, kita dapat mengunjungi makam Sultan Marhum Bukit dan Marhum Pekan sebagai pendiri kota Pekanbaru.

Marhum Bukit adalah Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak ke-IV) memerintah tahun 1766-1780 Masehi, sedangkan Marhum Bukit sekitar tahun 1775 Masehi memindahkan ibukota kerajaan dari Mempura Siak ke Senapelan dan beliau mangkat tahun 1780 Masehi.



2.  Anjungan Seni Idrus Tintin  Anjungan Seni Idrus Tintin yang berdiri megah di Arena Purna MTQ yang sekarang berubah namanya menjadi komplek Bandar serai Jalan Sudirman Pekanbaru merupakan salah satu wonder building di Pekanbaru. Dengan bangunan berciri khas melayu Riau, Anjungan Seni Idrus Tintin ini lebih mirip Istana dari pada tempat pertunjukan seni.

Dengan ketinggian setara gedung tiga lantai bangunan ini menjulang tinggi dengan nilai estetika yang mengagumkan. jika anda berkesempatan untuk masuk ke dalamnya anda akan melihat terawangan yang tinggi mengarah ke langit-langit gedung.

Anjungan Seni ini juga menjadi tempat dilaksanakannya acara puncak Festival Film Indonesia (FFI) 2008 yang dihadiri hampir seluruh artis perfilman tanah air dan menjadi saksi bisu kejayaan Dedi Mizwar dan Naga Bonar Jadi 2. Bahkan Anjungan Seni Idrus Tintin ini seperti berubah menjadi objek wisata karena selalu ramai dikunjungi masyarakat untuk sekedar berfoto, melihat atau duduk-duduk santai di sore harinya.

Sebagai pengetahuan tambahan nama Idrus Tintin diambil dari seniman kenaam Riau. Almarhum lahir di rengat dan penerima Anugrah Sagang (Penghargaan Seni Paling Bergengsi di Tanah Lancang Kuning).



3.  Tujuan Wisata Balai Adat Riau  Wisata Budaya Pekanbaru - Balai Adat Riau juga bisa dijadikan tujuan wisata karena anda akan mendapatkan ciri khas dari adat melayu Riau. Tujuan wisata ini terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru ini dibangun dan didesain dengan variasi warna dan ukiran motif yang bercirikan khas Melayu. Balai Adat ini dibangun untuk berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat resmi Melayu Riau.

Arsitekturnya yang khas melambangkan kebesaran budaya Melayu Riau. Bangunan terdiri dari dua lantai, di lantai atas terpampang dengan jelas beberapa ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji. Di kiri dan kanan pintu masuk ruangan utama dapat kita baca pasal 1-4, sedangkan pasal 5-12 terdapat di bagian dinding sebelah dalam ruangan utama.



4.  Museum Sang Nila Utama dan Dekranasda Riau  Museum Sang Nila Utama terletak di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, museum ini menyimpan berbagai aneka koleksi benda-benda sen dan budaya seperti pakaian adat, gaun pengantin, permainan rakyat seperti gasing, alat-alat musik dari berbagai daerah yang ada di Riau dan benda-benda bersejarah propinsi Riau lainnya.

Tidak jauh dari dari museum Sang Nila Utama ini terdapat satu bangunan khas dengan arsitektur melayu yang kental yaitu Gedung Taman Budaya Riau, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat untuk pagelaran berbagai kegiatan budaya dan seni melayu Riau, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Dekranasda Riau terletak di ujung jalan Sisimangaraja. Dekranasda merupakan pusat cinderamata Riau terlengkap di Pekanbaru. Di Dekranasda ini anda bisa menemukan segala macam aksesories khas melayu Riau seperti busana melayu, batik Riau, kain tenun dan songket, berbagai kerajinan kayu dan lain-lain. Jadi jika anda ingin mencari cendramata di Pekanbaru maka anda dapat mengunjungi Dekranasda.



5.  Danau Buatan Lembah Sari Pekanbaru  Wisata Danau Buatan Lembah Sari merupakan salah satu tempat wisata Pekanbaru yang bernuansa alami. Tujuan wisata yang satu ini berlokasi di Kecamatan Rumbai Pekanbaru, Riau. Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari kota Pekanbaru.

Pemandangan alam sekitar Danau Buatan Lembah Sari ini memiliki panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain. Saat ini banyak sekali investor tertarik ingin menanamkan modal mereka di danau ini.

Saat ini objek wisata Riau ini sedang direnovasi dengan biaya jutaan dollar guna diubah menjadi lokasi tujuan Wisata andalan Riau. Semoga lokasi Wisata Riau ini benar-benar menjadi objek Wisata Riau yang paling diminati.



6.  Alam Mayang.  Ayo Mancing di Alam Mayang Pekanbaru!. Sebenarnya salah satu tempat rekreasi top Pekanbaru ini bukan hanya tempat orang memancing tapi juga futsal, makan-makan, dan tempat melepas lelah.

Dari mulanya Alam Mayang memang disiapkan sebagai salah satu tujuan wisata andalan Pekanbaru, Alam Mayang berlokasi di Jl. H. Imam Munandar, lebih kurang 8 Km dari pusat kota Pekanbaru Kecamatan Bukit Raya. Alam Mayang nama sebuah kolam atau sarana pemancingan ikan yang berlokasi di km 8 jalan Harapan Raya, Kelurahan Tangkerang Timur, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.

Disini tersedia tiga buah kolam dengan luas keseluruhannya 18.560 meter dan berbagai jenis ikan seperti ikan gurami, lemak, nila dan sepat siam yang siap untuk kita bawa pulang bagi keluarga. Lebih menyenangkan lagi memancing bersama keluarga karena di areal kolam terdapat kantin kecil-kecilan. Terbuka kesempatan setiap hari bersantai di Alam Mayang dan sesekali kemampuan kita diuji pula dalam lomba memancing ikan.

Tidak hanya itu kini Alam Mayang Pekanbaru juga menyediakan tempat outbond.
Tujuan rekreasi alam ini terbukti sangat diminati bahkan warga dari luar kota Pekanbaru juga banyak berekreasi disana, karena suasananya yang sejuk dan nyaman hingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal dan kegiatan, tidak hanya untuk memancing.



7.  Taman Putri Kaca Mayang  Satu lagi tempat rekreasi favorit keluarga di kota Pekanbaru. Taman Putri Kaca Mayang, satu-satunya taman hiburan yang terletak di pusat kota Pekanbaru. Sehingga apabila hari libur seperti hari Raya Idul Fitri ini, jangan heran jiga di Bundaran Air Mancur agak macet karena banyaknya kendaraan pengunjung yang parkir dan jajaan pedagang kaki lima.

Taman Puteri Kaca Mayang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tepatnya di depan kantor walikota Pekanbaru. Taman Puteri Kaca Mayang ini merupakan tempat rekreasi keluarga yang berada di jantung kota Pekanbaru, sehingga mudah dicapai dengan transportasi umum yang ada.

Bagi anak-anak, arena ini cukup menarik perhatian karena di tempat rekreasi ini mereka dapat menggunakan berbagai fasilitas hiburan yang ada, seperti kolam renang, komedi putar, bombom car, dan masih banyak lagi permainan yang tentunya menyenangkan dan mengasyikkan. Untuk hari-hari libur, tempat ini selalu dipadati pengunjung yang datang baik dari kota Pekanbaru sendiri maupun dari luar daerah.



8.  Mesjid Agung An-Nur Pekanbaru  Wisata Religius Pekanbaru - Mesjid Agung An-Nur Riau terletak hampir di pusat kota ini, tepatnya di Jalan Hang Tuah merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota Pekanbaru, mempunyai fasilitas lengkap sebagai Islamic Centre serta dilengkapi pula taman yang indah dan luas.

Masjid Agung An-Nur merupakan masjid termegah di Riau Saat ini. Selain berfungsi sebagai fasilitas ibadah masjid ini juga sebagai pusat kegiatan remaja mesjid se-Riau khususnya kota Pekanbaru.

Fasilitas Masjid Agung An-Nur Pekanbaru:
  • Lantai bawah masjid merupakan tempat skretariat pengurus masjid, manajemen, remaja masjid serta tempat pelaksanaan pendidikan Islam.
  • Masjid ini juga tersedia fasilitas hot spot gratis tanpa bayar dan free user logon tanpa harus meminta password, jadi apabila anda bawa laptop berfasilitas Wifi anda dapat berinternet sepuasnya!.
  • Di halaman masjid Agung An-Nur Riau merupakan lapangan luas, bila sore hari akan ramai dikunjungi masyarakat kota untuk berolahraga atau bersantai.
  • Lahan Parkir Masjid Agung sangat luas, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat dan enam. Lokasinya juga aman, nyaman.
  • Nama Masjid, Terdapat ambiguitas dalam penyebutan nama Masjid Agung An-Nur ini. Apakah Masjid Agung An-Nur Riau ataupun Masjid Agung An-nur Pekanbaru. Namun setelah berdirinya Masjid Ar-Raman di pusat kota Pekanbaru, maka sah-lah Masjid termegah di Riau ini menjadi Masjid Agung An-Nur Riau.

9.  Taman Marga Satwa Kasang Kulim (Kasang Kulim Zoo)
Taman Marga Satwa Kasang Kulim adalah satu-satunya kebun binatang yang terdapat di kota bertuah Pekanbaru. Menurut Agusti, pengelolanya Kasang Kulim berdiri pada tahun 1993.

Sebagaimana kebun binatang lainnya Kasang Kulim dihuni beberapa hewan yang layak dikunjungi seperti: Burung, Harimau, Singa, Gajah, Orang utan, Beruang, Rusa, Ular, Kuda Nil ,Buaya, Kera, Monyet dan yang lainnya.

Kebun binatang Kasang Kulim ini berlokasi di Desa Kubangraya, Kec. Siak Hulu, dapat dicapai dari pusat kota Pekanbaru dengan kendaraan roda dua dalam waktu tempuh 15 menit. Lokasi terhampar dilahan seluas 17 hektar yang didukung dengnan fasilitas yang memadai. Seperti: tempat parkir yang luas, taman bermain anak-anak, kolam renang, panggung untuk pertunjukan ,kolam hias dan lain-lain.

10. Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim/rindu sempadan



Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang merupakan sebuah tempat rekreasi bagi anak muda yang ingin bersantai-santai dan mencari udara sejuk yang dibalik rerimbunan dan pepohonan yang seakan membuat hati orang lain menjadi sejuk.

Taman Hutan Raya Sultan Syarif Kasim yang terletak 23 kilometer dari pusat Kota Pekanbaru ini Sekilas, jalan lurus menurun terlihat sepi, namun, menyeruak ke dalam, ada ribuan orang sedang menikmati suasananya yang tenang dan tenteram.

Itulah gambaran suasana dari Rindu Sempadan. Ada kaum remaja, pelajar, juga banyak di antaranya orang-orang dewasa yang membawa anak-anak mereka untuk berkunjung. Sebagian dari mereka menikmati teduh dan sejuknya udara dibawah pepohonan, ada juga yang menikmatinya dengan bermain aneka suguhan rekreasi seperti sepeda air, bebek air atau uji nyali dan ketangkasan lewat sarana adventure seperti flying fox, elfis bridge, spider climbing, speed boat, memancing, berenang atau bahkan melihat aneka satwa asli Riau.

Dalam beberapa waktu terakhir, Rindu Sempadan memang tak lagi hanya menjadi areal peristirahatan bagi mereka yang ingin menikmati ketenangan di tengah kawasan hutan yang eksotis. Hotel ini muncul layaknya magnit baru tujuan wisata bagi warga di Kota Pekanbaru maupun Kabupaten Siak.

Ya, selama ini kita memang lebih dikenal sebagai hotel dengan konsep resort, namun, belakangan, seiring dengan tingginya kunjungan masyarakat, kita berbenah dengan menghadirkan sejumlah sarana rekreasi yang lebih menantang sebut Djauzak Ahmad, owner yang saat itu didampingi General Manager Joko S Santoso saat Riau Pos berkunjung.

Selain menyediakan sekitar 35 kamar hotel, sembilan cottage serta delapan room type cottage, kolam renang dan lapangan tenis. Saat ini Rindu Sempadan memang telah disulap menjadi arena rekreasi komplit termasuk juga untuk media edukasi bagi para pelajar dan anak-anak.

Djauzak sempat membawa Riau Pos untuk berkunjung ke arena adventure yang membuat tegang nyali, juga ke mini zoo (kebun binatang mini) yang terletak di sebelah barat Tahura SSK dan bumi perkemahan pramuka Provinsi Riau. Di sana, ada sejumlah binatang asli Riau yang ditangkar layaknya kebun binatang. Ada beruang madu, kucing hutan, buaya, kura-kura termasuk juga burung kasuari, merak, cendrawasih, elang, juga rusa air asal Pelalawan.

Tak hanya satwa yang saat ini populasinya mulai langka yang ada di kawasan seluas 67 hektare tersebut, di sana juga terdapat aneka tanaman endemis asli Riau yang cocok untuk diteliti sebagai petensi keanekaragaman hayati.

Ada banyak keistimewaan yang dihadirkan oleh Rindu Sempadan saat ini, termasuk juga rekreasi alam dengan berburu rambutan atau durian motong bila anda beruntung mendapatkan buah yang masak.

Meski lokasinya cukup jauh, namun, tak salah bila anda mencoba menikmati petualangan alam baru di Rindu Sempadan Hotel and Resort yang jaraknya juga tidak jauh dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas juga bumi perkemahan pramuka.



11. Pasar Wisata di Pekanbaru!  Tempat umum yang menjadi Objek dan Daya Tarik Wisata di Kota Pekanbaru adalah Wisata Belanja. Salah satu tempat Wisata Belanja terkenal di Pekanbaru adalah Pasar Wisata ini, setelah mengalami kebakaran keberadaan Pasar Bawah di bangun lebih representative sehingga Wisatawan lebih nyaman ketika berkunjung.

Lokasi Pasar Wisata tidak terlalu luas dan merupakan Pasar yang tertua yang pernah ada di Pekanbaru, dikatakan pasar ini merupakan cikal bakal berdirinya ibu kota Riau Pekanbaru sekarang ini, lihat saja posisinya yang berdekatan dengan sungai siak, jalur transportasi utama tempo dulu. wisata belanja ini terletak di ujung jalan A Yani,

Berbagai macam kelengkapan dijual di komplek Pasar Wisata, antara lain keperluan sehari-hari, Elektronik, Alat-alat Rumah Tangga, Pakaian juga Souvenir berupa keramik. Keramik yang dijual di Pasar Bawah banyak didatangkan dari negara-negara penghasil keramik unggulan dunia seperti Cina, Taiwan, Hongkong dan Italia. Tentu saja keramik-keramik Pasar Bawah dijual di dengan harga yang cukup kompetitif, hingga anda berpeluang untuk memilah-milahnya terlebih dahulu sebelum membelinya.

Waduk Sermo, Tuan Rumah Festival Reog dan Jathilan


Kadinas Kebudayaan Pariwisata Kulonprogo Eko Wisnu memberikan keterangan Festival Reog dan Jathilan

WATES (KR radio) Dinas Kebudayaan Pariwisata kabupaten Kulonprogo dan Dinas Pariwisata DIY akan menggelar Festival Reog dan Jathilan, yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2012 jam 09.00 di pelataran Obyek Wisata Waduk Sermo, Kulonprogo.

Festival Reog dan Jathilan di Kulonprogo ini merupakan agenda kegiatan wisata yang sudah rutin tiap tahun di gelar Dinas Pariwisata DIY dan yang ketiga kalinya. Event serupa, sebelumnya sudah diselenggarakan di Kota Yogyakarta dan Kaliurang, Sleman, dan rencananya tahun depan akan diselenggarakan di Gunungkidul.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ir. Heri Lancono, CES, ketika ditemui wartawan, selasa (29/5), menjelaskan bahwa festival kali ini mengambil tema "Pengembangan Kesenian Tradisional sebagai Aset Wisata Budaya yang Berpijak pada Kearifan Lokal", dan bertujuan untuk mempromosikan nilai seni tradisi sebagai salah satu aset budaya bangsa, memberikan tradisi kesenian sebagai sajian pariwisata dan memberikan wadah berekspresi dan berkreasi pelaku seni budaya sehingga diharapkan mampu mengembangkannya.

Menurut Muh. Haliem, SH, Kepala Seksi Analisa Pasar Dinas Pariwisata DIY, kegiatan ini akan diikuti oleh 12 peserta perwakilan kabupaten/ kota se DIY, yang terdiri dari 6 peserta reog dan 6 peserta jathilan.
Dalam festival tersebut, 3 kelompok reog dan 2 kelompok jathilan dari Kulonprogo akan ikut berpartisipasi, yaitu reog Eko Karti Budhoyo, reog Sekar Budhoyo, reog Sekar Arum, jathilan Turonggo Mudho Susilo, dan jathilan Laras Mudo Budoyo.

Heri menambahkan bahwa juara I hingga juara harapan III akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan antara Rp 5 juta hingga Rp 2 juta. Dalam festival tersebut unsur yang dinilai terdiri dari kesesuaian tema, kreatifitas, nilai edukasi, penyajian, atraktif, dan keselarasan. Waktu penyajian 20 menit dengan toleransi 5 menit, personel maksimal 30 orang termasuk pengrawit. Tim juri berasal dari pakar seni UNY, ISI, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, dan Dinas Pariwisata Provinsi DIY.

Selain festival, Disbudpar DIY juga bekerja sama menyelenggarakan jelajah wisata alam yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Juli 2012 di Pantai Glagah Indah, Kulonprogo.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata kabupaten Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana, S.E menjelaskan bahwa jelajah wisata tersebut terbuka untuk umum dan bertujuan mengenalkan obyek wisata di Kulonprogo yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan juga memiliki ciri khas yang unik dan belum dikenal oleh khalayak ramai.

Haliem mengatakan bahwa pendaftaran akan dibuka dari tanggal 7 Mei sampai dengan 7 Juli 2012. Sedangkan pesrta untuk umum perorangan dengan biaya pendaftaran Rp 25 ribu. Peserta akan mendapatkan fasilitas snack, kaos, undian doorprize dan asuransi. "Peserta dalam jelajah wisata alam 2012 ini kita targetkan 2500 peserta, dan saya yakin itu akan tercapai, karena pengalaman tahun-tahun yang lalu peserta selalu melebihi target. Peserta boleh berasal dari DIY maupun luar DIY karena kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, baik pelajar, mahasiswa, maupun para pecinta alam,"tutur Haliem.

Peserta akan menempuh jarak sekitar 6,5 km dengan start dan finish di dermaga wisata Pantai Glagah mulai pukul 08.00 WIB. Jalur wisata trekking tersebut berupa jalan desa, jalan setapak, melalui pekarangan dan lahan pertanian pantai di sepanjang Pantai Glagah. Panitia menyediakan hadiah, yaitu 2 unit sepeda motor, 4 unit sepeda gunung, 4 unit TV 21", 6 handphone, 4 DVD player, dan 6 buah kipas angin. Bagi masyarakat yang berminat bisa mendaftar di Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Tourist Information Center (Malioboro) dan Dinas Pariwisata DIY.

Eko Wisnu juga mengajak pada para pengrajin ataupun masyarakat Kulonprogo supaya memanfaatkan event-event pariwisata untuk menjual produk khas Kulonprogo, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan memperkenalkan ciri khas Kulonprogo pada masyarakat luar DIY. (dani wibisono)

Pengelolaan Cagar Budaya Diharapkan Jadi Lebih Baik


SOLO - Pelaku pariwisata di Kota Solo mendukung terjadinya rekonsiliasi dua raja Keraton Kasunanan Surakarta. Mereka optimistis rekonsiliasi ini akan berdampak positif terhadap keraton sebagai salah satu ikon pariwisata Solo.

Koordinator Badan Promosi Pariwisata Indonesia Solo (BPPIS), Hidayatullah Al Banjari, menilai rekonsiliasi dua raja Keraton Surakarta akan menjadi kabar baik bagi pelaku pariwisata. "Karena Keraton Surakarta adalah ikon Solo yang selama ini memiliki daya tarifk wisatawan yang paling besar dibanding objek wisata lainnya," kata Hidayatullah.

Sebagai pelaku pariwisata, Hidayatullah berharap rekonsiliasi ini akan berdampak positif pula terhadap pengelolaan keraton sebagai tempat wisata. "Jika gara-gara konflik keraton menjadi seperti tidak terurus, harapannya nanti ada perbaikan di keraton."

Selama ini, lanjut Hidayatullah, para wisatawan khusus turis yang berkunjung ke keraton lebih banyak disuguhi pemandangan bangunan kuno. Padahal, potensinya tidak hanya itu. "Kami harap keraton bisa mulai berbenah, sehingga bisa menyuguhkan banyak potensi budaya yang tersimpan di keraton". Seperti tari-tarian. Latihan tari yang ada di keraton, menurut dia, mampu menyedot perhatian turis. Dan pastinya masih banyak potensi adat istiadat lainnya yang menarik masyarakat untuk datang dan mengetahui.

Senada disampaikan Ketua Association of Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Solo, Suharto. Akhir-akhir ini, pamor Keraton Kasunanan Surakarta sebagai tempat wisata mulai redup dan wisatawan lebih senang berkunjung ke Pura Mangkunegaran. Meskipun, menurut dia, Keraton Surakarta tetap menjadi tujuan utama turis asing yang datang ke Solo.

"Kabar rekonsiliasi ini tentunya akan berdampak positif terhadap pengelolaan keraton sebagai tempat wisata. Selama ini, kesan heritage yang ada di kerato itu sudah mulai berkurang. Dan wisatawan sering disuguhi kondisi keraton yang sepertinya kurang terawat," papar Suharto.

Suharto mengatakan, jika selama ini pengelolaan keraton dinilai kurang karena tidak ada dana, maka pihaknya optimistis rekonsiliasi di dalam keraton membuat pemerintah semakin yakin untuk menggelontorkan dana untuk keraton. "Dana tersebut bisa digunakan untuk perbaikan fisik maupun penyelenggaraan kegiatan budaya," kata dia.

Pengertian Kritik Drama


Pengertian Kritik Drama
  • Kritik adalah suatu jembatan. Jembatan suatu karya seni, agar karya seni tersebut dapat sampai dan memenuhi ruang pemikiran masyarakat atau pembaca maupun penontonnya.
  • Drama tidak pernah berawal dan berakhir kehidupannya di atas panggung. Drama dimulai dari pemikiran kreatornya, dan akhirnya mengendap dalam pikiran dan ingatan pembaca yang bisa pula pada penonton teater.
  • Drama memasuki pikiran dan ingatan kita melalui makna, efek yang ditimbulkannya, estetika, akal, dan melewati pertunjukan yang ditampilkannya dengan medium teater dan medium lainnya seperti televisi dan film.
  • Pembaca maupun Penonton memiliki kebebasan dalam menentukan pemahaman yang dimilikinya, tanggapannya, melalui pengertian yang didapatkannya setelah membaca karya drama maupun menyaksikan pertunjukan teater.
  • Pembaca drama maupun penonton teater adalah sebagai kritikus

TMII, Miniatur Indonesia Warisan Budaya Dunia


Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia mengusulkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) ke UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia (WBTD) pada 2012 ini. Kiranya TMII juga dapat menyusul angklung, keris dan batik yang telah terpilih lebih dulu. Pasalnya, dalam areal seluas kurang lebih 150 hektar itu telah didirikan berbagai sarana observasi budaya, serta diadakan berbagai aneka kesenian, budaya, dan upacara adat dari daerah-daerah yang tentu saja sangat mengedukasi masyarakat. Belum lagi terdapat sarana rekreasi seperti kereta gantung, Istana Anak-anak Indonesia, kolam renang Snow Bay, teater Imax Keong Mas, dan lainnya, yang semakin melengkapi keberadaan TMII.


Sejak diresmikan tanggal 20 April 1975 oleh Alm. Ibu Tien Soeharto, TMII terus mengalami perkembangan. Kini telah terdapat 33 anjungan daerah, 15 museum, serta 10 taman yang juga berfungsi sebagai sarana konservasi. Semua fasilitas tersebut dapat dinikmati hanya dengan harga tiket Rp9.000,00 per orang untuk memasuki areal TMII, serta harga tiket yang relatif murah untuk memasuki objek kunjungan di dalam areal tersebut. Banyaknya fasilitas yang tersedia dengan harga yang terjangkau menjadikan TMII sebagai wahana edukasi dan rekreasi yang menarik di wilayah Jakarta Timur. Pada musim liburan sekolah, TMII kerap kali menjadi tujuan karya wisata rombongan siswa dari berbagai daerah.


TMII telah berperan sebagai kawasan wisata yang melestarikan budaya bangsa. Selama 37 tahun eksistensinya, TMII tidak hanya mempertontonkan benda mati yang dipajang di museum atau anjungan daerah, tetapi juga telah menampilkan 650 tarian dan 300 upacara adat dari seluruh nusantara. Pagelaran wayang semalam suntuk serta berbagai parade kesenian tradisional juga menjadi bukti upaya untuk tetap melestarikan pernak-pernik ciri khas bangsa kita. Selain itu, adanya wahana-wahana seperti Taman Burung, Taman Flora, Taman Reptil, dan Taman Aquarium Air Tawar juga menambah pengetahuan tentang keanekaragaman hayati di negeri kita.

Pengelola TMII perlu meninjau kembali pada segi wahana rekreasi. Seorang ibu dalam milis Balita -Anda mengatakan bahwa harga tiket Kolam Renang Snow Bay dirasa terlalu mahal, yaitu Rp120.000,00 pada hari libur. Harga tersebut dirasa tidak sebanding dengan kebersihan, kenyamanan lokasi, kamar mandi dan tempat penitipan barang. Water park yang berkonsep gunung salju tersebut dibangun dengan biaya 120 milyar rupiah dengan melibatkan investor dari Korea. Ditinjau dari segi bisnis, wahana ini menjadi inovasi baru yang menarik perhatian pengunjung. Akan tetapi dilihat dari segi pelestarian budaya, konsep Snow Bay rasanya 'kurang Indonesia'.

Wahana lain yang banyak diminati adalah Teater Imax Keong Emasas. Teater yang menampilkan film-film bernuansa kebudayaan dan lingkungan hidup tersebut sanggup menarik 2.000 pengunjung per hari pada musim liburan. Wikipedia menyebutkan bahwa Teater Imax pernah menayangkan film box office seperti Harry Potter and The Prisoner of Azkaban dan Spiderman 2, padahal kedua film tersebut tidak sejalan dengan konsep TMII sebagai wahana pelestari budaya. Sarana rekreasi bercitra modern seperti Snow Bay dan Teater Imax memang membantu meningkatkan jumlah pengunjung, namun tak lantas membantu meramaikan anjungan-anjungan daerah. Kabarnya, Museum Indonesia dan Museum Komodo yang mempertontonkan karakter bangsa justru menjadi wahana paling sepi pada masa liburan tahun baru 2012 lalu.

Seiring kemajuan zaman, agaknya perlu dilakukan sejumlah perbaikan pada beberapa museum. Ketika mengunjungi Museum Komodo, penulis merasa bahwa kondisi museum kurang terang, aroma kurang sedap yang tersebar di dalam ruangan museum pun membuat pengunjung enggan berlama-lama. Selain itu, penataan ulang pernak-pernik museum juga perlu dilakukan. Penyajian penjelasan dengan sentuhan teknologi mungkin akan meningkatkan minat pengunjung untuk mempelajari aneka jenis satwa yang ditampilkan di museum tersebut. Untuk meramaikan Museum Indonesia, bisa dilakukan dengan mengadakan semacam Festival Budaya.

Misalnya demo memasak dengan peralatan masak tradisional, demo pembuatan perhiasan adat, atau kegiatan lainnya yang dapat memicu rasa penasaran pengunjung tentang benda-benda yang terpajang dalam museum. Museum Transportasi yang tergolong luas, tertata rapi dan bersih. Namun ketiadaan petunjuk arah dapat membuat pengunjung bingung untuk keluar-masuk areal museum tersebut. Di samping itu, hamper setiap museum dan anjungan sepertinya belum memperhatikan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Padahal, penyandang disabilitas seperti pengguna kursi roda maupun disabilitas lainnya juga berhak menimba ilmu di TMII.


Bukanlah hal mudah untuk mempertahankan kebudayaan tradisional , apalagi di era globalisasi yang menuntut modernisasi. Pengelola TMII harus dapat lebih kreatif dalam mempromosikan benda-benda yang terpajang pada museum. Misalnya dengan lebih sering mengadakan kegiatan di halaman sebuah museum, serta menambah sentuhan teknologi pada ruang-ruang pameran supaya penyajian penjelasan terasa lebih menarik dan tidak membosankan. Selain itu alangkah baiknya jika TMII dapat lebih konsisten untuk menciptakan suasana yang 'lebih Indonesia', dengan mendirikan bangunan bernuansa Indonesia modern pada areal rekreasi seperti bioskop maupun kolam renang.

Sebut saja Museum Purna Bakti Pertiwi yang bentuk bangunannya menyerupai nasi tumpeng, merupakan kreasi modern yang tetap mencerminkan citra Indonesia. Inovasi-inovasi pada pertunjukan serta anjungan-anjungan adat pun perlu dilakukan untuk lebih menarik minat masyarakat terhadap budaya asli Indonesia. Misalnya dengan mengadakan pertandingan permainan tradisional, menantang wisatawan asing memasak masakan daerah, lomba rias pengantin dan sebagainya.

Pemilihan Warisan Budaya Takbenda Dunia (WBTD) bertujuan untuk menunjukkan nilai dari sebuah kebudayaan, serta menguji komitmen negara-negara bersangkutan untuk mempromosikan dan melindungi budayanya. Elemen-elemen yang termasuk di dalam budaya takbenda di antaranya adalah bahasa, sastra, musik dan tari, permainan dan olahraga, tradisi kuliner, ritual dan mitologi, pengetahuan dan praktik-praktik sehubungan dengan ilmu pengetahuan alam dan teknologi, teknik tradisional dalam pembuatan kerajinan tangan, dan bangunan-bangunan adat. Jika diperhatikan, unsur-unsur tersebut memang telah lengkap ditampilkan di TMII, sehingga tidak salah jika TMII diikutsertakan dalam pemilihan WBTD untuk nominasi best practices, yakni cara-cara terbaik dalam pelestarian kebudayaan.

Agar TMII dapat terpilih, masyarakat pun perlu turut berperan dengan meramaikan anjungan-anjungan daerah, menghadiri pertunjukan-pertunjukan tradisional, tidak merusak fasilitas-fasilitas yang ada, serta turut menjaga kebersihan seluruh areal TMII. Semoga TMII dapat terpilih dalam nominasi WBTD katagori Best Practices oleh UNESCO. Dengan demikian komplek wisata yang merupakan miniatur Indonesia dari Sabang sampai Merauke tersebut akan semakin dikenal di mancanegara. Hal ini akan meningkatkan kecintaan dan semangat pemerintah dan masyarakat untuk menjaga kelestarian budaya lokal. Bagaimana pun, nilai-nilai budaya yang luhur juga merupakan salah satu identitas bangsa di mata dunia.*

Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Barito Selatan


Berdasarkan informasi yang kami terima, akan ada upacara adat Kaharingan berupa rukun kematian WARA. Menurut rencana kegiatan yang cukup besar ini akan dilaksanakan sekitar tanggal 2 Juni 2012 di Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan.


Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas, "Jenis atau istilah adat rukun kematian Kaharingan meliputi Ngalangkang, Nambak, Ngatet Panuk, Wara, Wara Nyalimat, Ijambe, Bontang, Kedaton, Manenga Lewu, Marabia.

Kegiatan semacam ini "Hanya boleh dilaksanakan dari bulan Mei sampai dengan September setiap tahun".


Ketentuan waktu lamanya upacara adat rukun kematian Kaharingan masing-masing:

    • Ngalangkang bisa paling lama 2 (dua) hari atau menyesuaikan tradisi leluhur.
    • Wara bisa 3 (tiga) hari, (tidak sampai memotong kerbau)
    • Wara bisa 5 (lima) hari membunuh kerbau
    • Wara Nyalimat 14 (empat belas) hari
    • Nambak bisa 3 (tiga) hari
    • Ijambe bisa 7 (tujuh) hari
    • Marabia bisa 7 (tujuh) hari
    • Manenga Lewu 7 (tujuh) hari
    • Kedaton bisa 9 (sembilan) hari
    • Ngatet Panuk 2 (dua) hari
    • Ngandrei Apui Ramai 3 (tiga) hari, dan 7 (tujuh) hari hanya untuk para tokoh. (Dari "http://id.wikipedia.org/wiki/Adat_rukun_kematian_Kaharingan").

    Wara di desa Kalahien nanti tergolong besar dan akan menyedot banyak kunjungan dari luar daerah sebagai mana yang pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. Upacara "Wara" di Desa Kalahien dalam ukuran besar terjadi pada tanggal 24 Juli 2009 dan diliput oleh berbagai media massa. KOMPAS menurunkan beritanya pada Selasa, 18 Agustus 2009 : " Menyaksikan Budaya  Upacara "Wara" di Tepian Barito, oleh : Canto Sapto Walyono.

    Salam dari Bartim


    Tugu Burung Enggang, di Pasar Panas
    Barito Timur

    Sudah hampir empat bulan aku berada di kabupaten lintas Kalimantan Tegah - Kalimantan Selatan (Kaltengsel). Kabupaten Barito Timur (Bartim) ini tak kalah eksotisnya dengan kabupaten-kabupaten lain di kalimantan pada umumnya. Sekilas sejarah, Kabupaten ini telah mekar dari Kabupaten induk (Barito Selatan) pada 10 April 2002, dari catatan BPS pada 2010 lalu, kabupaten ini memiliki kepadatan penduduk yang cukup rendah, yakni 384 Km2 dengan berpenghuni 96.820 jiwa saja.

    Kabupaten beribukota Tamiang Layang ini ternyata memiliki berbagai potensi mulai dari potensi yang sudah tergali dengan pencemaran tingkat tinggi seperti batu bara dan tambang lain, mamupun potensi yang belum tergali secara maksimal, mulai dari potensi wisata sampai potensi budaya dengan berbagai keunikan yang tak dimiliki wilayah lain di Indonesia. Jurnal sebelumnya aku juga melabeli kabupaten ini sebagai kabupaten versi beta.

    Eksotika budaya ini juga bisa kita jumpai pada upacara-upacara atau ritual kematian yang dilakukan oleh suku Dayak Maanyan (Suku mayoritas Kabupaten Bartim). Ritual ini menggambarkan kemuliaan dunia baru yang akan dituju oleh roh orang yang meninggal dunia (negeri arwah/tumpuk audiau) yang merupakan sebuah negeri kaya raya berpasir emas, berbukit intan, berkerikil manik-manik dan penuh dengan kesenangan, kesempurnaan yang berarti tidak ada lagi kesusahan serta tangisan.

    Ritual ini juga memiliki aturan dan hukumnya sendiri. kematian, terutama setelah kematian tatau matei yang meninggalkan sisa adanya mayat seperti sekarang, maka penyelenggaraan upacara kematian harus selalu dilaksanakan sesuai dengan keberadaan dan tingkat perekonomian masyarakat pendukungnya.

    Dalam perkembangan selanjutnya, penyempurnaan ini melahirkan berbagai bentuk upacara kematian seperti yang dilakukan sekarang ini. Untuk daerah hukum adat suku Dayak Maanyan yang meliputi wilayah Banua Lima, Paju Empat dan Paju Sepuluh terdapat bentuk-bentuk upacara kematian sebagai berikut:

    Ejambe, yaitu upacara kematian yang pada intinya pembakaran tulang si mati. Pelaksanaan upacaranya sepuluh hari sepuluh malam diikuti dengan ritual pendampingnya.

    Ngadatun, yaitu upacara kematian yang dikhususkan bagi mereka yang meninggal dan terbunuh (tidak wajar) dalam peperangan atau bagi para pemimpin rakyat yang terkemuka. Pelaksanaannya tujuh hari tujuh malam. upacara ini juga diikuti ritual pendampingnya.

    Mia, yaitu upacara membatur yang pelaksanaannya selama lima hari lima malam. Untuk upacara Mia aku kurang paham, apakah juga disertai ritual pendamping seperti jurnalku sebelumnya atau tidak.

    Ngatang, yaitu upacara mambatur yang setingkat di bawah upacara Mia, karena pelaksanaannya hanya satu hari satu malam. Dan kuburan si mati pun hanya dibuat batur satu tingkat saja.

    Siwah, yaitu kelanjutan dari upacara Mia yang dilaksanakan setelah empat puluh hari sesudah upacara Mia. Pelaksanaan upacara Siwah ini hanya satu hari satu malam. Inti dari upacara Siwah adalah pengukuhan kembali roh si mati setelah dipanggil dalam upacara Mia untuk menjadi pangantu keworaan (sahabat pelindung sanak keluarga).

    Isi dari berbagai upacara kematian biasanya berupa pergelaran berbagai kesenian atau tari-tarian tradisional Dayak Maanyan seperti Gintur, Giring-Giring, Dasas, Ebu Lele, dan sebagainya, jadi upacara kematian merupakan kesenangan belaka karena para pengunjung bebas untuk memperlihatkan kebolehannya.

    Selain potensi wisata budaya, kabupaten ini juga memiliki potensi wisata yang sampai saat ini masih dalam proses pencarian yakni, Liang Ulu yang terletak di Gunung Ulu, Desa Lalap, Kecamatan Patangkep Tutui. Ulu merupakan bahasa dayak ma'anyan yang berarti "kepala" dalam bahasa Indonesia.

    Menurut masyarakat setempat Liang Ulu merupakan sebuah gua di mana mulut guanya hanya bisa dimasuki oleh satu orang, akan tetapi semakin kedalam ruangannya semakin lebar. Di dalam Liang Ulu ini terdapat tulang belulang dan tengkorak kepala manusia. Dan di antara tulang belulang dan tengkorak kepala manusia tersebut terdapat tengkorak kepala manusia yang berukuran diatas normal (raksasa).

    Wisata ini merupakan aset kabupaten Bartim yang cukup menarik untuk dikembangkan, ditambah lagi nilai positif yakni menghidupkan kegiatan masyarakat sekitar area wisata. Jadi sudah sepatutnya pak Bupati atau pejabat terkait untuk membuat sayembara/ekspedisi dalam upaya pencarian situs wisata ini.

    Mengunjungi New OHD Museum Magelang

    [new OHD museum magelang]

    Menarik juga mengunjungi New OHD Museum yang didominasi warna merah hitam belaka . Museum pribadi milik Oei Hong Djien yang boleh dikunjungi siapa saja ini berada di Jl Jenggolo No 14 Magelang Jawa Tengah. Ketika admin situs tips wisata murah mampir kemarin diberitahu oleh penjaga, kalau New OHD Museum masuk Guiness Book of Record pada tanggal 23 April 2012 mendatang

    New OHD Museum ini menyimpan banyak lukisan dan sketsa. dan beberapa patung kayu yang unik. terlihat lukisan Affandi yang terkenal itu. dan lukisan karya Sudjojono, Hendra Gunawan H. dan Widayat juga turut dipajang dalam daftar koleksi museum seni rupa New OHD di magelang tersebut. Karya lukis para maestro yang diasumsikan sebagai saksi perjuangan bagsa indonesia ini terkesan sangat menonjol dan seperti mempunyai daya tarik tersendiri. Kurang tahu ketika admin situs tips wisata murah melihat patung kayu itu seperti terkesan hidup, terutama pada bola mata yang seakan mengawasi terus.

    New OHD Museum setiap hari selasa ditutup. Namun pada hari hari biasa dibuka mulai jam 10.00-18.00 WIB. Boleh juga kalau pas lewat magelang dari arah yogyakarta atau semarang mampir ke museum ini meneggok koleksi karya maestro seni lukis indonesia. Dan klau anda suka kuliner. boleh tu nyobain kuliner magelang.