Wisata Gerilya Aceh, Napak Tilas Persembunyian GAM

Wisata Gerilya Aceh, Napak Tilas Persembunyian GAM

iBerita.com – Sejak status Daerah Operasi Militer (DOM) diberlakukan di Aceh, kawasan hutang dan gunung-gunung di Aceh menjadi tempat persembunyian kelompok Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Mereka terus bergerilya mempertahankan diri dari prajurit TNI yang bertugas di daerah itu.

Kini setelah kesepakatan perdamaian tercapai, kawasan tersebut dialihfungsikan menjadi sebuah area wisata yang menarik. Wisata yang bernuansa petualangan itu disajikan kepada para turis yang ingin merasakan sensasi perjalanan dalam perang gerilya. Menariknya, banyak mantan anggota GAM yang kini menjadi pemandu wisata alam.

Paket wisata gerilya ini pertama kali dicetuskan oleh Aceh Explorer. Mereka memilih mantan pejuang GAM dan korban konflik sebagai pemandu wisata. Alasannya sederhana, mereka memiliki banyak keahlian yang dibutuhkan untuk memandu para turis menikmati perjalanan di hutan dan melakukan aksi-aksi penyelamatan jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Tentu saja sebagai mantan prajurit GAM, para pemandu ini sudah sangat hafal dengan rute-rute yang dahulu mereka lalui. Wisata gerilya merupakan hal baru yang unik di Indonesia. Boleh jadi ini hanya dapat ditemukan di Aceh. Aceh Explorer sejauh ini telah mengembangkan Wisata Gerilya di lokasi-lokasi tertentu di Aceh.

Untuk memperluas informasi tentang wisata ini, promosi telah dilakukan dengan membuat fanpage Facebook Jelajah Aceh. Paket tur wisata ini mendapat tanggapan positif dari banyak pengunjung dan kini wisata ini telah eksis hampir 5 tahun. Lokasinya pun sudah berkembang di beberapa titik di provinsi terserbut.

Layanan yang diberikan Tim Aceh Explorer sering menghadirkan kesan menarik pada banyak wisatawan. Bahkan di antara wisatawan tersebut ada yang berucap, “Loen gisa lom u Aceh!” Atau jika diterjemahkan, “Saya akan kembali ke Aceh!”. Apakah Anda tertarik? Silahkan mencoba.

Tempat Wisata Di Aceh Yang Terkenal

By Hadhara Rizka

Ada Rencana berwisata ke Aceh? Anda tentu saja tidak boleh melewatkan beberapa Tempat Wisata Di Aceh Yang Terkenal di Indonesia maupun di Dunia, tempat tempat yang cukup direkomendasikan. menilai terkenal atau tidaknya tempat wisata di Aceh Ini diukur oleh beberapa faktor misalnya keindahan alam aceh, wisata budaya, wisata alam atau yang sering dikunjungi juga oleh turis asing untuk berlibur atau melakukan penelian. Lalu jika demikian di mana saja tempat yang sering dikunjungi sebagai objek wisata aceh yang dikenal ini?

Tempat Wisata Di Aceh

Danau Laut Tawar Takengon Aceh Tengah

Wisata Danau Laut Tawar Aceh Tengah
Wisata Danau Laut Tawar Aceh Tengah

Lokasi Wisata di Aceh yang pertama adalah Danau Laut Tawar, sebuah danau dan kawasan wisata yang terletak di Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh. Disisi barat danau ini terdapat sebuah kota kabupaten yaitu kota TAKENGON, yang juga merupakan ibu kota Kabupaten Aceh Tengah. Suku Gayo menyebut danau ini dengan sebutan Danau Lut Tawar. Luasnya kira-kira 5.472 hektare dengan panjang 17 km dan lebar 3,219 km. Volume airnya kira-kira 2.537.483.884 m³ (2,5 triliun liter). tempat populasi ikan depik (id.wikipedia.org)

Danau Laut Tawar yang terletak di Dataran Tinggi Gayo tampak semakin indah karena dikelilingin oleh bukit barisan, sehingga wisatawan yang datang ke Daerah Sejuk ini mendapatkan wisata alam sekaligus yaitu danau dan gunung. Selain Danau Laut Tawar sendiri yang menjadi daerah wisata paling terkenal di Aceh Tengah bahkan di provinsi Aceh sendiri ada beberapa Objek wisata lain di takengon seperti Air Terjun Mengaya, Gua Putri Pukes, Pantan Terong, Gua Loyang Koro, Kebun Apel, dan masih banyak lagi objek wisata alam yang masih original dan sudah diberdayakan menjadi daerah kunjungan wisatawan. Satu Lagi, jangan lupa mampir untuk mencicipi Kopi Gayo Arabika yang mendunia. Pastikan jika datang ke Negeri Gayo tidak akan cukup sehari untuk menikmati wisata yang ada, pastikan anda memilih penginapan atau hotel terbaik di takengon

Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh

Museum Tsunami Aceh
Museum Tsunami Aceh

Tempat Wisata Sejarah di Aceh yang cukup dikenal adalah Museum Tsunami  yang terletak di Jl Iskandar Muda Banda Aceh. Luas dari museum ini kurang lebih adalah 2500 meter persegi. Museum ini dibangun untuk mengenang bencana Tsunami Aceh beberapa tahun silam, selain sebagai tempat kunjungan wisata, museum ini di desain sebagai tempat evakuasi bencana untuk masyarakat di sekitar banda aceh. Jika mampir ke Ibukota Provinsi Aceh ini sangat disayangkan jika anda melewatkan moment tanpa singgah ke museum Tsunami yang saat ini menjadi salah satu ikon pariwisata aceh terutama ketika ada event besar di aceh.

Tugu KM 0 Indonesia di Sabang

Tugu KM 0 Sabang Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke, Itulah Indonesia. Berkunjung ke Aceh jangan lupa menambahkan Tugu KM 0 Indonesia ini kedalam daftar kunjungan anda sebagai tempat wisata sejarah di Aceh, daerah yang masih asri dan menyimpan sejarah ini bukan hanya sebatas kunjungan biasa karena anda langsung disuguhkan pemandangan alam kota sabang yang dikenal dunia dengan sebutan weh island. Sebuah pulau yang berada di aceh ini tak jarang di kunjungi oleh turis asing.

Berkunjung ke KM 0 RI adalah kesempatan yang tidak selalu ada bagi anda, jangan lupa memiliki sertifitkat kunjungan sebagai bukti anda telah menjejaki pulau cantik di provinsi aceh ini.
Itu Saja Beberapa Tempat Wisata Di Aceh yang pantas untuk anda kunjungi, masih banyak sekali tempat wisata yang belum hadhara sebutkan tunggu saja pada kesempatan berikutnya.

Gubernur: Aceh Miliki 800 Destinasi Wisata Menarik



SERAMBI INDONESIA/BUDI FATRIA Wisatawan asal Rusia mengabadikan Monumen Tsunami PLDT Apung saat berkunjung di Gampong Punge Blang Cut, Banda Aceh, Selasa (25/12/2012).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Gubernur Aceh Zaini Abdullah menyebutkan, daerahnya memiliki sekitar 800 lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi wisatawan dan tersebar hampir merata di wilayah itu.

"Karena itu, pariwisata merupakan sektor yang sangat potensial di Aceh. Sangat banyak lokasi wisata di Aceh yang menarik dan berkualitas," katanya di Sabang, Minggu (31/8/2014).

Hal itu disampaikan gubernur dalam pidato tertulis yang dibacakan Wali Kota Sabang Zulkifli H Adam saat menutup acara pemilihan Duta Wisata Aceh 2014.

Lokasi wisata yang menarik untuk dikunjungi itu yakni wisata alam, budaya maupun minat wisata khusus yang khas dan tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.

Gubernur juga menjelaskan, setelah pencanangan tahun kunjungan wisata pada 2013, berdampak meningkatnya wisatawan ke Aceh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.



SERAMBI / BEDU SAINI Wisatawan mancanegara berselancar di Pantai Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (24/8/2014). Pantai Lhoknga merupakan salah satu tempat wisata di Aceh dengan berbagai rekreasi, seperti berselancar dan snorkeling (selam permukaan).

Disebutkan, jumlah wisatawan asing ke Aceh sekitar 28.900 orang pada 2012. Sedangkan 2013, terjadi peningkatan sekitar 80 persen, yaitu sekitar 40.500 orang.

"Namun saya ingatkan agar masyarakat tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Karena jika dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia, maka jumlah kunjungan wisatawan ke Aceh masih sangat kecil," kata gubernur.

Untuk itu, lanjut Gubernur Aceh, diperlukan peningkatan kampanye dan promosi sambil memperbaiki sarana dan pra sarana wisata untuk memanjakan pengunjung yang datang.

Menurut Zaini, ketertarikan wisatawan itu tentu saja akan berimbas baik bagi pembangunan Aceh karena kehadiran mereka tentu saja akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di provinsi ujung paling barat Indonesia ini.

Gubernur menjelaskan, ajang pemilihan Duta Wisata yang digelar setiap tahun merupakan bagian dari kampanye Aceh ke dunia luar.



SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Pengunjung melintas depan Gedung Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, Kamis (21/2/2013). Selain berisi informasi tentang gempa dan tsunami, museum berlantai empat dengan arsitektur modern yang dibangun tahun 2007 tersebut juga diperuntukkan sebagai tempat evakuasi bencana alam.

Karenanya syarat untuk menjadi Duta Wisata Aceh tidaklah mudah, selain harus memiliki kemampuan dan pengetahuan di bidang pemasaran dan kepariwisataan, duta wisata juga dituntut untuk menguasai bahasa asing, berkepribadian serta memiliki pemahaman agama yang baik serta wawasan di bidang seni dan budaya daerah.

Ainul Fadlan yang merupakan "Agam" (pria) perwakilan Kabupaten Aceh Utara dan Devi Pratiwi selaku "Inong" (wanita) Sabang terpilih sebagai Duta Wisata Aceh 2014.

Aceh Culture Festival Hibur Warga

Aceh Culture Festival Hibur Warga

TEMPO.CO, Banda Aceh - Selain pameran kekayaan adat dan budaya dalam Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke-6, masyarakat Aceh dihibur dengan ajang kegiatan seni lainnya, yaitu Aceh Culture Festival 2013. Acara ini digelar Jumat malam, 20 September 2013 di pelataran parkir Stadion H Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Seribuan warga dihibur dengan aneka musik etnik.

Malam pembukaan dimeriahkan oleh Niken KDI, Rahmi Idola Cilik, dan Cut Ika Liana (Juara Bintang Radio se-Asia Tenggara), Tari Ratoh Jaroe, serta berbagai penampilan lainnya.

Director Show Aceh Culture Festival, Ayi Sarjev, mengatakan Aceh Culture Festival adalah bagian dari Pekan Kebudayaan Aceh yang dibuka Presiden Indonesia. "Aceh Culture Festival menampilkan panggung musik yang variatif, seperti Pop, Rock, dan Etnik," katanya.



Aceh Culture Festival juga memperlombakan Musik Akustik Aceh yang diikuti 20 peserta (grup band), dari berbagai daerah di Aceh. Mereka akan tampil di antara penampilan seni-seni persembahan lainnya dalam Aceh Culture Festival yang akan digear beberapa hari ke depan. Adapun pengumuman pemenang akan dilakukan pada malam puncak, Sabtu pekan depan.

Berbagai atraksi nantinya tampil, seperti lawak Aceh, sirkus, sulap, teater, musik sampah, pemenang juara pertama tari Ratoh Jaroe se-Jakarta, serta penampilan berbagai artis Aceh dan nasional.
Aceh Culture Festival juga menyuguhkan sejumlah pameran dari berbagai element, seperti otomotif, kuliner, style, dan sejumlah produk dan jasa di Aceh yang masing-masingnya telah memiliki stand di areal acara depan Stadion Lampineung. ***
ADI WARSIDI

Jadi Desa Wisata Warga Lubok Sukon Siap Terima Pengunjung



Ingin melihat turis manca negara menanam padi di sawah atau melakukan kebiasaan-kebiasan orang Aceh? Tak lama lagi hal itu bisa kita lihat di Gampong Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar.

Sejak ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh pada 15 Oktober 2012 lalu, desa ini memang dipersiapkan untuk menerima kunjungan wisatawan baik lokal maupun manca negara.

Nantinya, wisatawan yang datang ke desa tersebut bisa berbaur dengan masyarakat setempat. Mereka bisa melakukan aktivitas bersama warga setempat seperti ke sawah, bercocok tanam, beternak atau belajar mengolah masakan khas Aceh.

Para wisatawan yang datang untuk menikmati berbagai panorama pedesaan, mereka bisa menikmati kehidupan layaknya orang desa, nanti mereka akan menginap di rumah masyarakat, ujar Fauzi Yunis, Geuchik Gampong Lubuk Sukon kepada The Atjeh Post.

Fauzi pun menyatakan kesiapan warganya dalam menyukseskan program pemerintah tersebut. Namun katanya, para wisatawan yang berkunjung ke desa tersebut harus menghormati ketentuan-ketentuan yang berlaku di desa itu.

Kami tidak takut dengan masuknya kebiasaan lain ke desa kami. Para wisatawan yang datang harus mengikuti beberapa persayratan. Misalnya untuk yang non muslim tidak boleh memakai pakaian yang mini, katanya.

Seorang warga yang ditemui The Atjeh Post juga menyatakan kesiapannya. Di lain pihak mereka mengaku bangga karena desanya terpilih dalam program untuk mendukung visit Aceh year 2013.

Kami senang dan bangga, bagus sekali jika desa kami dapat dikunjungi dan bisa dinikmati oleh wisatawan. Kami juga berharap dengan adanya program ini desa kami bisa lebih tertata dan lebih asri dari sebelumnya,

sumber : www.atjehpost.com

Begini Caranya Sampai ke Desa Wisata Lubok Sukon



Memiliki luas wilayah 112 hektar yang terbagi menjadi empat dusun yaitu Dusun Darussalihin, Makmur, Darul Ulum dan Dusun Darussalam, Desa Lubuk Sukon yang berada di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar kini resmi menjadi Desa Wisata setelah ditetapkan pada 15 Oktober 2012 lalu oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Ditetapkannya desa tersebut sebagai Desa Wisata bukan tanpa pertimbangan. Secara kasat mata desa tersebut mencerminkan miniatur adat dan budaya Aceh.Hingga kini rumah-rumah penduduk di desa itu 60 % masih berupa rumoh Aceh, yaitu rumah berbentuk panggung hingga ketinggian dua meter yang menjadi rumah tradisional orang Aceh. Rumah tersebut umumnya dibangun pada periode 1950-1980-an. Sedangkan rumah permanen lainnya umumnya dibangunan setelah tahun 1980.

Selain itu pagar-pagar pembatas antara satu rumah dengan rumah yang lain juga masih sangat alami. Mereka masih memanfaatkan tanaman bonsai jenis untuk dijadikan pagar.Suasana desanya asri dan hijau karena masih banyak pohon-pohon besar, membuat desa ini terasa sejuk dan udaranya bersih. Ruas jalannya juga bersih, tak ada sampah atau pun kotoran hewan ternak.

Bagaimana caranya bisa sampai ke Desa Wisata tersebut? Meski berada di kawasan Aceh Besar, akses untuk sampai ke desa tersebut sangat mudah. Dari Banda Aceh jaraknya hanya terpaut sekitar 13 kilometer, atau sekitar 15-20 menit waktu tempuh dengan kendaraan roda dua.

Dari Bundaran Lambaro hanya perlu menempuh jarak sekitar tiga kilometer lagi. Setelah sampai di Desa Lambarih, di Jalan Banda Aceh-Medan kita hanya perlu berbelok ke kiri untuk bisa sampai ke desa ini. Setelah melewati jembatan penghubung yang membelah krueng Aceh sampailah kita di Desa Wisata tersebut.

Saat masih berada di jembatan, pesona Lubok Sukon mulai terlihat. Bila kita datang ke sana di pagi hari suasana sejuk dan hawa segar masih sangat terasa. Ditambah dengan keramahan warga setempat, menggambarkan karakter masyarakat Aceh yang hangat dan suka memuliakan tamu.
sumber : www.atjehpost.com

Aceh - Air Terjun Akang Siwah



Wisata Air Terjun Akang Siwah terletak di Kabupaten Gayo Lues suatu Kabupaten di Aceh yang beribukota di Blangkejeren dan hasil pemekaran dari kabupaten Aceh Tenggara, terletak pada koordinat 3°40'46,13"€ - 4°16'50,45"€ LU 96°43'15,65"€ - 97°55'24,29", secara geografis wilayah ini mempunyai luas wilayah mencapai 5.719 km yang terbagi dalam 11 kecamatan dan 97 desa. Kabupaten ini berada di gugusan bukit barisan, yang sebagian besar adalah area Taman Nasional Gunung Laoser yang telah di canangkan sebagai warisan dunia.

Obyek wisata ini merupakan wisata alam yang mempesona dan masih sangat alami. Cocok bagi anda yang ingin merasakan ketenangan dan merasakan kesejukan. Wisata Alam Air Terjun Akang Siwah hanya berjarak 6 km dari ibukota Blangkejeren, air terjun ini memiliki panorama tiga tingkat (8 m, 14 m dan 40 m). anda bisa menuju ke sana dengan menggunakan sepeda motor ataupun mobil.