Tempat Wisata di Gunung Kidul dan Sekitarnya [Terpopuler]

Bila Anda memilih Jogja sebagai tempat liburan wisata, maka pastikan Anda mengetahui tempat wisata Gunung Kidul yang sangat banyak untuk bisa Anda kunjungi. Wisata alam merupakan wisata yang paling banyak Anda temukan di kawasan ini, terutama bagi para pecinta wisata pantai. Di sini kita bisa menemukan banyak sekali pantai yang indah untuk dikunjungi. Nah, sebagai sedikit referensi saja untuk Anda, berikut ini beberapa tempat wisata di Gunung Kidul yang masuk dalam jajaran Tempat Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta paling ramai di kunjungi wisatawan :

1. Pantai Gesing . Objek Wisata Pantai yang ada di Kecamatan Panggang menyajikan pesona pantai yang indah. Di sini menjadi kampung nelayan dan Anda bisa menikmati masakan ikan segar yang langsung ditangkap di laut.

2. Pantai Nguyahan yang ada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosar. Pemandangan pantai ini sangat bersih dan indah, cocok dijadikan sebagai tempat untuk benar-benar bisa refreshing.

3. Pantai Ngobaran yang ada di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosar. Di pantai ini terdapat bangunan pura dan biasa diadakan upacara keagamaan setiap tahunnya.

4. Pantai Ngrenehan yang ada Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari. Pantai ini menjadi pelabuhan para nelayan dan biasanya dijadikan sebagai pasar ikan segar. Sangat menarik dikunjungi jika Anda ingin menikmati ikan yang benar-benar masih segar.

5. Pantai Baron yang ada Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Di pantai ini cukup unik karena tersedia sungai aliran bawah tanah. Fasilitas hotel dan tempat makan juga tersedia lengkap di sini.

6. Pantai Kukup yang ada Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari. Tempat wisata ini dijuluki sebagai Tanah Lotnya Pulau Jawa. Di pantai ini terdapat fasilitas yang sangat lengkap seperti jembatan, akuarium laut, hotel, gardu pandang, rumah makan dan sebagainya.

7. Pantai Ngandong yang ada di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus.

Di tempat objek wisata bahari yang satu ini , wisatawan bisa mencoba berlayar bersama para nelayan untuk diantar melihat umbul air yang sangat indah, yakni air tawar yang keluar dari dasar laut. Wisata unik ini disukai banyak pengunjung.

Tempat Wisata Di Semarang dan Sekitarnya [Terpopuler]

Tempat wisata di Semarang mampu memukau siapa saja yang mengunjunginya.Semarang merupakan ibukota terbesar ke lima yang ada di Negara Republik Indonesia. Di kota ini terdapat berbagai tempat wisata menarik yang dapat menjadi obyek wisata menarik. Selain tempat tempat yang memukau, keindahan alamnya juga menarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Berikut adalah beberapa tempat tempat wisata yang ada di Ibu Kota Jawa Tengah ini :

a. Pantai Maron
Pantai yang berada di sebelah barat kota semarang ini merupakan tempat wisata yang memukau dan eksotis yang menjadi tempat wisata menarik di Semarang. Letaknya tidak terlalu jauh dari Bandara Ahmad Yani Kota Semarang, hanya beberapa ratus meter ke utara dari bandara tersebut. Keindahan pantai nan eksotis membuat pantai ini amat ramai dikunjungi oleh wisatawan yang akan menikmati liburan bersama teman, keluarga, kekasih bahkan seorang diri.

b. Lawang Sewu
Sebuah gedung kuno di Ibukota Jawa Tengah yang di beri julukan Lawang Sewu ini berdiri sekitar tahun 1940 yang kini menjadi tempat wisata menarik di kota Semarang. Dibangun oleh kebangsaan Belanda dan dulunya difungsikan sebagai kantor perusahaan kereta api milik Belanda. Diberi julukan lawang sewu karena banyaknya puntu dan jendela yang ada di gedung tersebut. Kemegahan bangunannya dan penjara bawah tanah yang ada di bawah bangunan tersebut membuat tempat wisata lawang sewu ini menjadi semakin menarik.

c. Masjid Agung Jawa tengah
Masjid yang berada di jalan Gajah Raya ini menjadi tempat wisata di kota Semarang yang unik dan menarik. Karena kemegahannya, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah namun juga telah menjadi tempat kegiatan wisata. Masjid Gajah Raya adalah salah satu mahjid termegah yang dimiliki Indonesia.

d. Air terjun kali mancur
Salah satu tempat wisata di kota Semarang yang paling terkenal adalah air terjun kali mancur. Tempat wisata alam yang berlokasi di Desa Nogosaren ini memiliki air mancur dengan ketinggian sekitar 150 meter. Lokasi yang masih alami dan asri ini dilengkapi dengan bebatuan, tanaman menjulang hijau serta pohon pohon tinggi yang membuat udara semakin sejuk.

Beberapa tempat diatas adalah beberapa tempat yang dapat menjadi referensi anda untuk berkunjung dan berwisata saat anda berada di kota Semarang. Mulai dari tempat dengan bangunan tua, sampai dengan tempat yang sangat alami seperti air terjun kali pancur. So, jangan ragu lagi untuk menjadikan tempat wisata di Semarang sebagai pilihan wisata terindah dalam hidup anda.

Tempat Wisata Di Purbalingga dan Sekitarnya [Terpopuler]

 Keindahan tempat wisata di Purbalingga sungguh membuat takjub siapa saja yang mengujunginya. Purbalingga merupakan salah kabupaten / kota yang ada dikawasan provinsi Jawa Tengah ( Tempat Wisata di Jawa Tengah ). Pada tempat ini anda akan bisa menikmati beberapa objek wisata alami maupun buatan yang bisa menjadi pengalaman tak terlupakan bagi hidup anda. Diantara beberapa tempat wisata di Purbalingga yang menawan hati ini yaitu :

Referensi Tempat Wisata di Purbalingga yang Eksotik
Jumlah tempat wisata di daerah Purbalingga cukup banyak jenisnya. Namun, tak semua objek wisata disana yang selalu ramai dikunjungi oleh kalangan wisatawan. Hanya beberapa tempat wisata di Purbalingga saja yang memiliki jumlah wisawatan melimpah setiap harinya. Beberapa nama objek wisata di Purbalinggan yang ramai dengan pengunjung ini antara lain yaitu :

1. Objek Owabong
Tempat wisata ini ada di daerah Purbalingga dengan kelebihannya yang berupa tempat wisata air. Objek Owabong dikenal dengan tempat wisata air yang membuat betah pengunjungnya untuk bermain air disana. Bagi kalangan pengunjung yang datang ketempat ini biasanya akan disuguhkan kesegaran mata air pegunungan yang dingin dan menyejukkan. Ketersediaan sarana bermain air berupa waterboom, Gokar, dan Fun Rating membuat waktu berlibur di objek Owabong menjadi kenangan yang tak pernah dilupakan.

2. Desa Karang Banyar
Nuansa alam yang asri bisa anda temui di tempat ini. Pergeseran kemajuan zaman yang membuat wilayah pemukiman menjadi wilayah industri menjadikan orang sulit untuk menemukan wilayah asri dengan nuasa alam yang kental. Namun, keinginan anda untuk bisa menjumpai wilayah desa yang alami dan asri ini akan segera terjawab melalui pembentukan desa wisata Karang Banyar.

3. Purbasari Pancuran Mas
Tempat wisata di Purbalingga ini cukup dikenal dengan nama RiverWorld. Hal ini dikarenakan koleksi ikan air tawar berupa arwana, piranha, dan ikan raksasa arapaima gigas yang berasal dari sungai amazon dapat anda temukan diwilayah ini. So, bagi anda yang suka dunia peliharaan ikan maka inilah solusi tempat wisata di Purbalinggan yang tepat bagi anda.

Museum Jawa Tengah yang Luar Biasa



Siapa yang tak kenal museum? Semua orang pasti tahu apa itu museum. Tapi yang jadi masalahnya sekarang adalah tidak banyak orang yang suka menghabiskan waktunya di museum. Kalau saja tidak ada perintah atau tugas khusus dari sekolah, anak-anak masa sekarang mungkin tidak akan pernah datang ke museum. Bagiku, museum adalah salah satu tempat wisata edukasi yang paling aku sukai sejak kecil.

Beberapa waktu lalu aku mengajak beberapa temanku untuk berwisata. Sekali-kali perlulah kita berwisata sejenak supaya tidak penat karena terlalu sering bekerja. Tempat yang jadi tujuan kali ini adalah Kota Semarang. Tentunya adalah Museum Jawa Tengah Ronggowarsito.

Museum ini berada di dekat bundaran Kalibanteng. Satu wilayah dengan pintu masuk menuju bandara Ahmad Yani. Waktu kami dating ke museum, kebetulan sedang dalam masa renovasi. Jadi ada beberapa wilayah museum yang masih tertutup. Untuk bisa masuk ke dalam museum setiap pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp. 4000,-. Cukup murah bukan. Daripada harus jalan-jalan ke mall yang nantinya akan habis uang banyak dan tidak mendapatkan ilmu apapun.



Ketika kita masuk ke dalam museum kita akan disambut sebuah Kayon raksasa. Di ruangan pertama tersebut juga dijelaskan tentang sejarah museum Ronggowarsito tersebut. Selain itu juga tertera foto-foto dan denah-denah dari museum yang sedang kita kunjungi ini.

Di ruangan selanjutnya kita akan masuk ke wahana geografi. Di ruangan ini kita bisa belajar tentang lapisan tanah dan juga macam-macam jenis bebatuan yang ada di Indonesia, terutama Jawa Tengah. Selain itu kita juga bisa mengetahui bagaimana proses terjadinya gempa dan gunung meletus.



Bagian selanjutnya adalah ruangan prasejarah. Ketika kita masuk ruangan ini kita akan disambut dengan sebuah patung gajah purba berukuran besar. Kemudian kita juga bisa melihat fosil gading dari gajah-gajah purba yang pernah ditemukan di Jawa Tengah. Selain itu pula kita juga akan ditunjukkan dengan tulang-tulang yang diduag milik para manusia purba yang pernah hidup di Jawa Tengah.

Setelah itu kita akan ditunjukkan budaya yang berkembang di seluruh Jawa Tengah. Mulai dari bermacam-macam bangunan juga kehidupan masyarakat asli jawa pada umumnya. Tidak hanya bangunan saja namun juga hasil kreasi budaya masyarakat Jawa pada umumnya.



Semakin masuk ke dalam kita ditunjukkan perkembangan masyarakat yang hidup di Jawa Tengah pada era modern. Ada contoh bermacam-macam uang yang pernah beredar di Indonesia pada jamn dulu hingga sekarang.

Sebenarnya masih banyak yang bisa kita pelajari dari museum ini. Juga ruangan-ruangan yang pada saat kami kunjungi tertutup karena sedang direnovasi. Karena terlalubanyaknya, saya tidak bisa menceritakan satu persatu apa yang ada di dalam museum Ronggowarsito. Alangkah baiknya teman-teman datang sendiri ke sana dan menikmati luar biasanya museum ini.

Selamat jalan-jalan dan belajar di Museum Ronggowarsito bersama teman atau keluarga.

Kayon: Gunungan sebagai penanda babak baru pembuka lakon dalam cerita pewayangan.

Baru Dua Desa Wisata "Layak Jual" di Jateng



KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMOKompleks Candi Arjuna di Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Kompleks candi Hindu peninggalan dari abad ke-7 memiliki tujuh candi yaitu Semar, Gatotkaca, Puntadewa, Srikandi, Sembadra, Bima dan Dwarawati.

SEMARANG, KOMPAS.com - Di Jawa Tengah terdapat 125 desa wisata tersebar di beberapa kabupaten kota. Namun baru ada dua desa wisata yang layak jual di pasar internasional yaitu Desa Wisata Dieng dan Desa Wisata Borobudur.

"Jumlah desa wisata mencapai 125 desa di Jateng. Tapi baru dua itu yang layak," kata Kabid Pemasaran Disbudpar Jateng, Trenggono, di Hotel Citradream, Jalan Imam Bonjol, Selasa (23/9/2014).

Trenggono mengatakan, dua desa itu sudah memenuhi beberapa aspek untuk disebut berkualitas. Sarana dan prasarananya sudah mumpuni. Tidak hanya itu, sumber daya manusia (SDM) di dua desa tersebut juga sudah matang. Dari sisi paket wisata pun sudah siap.



Kristianto Purnomo-Fikria HidayatLanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.

Namun demikian, menurut Trenggono, bukan berarti desa wisata lain tidak berkualitas dan tidak latak dikunjungi. Banyak desa wisata yang juga jadi rujukan wisatawan, tidak hanya lokal tapi juga internasional. "Contohnya Kampung Batik Laweyan di Solo atau Kampung Batik Masaran di Sragen," terangnya.

Jawa Tengah juga punya beberapa titik wisata jamu. Mayoritas perusahaan jamu di Indonesia berpusat di Jawa Tengah. Masing-masing dari mereka punya taman sendiri untuk dikunjungi wisatawan yang ingin mengenal proses pembuatan jamu. (Bakti Buwono)

Editor: I Made Asdhiana
Sumber: Tribun Jateng

13 Tempat Wisata di Solo yang Patut Dikunjungi

13 Tempat Wisata di Solo yang Patut Dikunjungi

1. Keraton Surakarta Hadiningrat


Keraton Surakarta hadiningrat - solo

Keraton Surakarta Hadiningrat adalah kraton peninggalan kerajaan Mataram islam yang menjadi saksi sejarah perkembangan kota Surakarta. Dengan arsitektur Jawa asli yang sudah di pengaaruhi system Barat, Bangunan ini tampak megah walaupun masih menampilkan ciri dari Solo itu sendiri.
Keraton Surakarta atau nama resminya Keraton Surakarta Hadiningrat, merupakan sebuah tempat bersejarah yang tidak boleh dilewatkan ketika berkunjung di Solo.

Dibangun secara bertahap oleh Sunan Paku Buwono II pada tahun 1744, menjadikan Keraton Surakarta Hadiningrat menjadi tempat yang eksotis yang menyimpan banyak nilai sejarah. Secara fisik Keraton Surakarta memiliki banyak kesamaan dengan Keraton Yogyakarta dikarenakan salah satu arsiteknya yaitu Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengkubuwana I, yang menjadi arsitek utama Kraton Yogyakarta. Keraton Surakarta terletak tepat di pusat kota, berdekatan dengan beberapa landmark kota Solo, seperti Balai Kota, Pasar Klewer dan Pasar Gede. Beragam saranin - Kana transportasi bisa di gunakan untuk meninjau lokasi seperti becak dan andong.

Harga tiket masuk :
    • Wisatawan Domestik: Rp 10.000,-
    • Domestik Rombongan: Rp 8.000.-
    • Wisatawan Asing: Rp 15.000.-
    • Ijin Foto/ Kamera: Rp 3.500.-
Jam Buka:
    • Senin - Kamis: 09.00 -14.00 wib
    • Sabtu - Minggu: 09.00 - 15.00 wib
    • Jumat: Tutup

2. Pasar Klewer



Pasar Klewer adalah pasar batik terbesar di Indonesia, jadi sangat disayangkan bila dilewatkan, terutama bagi para pecinta belanja baik sebagai oleh-oleh khas batik khas Solo. Mulai dari batik cap katun seharga belasan ribu, hingga batik tulis sutra seharga jutaan rupiah tersedia disini. Pasar Klewer tidak hanya sebagai pusat perekonomian saja namun juga tujuan wisata belanja.

Pasar klewer dirintis pada masa penjajahan Jepang, dimana banyak penjajakan kain dan pakaian dengan cara digantung di pundak, karena dagangannya menjuntai tidak beraturan atau "kleweran". Dari kata kleweran itu nama Pasar Klewer diambil. Pasar Klewer ini terletakdi sebelah barat gapura Keraton Kasunanan Surakarta dan sebelah selatan Masjid Agung. Selain pedagang kain, disekitar Pasar Klewer juga terdapat penjual makanan yang khas yang juga menjadi tujuan wisata kuliner. Tiket masuk : Gratis (Namanya juga pasar n_n) Jam Buka: 09.00 -16.00 wib

3. Museum Purbakala Sangiran


Sangiran telah ditetapkan UNESCO sebagai salah satu World Heritage Site. Disitus ini ditemukan ribuan fosil yang jumlahnya hampir setengah dari seluruh fosil manusia purba di dunia. Museum ini berada di kawasan Sangiran yang dikenal dengan sebutan "Kubah Sangiran", kawasan ini merupakan lokasi situs yang mengandung banyak fosil mulai fosil manusia purba beserta peralatannya, hewan-hewan purba maupun tumbuh-tumbuhan yang hidup pada masa tersebut. Secara stratigrafis situs ini merupakan situs manusia purba terlengkap di Asia yang kehidupannya dapat dilihat secara berurutan dan tanpa terputus sejak 2 juta tahun yang lalu yaitu sejak Kala Pliosen Akhir hingga akhir Pleistosen Tengah. Ke Sangiran seolah anda dibawa kembali ke masa ribuan tahun lalu.
Harga Tiket Masuk :
    • Wisatawan Domestik : Rp 5.000.- (Rp 3.500.- Wilayah Sangiran + Rp 1.500.- Museum)
    • Wisatawan Asing : Rp 7.500.-
    • Penelitian/ Observasi : Rp 50.000.-
Jam Buka :
    • Selasa - Minggu : 08.00 - 14.30 wib
    • Senin : Tutup

4. Grojogan Sewu Tawangmangu


Tawangmangu menawarkan keindahnya yakni grojogan sewu di lereng gunung Lawu yang sangat menyegarkan jiwa, pemandangan yang indah akan membuat jiwa kita terasa fresh jika mengunjungi Tawangmangu. Tawangmangu terletak di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang dapat di tempuh selama satu jam dengan menggunakan kendaraan darat. Sambil menikmati keindahan Tawangmanggu, anda dapat menikmati sate kelinci dan landak, dan juga Tawangmangu merupakan sentra penghasil sayur dan buah .Ada beberapa lokasi yang sering menjadi lokasi tujuan wisatawan domestic maupun mancanegara, baik yang ada di KecamatanTawangmangu sendiri maupun daerah lain di sekitarnya yang dekat dapat diakses dari Tawangmangu, yaitu :
  1. Grojogan Sewu
  2. Air Terjun Pringgodani
  3. Puncak Lawu
  4. Sentra Tanaman Hias (Desa Nglurah)
  5. Bumi perkemahan
  6. Cemara Sewu
  7. Flying Foxwan
Harga Tiket Masuk :
    • Wisatawan Domestik : Rp 6.000.-
    • Wisata Asing : Rp 15.000.-
Jam Buka : 08.00 - 16.00 wib (Buka setiap hari)

5. Candi Prambanan

Prambanan Trimurti.jpg 
Candi Prambanan atau Candi Rara Jonggrang adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur), berdirinya candi ini telah memenuhi keinginan pembuatnya, menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Ada sebuah legenda yang selalu diceritakan masyarakat Jawa tentang candi ini. Alkisah, lelaki bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Karena tak mencintai, Jonggrang meminta Bondowoso membuat candi dengan 1000 arca dalam semalam.

Permintaan itu hampir terpenuhi sebelum Jonggrang meminta warga desa menumbuk padi dan membuat api besar agar terbentuk suasana seperti pagi hari. Bondowoso yang baru dapat membuat 999 arca kemudian mengutuk Jonggrang menjadi arca yang ke-1000 karena merasa dicurangi. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.

Harga Tiket Masuk :
    • Umum : Rp 30.000.-
    • Anak (3-6th) : Rp 12.500.-
Jam Buka : 08.00 - 17.00 wib (Buka setiap hari)

6. Waduk Gajah Mungkur



Waduk Gajah Mungkur adalah sebuah waduk yang terletak 3 km di selatan Kota kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Perairan danau buatan ini dibuat dengan membendung sungaiterpanjang di pulau Jawa yaitu sungai Bengawan Solo. Mulai dibangun pada akhir tahun 1970-an dan mulai beroperasi pada tahun 1978. Waduk dengan wilayah seluas kurang lebih 8800 ha di 7 kecamatan ini bisa mengairi sawah seluas 23600 ha di daerah Sukoharjo, Klaten, Karanganyar dan Sragen. Selain untuk memasok air minum Kota Wonogiri juga menghasilkan listrik dari PLTAsebesar 12,4 MegaWatt.

Untuk membangun waduk ini pemerintah memindahkan penduduk yang tergusur perairan waduk dengan transmigrasi bedol desa ke Sitiung, wilayah Provinsi Sumatera Barat. Waduk ini direncanakan bisa berumur sampai 100 tahun. Namun, sedimentasi yang terjadi menyebabkan umur waduk ini diperkirakan tidak akan lama. Perum Jasa Tirta Bengawan Solo kewalahan untuk melakukan perawatan terhadap Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri yang menjadi tugasnya. Kerusakan daerah aliran sungai (DAS) yang parah menyebabkan sedimentasi waduk sangat tinggiWaduk Gajah Mungkur juga merupakan tempat rekreasi yang sangat indah. Di sini tersedia kapal boat untuk mengelilingi perairan, juga sebagai tempat memancing.

Selain itu dapat pula menikmati olah raga layang gantung (Gantole). Terdapat juga taman rekreasi "Sendang" yang terletak 6 km arah selatan Kota Wonogiri. Pada musim kemarau, debit air waduk akan kecil dan sebagian dari dasar waduk kelihatan. Dasar waduk yang di pinggiran dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk menanami tanaman semusim, seperti jagung.

Harga Tiket Masuk :
    • Hari Biasa : Rp 5.100.-
    • Hari Libur/ Besar/ Minggu : Rp 7.600.-
Jam Buka : 08.00 - 17.00 wib

7. Pura Mangkunegaran



Pura Mangkunegaran didirikan oleh Raden Mas Said yang di kenal sebagai Pangeran Samber Nyawa yang dibangun pada tahun 1757. setelah penandatanganan Perundingan Salatiga pada tanggal 13 Maret. Raden Mas Said kemudian menjadi Pangeran Mangkoe Nagoro I. Istana Mangkunegaran terdiri dari dua bagian utama : pendopo dan dalem yang diapit oleh tempat tinggal keluarga raja. Hal yang menarik adalah keseluruhan istana dibuat dari kayu jati yang bulat/utub.

PENDOPO adalah Joglo dengan empat saka guru (tiang utama) yang digunakan untuk resepsi dan pementasan tari tradisional Jawa. Ada seperangkat gamelan yang dinamai Kyai Kanyut Mesem. Gamelan yang sebagaian besar masih lengkap ini dimainkan pada hari-hari tertentu untuk mengiringi latihan tarian tradisional. Di dalam DALEM terdapat Pringgitan, ruang dimana keluarga menerima pejabat. Ruangan ini juga digunakan untuk mementaskan wayang kulit. Di dalam pringitan, ada beberapa lukisan karya Basuki Abdullah, pelukis kenamaan Solo. Dalem juga digunakan untuk memajang berbagai koleksi barang peninggalan berharga yang bernilai seni dan sejarah yang tinggi.

Terdapat koleksi topeng-topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, kitab-kitab kuno dari jaman Majapahit dan Mataram, koleksi berbagai perhiasan emas dan koleksi beberapa potret Mangkunegoro.Pura Mangkunegaran juga memiliki perpustakaan yang disebut Rekso Pustoko. Koleksi topeng tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Solo, Jogjakarta, Cirebon, Madura dan Bali. Beberapa koleksi topeng dari China. Pengunjung dapat memperoleh berbagai souvenir dan cinderamata di Pare Anom art shop.

Harga Tiket : Rp 5.000.-

Jam Buka :
    • Senin - Sabtu : 09.00 - 14.00 wib
    • Minggu : 09.00 - 13.00 wib

8. Taman Hiburan Rakyat Sriwedari



Jika liburan bersama keluarga dan anak di Sriwedari lah tempat yang cocok karena banyak hiburan buat anak anda. Sejarah singkat, Pakubuwono X pada mulanya membuat Taman Sriwedari sebagai tempat rekreasi dan peristirahatan bagi keluarga kerajaan, terinspirasi mitos tentang keberadaan sebuah taman di surga. Pada awalnya, taman ini terletak di sebuah lokasi yang dinamakan Kebon Rojo atau Taman Raja. Saat ini, taman rekreasi ini mempunyai beberapa fasilitas hiburan baik untuk anak kecil maupun dewasa, restoran-restoran kecil, dan stan penjualan suvenir. Di dalam kompleks taman ini juga terdapat sebuah atraksi yang terkenal yaitu wayang orang. Atraksi ini digelar tiap malam, menampilkan penari wayang orang dan penyanyinya.

Harga Tiket Masuk :
    • Rp 7.000.- THR Sriwedari
    • Rp 3.000.- Gedung Wayang Orang
Jam Buka :
    • 10.00 - 22.00 wib THR Sriwedari (Buka setiap hari)
    • 20.00 - 23.00 wib Gedung Wayang Orang (Hari Minggu Tutup)

9. Museum Radya Pustaka



Untuk melihat benda-benda peninggalan sejarah seperti buku-buku kuno, pusaka adat, wayang kulit maupun arca yang berasal dari jaman Hindu - Budha disinilah tempatnhya. Museum ini merupakan museum yang tertua di Indonesia yang di bangun pada 28 Oktober 1980 oleh Kanjeng Adipati Sosrodiningrat IV, Pepatih Dalem pada masa pemerintahan Paku Buwono IX dan Paku Buwowo X. Museum Radya Pustaka juga memiliki perpust akaan yang menyimpan beraneka buku-buku budaya dan pengetahuan sejarah, seni, dan tradisi serta kesusas traan baik yang di tulis dalam bahasa Jawa Kuno maupun bahasa Belanda.

Harga Tiket Masuk :

    • Anak-anak/ Pelajar : Rp 1.500.-
    • Pengunjung Umum : Rp 2.000.-
    • Wisatawan Asing : Rp 5.000.-
    • Memotret Koleksi : Rp 5.000.-
Jam Buka :
    • Selasa - Minggu : 09.00 - 14.00 (Hari Senin Tutup)

10. Taman Balekambang



Nah ini nih taman kota solo yang patut untuk dicoba, disini selain pemandangannya yang indah dan enak buat refresing ataupun sekedar istirahat dengan biaya masuk ke sini adalah 0 rupiah alias Gratis. Dengan area yang luas dan rindangnya pohon tua dengan ukuran raksasa juga terdapat kolam air yang eksotis, juga terdapat binatang jinak yang di lepaskan sehingga memberikan nuansa yang lebih. Jika taman di luar negri sering kita saksikan puluhan dara yang di lepas bebas di area taman, di Taman Balekambang juga terdapat puluhan dara yang dilepas bebas plus Rusa, Angsa, Kalkun dan beberapa hewan jinak lainnnya.

Taman Balekambang dibangun pada tahun 1921 oleh raja KGPAA Mangkunegara VII untuk para putri raja, GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Sekarang, patung kedua putri raja tersebut dapat kita saksikan di dalam area taman dengan luas sekitar 9,8 hektar ini. Taman Balekambang ini dibagi menjadi dua, yaitu Partini Tuin dan Partinah Bosch.

Pada tahun ’70-an sampai ’80-an, di Taman Balekambang terdapat gedung yang digunakan sebagai panggung pertunjukan Srimulat yang pada saat itu sedang mengalami masa kejayaan. Bahkan, taman ini juga sempat menjadi lokasi mesum sebelum direvitalisasi seperti sekarang

- Partini Tuin atau Taman Air Partini Di lokasi ini terdapat kolam resapan yang luas dan berfungsi sebagai tempat penampungan air. Ada beberapa permainan wisata air yang dapat digunakan oleh para pengunjung untuk bersenang-senang dan tempat duduk unik berbentuk angsa di pinggir kolam untuk bersantai. Pengunjung juga dapat memberikan makan ikan yang terdapat disana.

- Partinah Bosch atau Hutan Partinah Partinah Bosch merupakan area kebun yang ditanami dengan berbagai tanaman dan pohon-pohon langka. Pohon-pohon tua nan raksasa di sini membuat pemandangan taman menjadi hijau, rindang, dan eksotis. Beberapa pengunjung tampak bersantai di kursi yang disediakan di area taman, duduk di rerumputan bersama keluarga/kekasih, dan beberapa tampak asyik bermain dengan ayam kalkun dan rusa yang dibiarkan lepas di taman Balekambang.

Jika merasa kurang tertantang bermain-main dengan rusa dan ayam kalkun, kita dapat mengunjungi Taman Reptil yang berada di dalam area Taman Balekambang ini. Di taman ini, pengunjung dapat bermain-main dengan ular raksasa, iguana, kelinci anggora, burung rangkong, burung elang, dan beberapa satwa lain. Sedangkan reptil berbisa dan beberapa binatang buas/liar lainnya tetap dikandangkan demi keamanan pengunjung. Pasar Burung Depok dan Pasar Ikan Hias juga sedang dikembangkan sehingga terintegrasi dengan kawasan Taman Balekambang ini.

Harga Tiket Masuk :
    • Gratis (Untuk masuk Taman Balaikambang)
    • Rp 3.000.- (Untuk masuk dan melihat Ketoprak Balekambang)
    • Rp 5.000.- (Untuk ke Taman Reptil)
Jam Buka : 07.00 - 17.00 wib (Buka setiap hari)

11. Taman Satwataru Jurug



Taman Satwataru Jurug terletak di Jl. Ir. Sutami tepi Bengawan Solo. Taman yang dibangun tahun 1975 ini memiliki luas 14 hektar dan merupakan tempat rekreasi bagi keluarga yang menawarkan pemandangan alam yang indah, binatang yang beraneka ragam, sarana permainan anak, tempat bersantai, dll. Di taman ini terdapat pula Monumen Gesang yang dibangun untuk menghormati jasa Bapak Gesang Sang Maestro Keroncong dengan lagu Bengawan Solo-nya, serta Sanggar Gesang yang saat ini digunakan untuk pertunjukan seni musik keroncong. Yang unik di taman ini adalah ada seekor orang utan yang bernama Tori yang mempunyai kebiasaan merokok.

Tori berumur 15 tahun dan sudah 10 tahun menjadi perokok aktif. Tori menjadi perokok karena ulah tidak bertanggung jawab dari pengunjung yang dengan sengaja membuang puntung rokok ke kandang Tori. Sejak itu Tori kecanduan rokok. Saat Tori ingin merokok dia akan mengangkat kedua jari ke mulut dan permintaan ini harus dituruti jika tidak dia akan mengamuk dan melempar semua benda yang ada didekatnya. Kebiasaaan merokok Tori sangat disayangkan karena bisa mengganggu kesehatannya. Untuk itu pihak kebun binatang pun mengajak COP (Centre for Orangutan Protection) untuk ikut serta memantau kesehatan dan kebiasaan Tori agar kebiasaaannya bisa segera dihentikan. Bagaimana, Anda penasaran dengan Tori dan ingin berkenalan dengannya? Ayo kunjungi Taman Jurug saat Anda berada di Solo.

Harga Tiket Masuk :
    • Hari Biasa : Rp 6.000.-
    • Hari Libur : Rp 7.000.-
    • Anak - anak Hari Biasa : Rp 3.000.-
    • Anak - anak Hari Libur : Rp 4.000.-
Jam Buka : 08.00 - 17.00 wib (Buka setiap hari)

12. Jumog "The Lost Paradise"



Berbeda dengan daerah Tawangmangu yang lebih di kembangkan, ait terjun Jumog ini terlihat lebih sederhana karena Jumog belum sepenuhnya di kembangkan, maka tak heran air terjun Jumog tak banyak mendapatkan sentuhan. Air Terjun Jumog tampak lebih sederhana. Air terjunnya pun tidak terlalu tinggi sekitar 30 m, namun tetap memancarkan keindahan khas wisata alam. Konon, setiap pukul sepuluh pagi, muncul pelangi di air terjun ini.

Air Terjun Jumog terletak di desa Berjo, Kecamatan Ngargoyosa, Kabupaten Karanganyar. Jaraknya sekitar 38 km dari kota Solo. Untuk mencapai lokasi ini arahkan kendaraan anda menuju Tawangmangu. Nah setelah pasar Karangpandang di pertigaan ambil jalan kiri. Grojogan Jumog masuk dalam komplek wisata alam Ngargoyoso. Tidak jauh dari Jumog ada Candi Sukuh, Kebun Teh Kemuning, Telaga Madirdo, Air terjun Parang Ijo dan dipuncak bukit kebun teh ada Candi Cetho. Tidak salah kan kalau saya bilang surga wisata alam.

Harga Tiket Masuk :
    • Rp 3.000.- Untuk masuk ke Lokasi
    • Rp 60.000.- PP Untuk naik ojek ke tempat lokasi dan masi bisa ditawar
Jam buka : 08.00 - 17.00 wib

13. Kampung Batik Laweyan



Ingin belanja batik murah dan berkualitas sekaligus dengan wisata sejarah? datanglah ke Kampung laweyan. Sebenarnya Kampung Batik Laweyan sudah terkenal sejak awal kemerdekaan republik ini. Bahkan jauh sebelum itu kampung Laweyan sudah mengukir sejarah dengan munculnya Serikat Dagang Islam ( SDI ) yang dibentuk oleh KH Samanhudi, salah satu saudagar batik terkemuka. Lewat SDI inilah nafas Islam menjadi bagian yang penting dalam perdagangan di Indonesia. Di wilayah ini pula berdiri bangunan Mesjid Laweyan yang konon dibangun pada tahun 1546 Masehi.

Di sini anda dapat layaknya berwisata batik melihat-lihat model batik tradisional hingga modern. Letaknya pun sangat strategis, persis di belakang Mesjid Agung kota Solo. Tempat ini buka dari pagi hingga malam hari, bahkan beberapa butik ada yang buka hingga 24 jam. Jika anda membawa kendaraan, anda dapat memarkirkan kendaraan anda di halaman parkir mesjid Agung Solo. Kemudian anda dapat menyewa jasa becak untuk melakukan “tour” keliling ”showroom” batik di kampung Laweyan. Tukang becak yang mengantar anda ke kampung batik Lawean kadang tidak mematok harga, seringkali mereka bilang “Terserah mbak nya atau mas nya mau ngasih berapa ..”. Biasanya sekali putaran anda dapat memberi Rp 10.000 – Rp. 20.000 tergantung lamanya anda memakai jasa becak.

Menyusuri kampung batik laweyan seperti menyusuri etalase batik dalam skala besar. Rumah-rumah di kampung batik Laweyan berdiri megah dan berukuran besar karena merangkap showroom untuk pembuatan dan penjualan batik. Rumah-rumah di sini bergaya arsitektur eropa, peninggalan zaman kolonial Belanda yang sampai saat ini masih dijaga keaslian bentuknya. Tersedia batik dari harga termurah puluhan ribu rupiah dan termahal bisa mencapai angka jutaan rupiah.

Untuk masalah harga, anda harus pandai-pandai menawar di kampung batik ini. Normalnya, anda bisa mendapatkan harga jauh lebih murah untuk kualitas batik yang sama dibandingkan dengan produk yang dijual di mal. Jika tidak cocok, anda bisa mencoba rumah lainnya. Di sini dijual jenis batik tulis dan cap yang dibuat oleh mesin, jadi jika anda ingin membeli batik tulis, harus benar-benar jeli memilihnya. Mungkin anda bisa mengajak rekan anda yang benar-benar mengerti batik. Untuk harga kaos berbahan katun batik cap termurah biasanya dihargai antara Rp. 15.000 – Rp. 20.000. Begitu juga dengan celana batik. Harga kemeja batik pria berkisar antara RP 40.000 hingga Rp. 500.000, tergantung bahan dan jenis batik (cap atau tulis). Untuk busana batik muslimah, bervariasi mulai dari harga Rp. 90.000. Batik Tulis dihargai lebih mahal dari batik cap karena proses pembuatannya yang lebih sulit.

Pengunjung di sini tidak hanya bisa membeli batik tapi dapat juga menyaksikan cara pembuatan batik tulis, di kampung ini juga dijadikan pusat pembuatan batik tulis. Omset Pedagang batik di Kampung Laweyan ini minimal berkisar antara Rp 500ribu hingga Rp 1juta perhari pada hari biasa, terutama saat weekend. Jika musim lebaran tiba, omset mereka bisa mencapai dua kali lipat sekitar minimal Rp 2 juta per hari. Semua model batik di sini sangat diminiati pengunjung mulai dari blus, baju, kaos, daster dan lain-lain sebagai oleh-oleh khas kota Solo. Jadi jika anda ingin berwisata sekaligus berbelanja batik di kota Solo, di sini merupakan tempat yang tepat.

Tempat Wisata di Solo dan Daerah Sekitarnya

Tempat Wisata di Solo dan Daerah Sekitarnya

Solo atau sering juga disebut dengan Surakarta adalah salah satu dari beberapa kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah. Karena merupakan kota yang memiliki cerita sejarah yang panjang, Kota ini memiliki banyak tempat wisata sejarah. Apalagi Kota ini dekat dengan Provinsi Yogyakarta yang merupakan tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, maka kota ini pun tak luput dari pantauan traveller. Mereka seringkali mengunjungi Solo setelah mengunjungi Yogyakarta ataupun dariberwisata di Semarang dikarenakan banyak paket wisata yang ada.

Apa saja tempat wisata di Solo yang menarik yang bisa kita kunjungi. Berikut sedikit informasinya

1. Keraton Surakarta Hadiningrat

wisata di Solo

Mengujungi Solo, tak lengkap rasanya jika belum ke keratonnya. Keraton Hadiningrat ini dibangun pada tahun 1744 dan terletak di sebelah alun alun Surakarta. Di dalamnya kita dapat melihat benda benda peninggalan sejarah yang akan menuntun kitake masa lampau seperti kereta kuda, peralatan peang dan juga pakaian raja raja terdahulu. Terdapat juga guide yang akan menjelaskan secara detail tentang keraton.

2. Pura Mangkunegaran

merupakan kediaman Sri Paduka Mangkunagara yang dibangu pada tahun 1757. Seperti keraton, tetai dengan ukuran yang lebih kecil. Dibangun dari kayu Jati utuh yang kokoh. di tempat ini kita juga akan menemukan benda bersejarah seperti peralatan wayang, gamelan, tari dan benda benda lainnya.

Selain keraton diatas, kita bisa mencoba menelusuri tempat wisata sejarah lain yaitu :

3. Museum Batik Kuno Danar Hadi
4. Museum Pers
5. Museum manusia Purba yang ada di Sangiran Sragen
6. Candi Sukuh
7. Candi Cetho
8. Museum Radya Pustaka

Tempat Wisata Alam di Solo

Alam di Sekitar kota Solo masih asri, apalagi daerah Tawangmangu, Karanganyar yang menawarkan kesejukan pegunungan. Selain itu juga terdapat Air Terjun Grojogan Sewu.
tempat wisata di Solo
  1. Sungai Bengawan Solo (Terkenal karena adanya lagu dengan judul Bengawan Solo)
  2. Air terjun Grojogan Sewu
  3. Air Terjun Parang Ijo
  4. Air Terjun Segoro Gunung
  5. Gunung Kemukus Yang ada di Sragen
  6. Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri
  7. Pegunungan Tawang Mangu
  8. SSB (Solo Selo Borobudur)
  9. Taman Satwataru Curug
  10. Wisata Agro Gondang Winangoen di Jalan Solo – Yogyakarta
  11. Taman Balekambang

Tempat Wisata Belanja di Solo

  1. Solo Square – Pusat perbelanjaan Warga Solo
  2. Pasar Tradisional Klewer – Tempat beli batik murah
  3. Pasar Triwindu – Pasar Barang Antik
  4. Pasar Keris dan Cenderamata yang ada di Alun-Alun Utara Kraton Solo.
  5. Kampung Batik Laweyan
  6. Pasar Klitikhan Notoharjo.

Kuliner Solo

  1. Nasi Timlo (Makanan khas Solo)
  2. HIK – seperti warung angkringan di Jogja
  3. Tengkleng – Mirip gulai kambing namun lebih banyak daging dengan tulangnya.
  4. Serabi Solo Notosuman
  5. Nasi Liwet yang berada di sepanjang Jl Slamet Riyadi
  6. Sate buntel – Sate yang terbuat dari daging kambing cincang yang dilapisi usus sapi / lemak.
  7. Sate kere – Kenapa dinamakan sate kere? karena Sate ini terbuat dari tempe gembos, tidak dengan daging
  8. Susu Sapi Murni yang ada di sepanjang jalan terutama Boyolali.
Itulah tempat wisata di Solo yang bisa kita nikmati. Ada event tahunan yang tak kalah menarik dari Solo, yaitu Solo Batik carnival dan Sekaten. Solo Batik Carnival adalah karnaval batik di sepanjang jalan yang ditentukan. Dan sekaten adalah acara yang diselenggarakan bertepatan dengan maulid nabi Muhammad SAW. Bagi yang ingin bermain air dengan keluarga bisa mencoba wisata ke Pandawa waterboom.

Daftar Obyek Wisata Di Semarang

MESKI belum bisa menandingi Jogjakarta, wisata Semarang menyajikan berbagam objek yang menawan. Berikut 20 tempat wisata di Semarang yang paling kami rekomendasikan. Jika anda berkunjung ke Semarang, pastikan anda mampir di sana.

1. Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) yang terletak di Jalan Gajah Raya Semarang, Jawa Tengah, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 11 November 2006, kini menjadi kebanggan umat Islam karena keberadaan tempat ibadah yang dibangun di atas lahan 10 hektare itu telah mendunia.

2. Klenteng Sam Po Kong


Klenteng Sam Po Kong layak menjadi prioritas para wisatawan yang akan menikmati wisata Semarang. Pasalnya, Klenteng yang terletak di Gedung Batu ini tidak hanya menyuguhkan kisah legendari Laksamana Cheng Ho, tapi keindahan arsitektur Tiong Hoa yang khas.

Sejak pertangahan Juli 2010, Klenteng ini dilengkapi dengan patung Laksamana Cheng Ho setinggi 10 meter. patung yang didatangkan langsung dari China ini ditaksir sebagai yang tertinggi di Asia Tenggara.

3. Komplek Pecinan

Gang Baru adalah nama yang tidak asing bagi publik dan pelancong. Gang Baru atau komplepks Pecinan menyajikan pemandangan dan suasana khas Tiong Hoa di tengah kota Semarang.

Di sana kita juga bisa jumpai beragam kelnteng. Ada 11 klenteng besar di Semarang, 10 di antaranya terdapat di kawasan pecinan, yaitu Klenteng Siu Hok Bio, Hoo Hok Bio, Kong Tik Soe, Tay Kak Sie, Tong Pek Bio, Liong Hok Bio, Tek Hay Bio, Wie Wie Kiong, See Hoo Kong, dan Klenteng Grajen. Sedang Klenteng Sam Poo Kong berada di Gedung Batu. Masing-masing klenteng itu mempunyai nilai historis tersendiri.

4. Pasar Rakyat Simpang Lima

Salah satu land mark kota Semarang adalah kawasan Simpang Lima.  Lapangan ini memang terletak di jantung kota. Disebut Simpang Lima karena berada di tengah-tengah persimpangan Jl Pandanaran, Jl Gajah Mada, Jalan Ahmad Yani, Jalan Ahmad Dahlan, dan Jalan Pahlawan.

Berkembangnya fungsi Simpang Lima menjadi alun-alun merupakan saran Presiden pertama Republik Indonesia yang menyarankan pengadaan alun-alun di Semarang sebagai ganti dari Kanjengan. Alun-alun yang dimiliki Semarang sejak masa pemerintahan Adipati Semarang yang pertama itu telah berubah fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Karena itu, kawasan ini tetap diamsukan dalam daftar wisata semarang.

5. Jalan Pahlawan

Jalan Pahlawan Semarang adalah salah satu jalan terbesar di Semarang. Jalan ini salah satu penghubung menuju Simpang Lima.

Pada malam hari, jalan ini berubah menjadi jujugan wisata Semarang baru. Tempat yang lapang, terang, dan tersedianya aneka jajan membuat malam di Jalan Pahlawan Semarang selalu ramai. Lebih-lebih di akhir pekan. Terlebih, sejak awal 2011, Pemkot Semarang mulai menata jalan ini. Trotoar sepanjang lebih dari 500 meter ditata ulang menjadi lebih lapang. Fasilitas tempat sampah pun ditambah.

6. Hutan Tinjomoyo

Hutan Tinjomoyo adalah hutan wisata yang terletak di Kelurahan Tinjomoyo, Semarang. Ratusan pepohonan tumbuh subur di sana. Lebih dari 200 jenis terpelihara. Anda akan mendapati pemandangan alami khas desa jika berkunjung ke hutan seluas 57,5 hektar ini.

Hutan Tinjomoyo memiliki keanekaragaman pepohonan, seperti mahoni, jati, akasia, asem londo, ketepeng, mangga, kelengkeng, matoa, nangka, dan masih banyak lainnya, memang telah beralih fungsi. Jika dulu menjadi destinasi wisata, sekarang fungsinya lebih sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air.

7. Kebun Binatang Mangkang

Kebun binatang ini terletak di perbatasan Semarang-Kendal. Tempat yang dibuka pada Februari 2007 ini dibangun untuk menggantikan kebun binatang Tinjomoyo Semarang yang dianggap sudah tak representative lagi.

Lokasi baru ini diharapkan membuat jumlah pengunjung semakin bertambah karena aksesnya lebih mudah dicapai. Sebab, Bonbin ini terletak di pinggir jalan. Kebun Binatang ini, sekarang sudah memiliki sekitar 150 ekor hewan yang terdiri dari 40 jenis spesies. Ada Ular, Rusa, Gajah, Orangutan, Harimau.

8.  Lawang Sewu

Terletak di komplek Tugu Muda, Lawang Sewu dahulu merupakan gedung megah berbaya art deco, yang digunakan Belanda sebagai kantor pusat kereta api  ( trem ), atau lebih dikenal dengan Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij ( NIS ). Bangunan karya Arsitek Belanda Prof. Jacob F. Klinkhamer dan B.J Queendag menurut catatan sejarah dibangun tahun 1903, kemudian diresmikan pada tanggal 1 juli 1907.

9. Tugu Muda

Kawasan Tugu Muda dulu hanya bundaran biasa. Tapi cobalah tengok sekarang. Sejak dipugar tahun 2008, Tugu Muda jadi tempat dolan yang amat menyenangkan. Bukan hanya karena taman di sekitarnya kini tampak rapi, semburan air mancur membuat tempat ini amat romantis di malam hari. Apalagi, Tugu Muda kini juga diterangi lampu besar di empat titik yang mengelilinginya.

10. Kota Lama

Kota Lama mungkin akan mengingatkan anda pada adegan ketika Gie (dalam film “Gie”) dan ribuan mahasiswa berdemo menuntut pembubaran PKI. Ya, adegan itu memang dilakukan di Kota Lama Semarang. Tidak hanya “Gie”, film “?” dan “Ayat-ayat Cinta” juga memanfaatkan Kota Lama sebagai tempat syuting.

Kota Lama Semarang memang menyimpan pesona historis yang luar biasa. Ratusan bangunan kuno masih berdiri. Sebagian, seperti Gereja Blenduk dan gedung Jiwa Sraya, masih terawat, sedangkan lainnya lapuk bahkan ambrol.

Jika anda berminat mengkaji arsitekur Belanda, tidak keliru anda menuju Kota Lama. Stasiun Kereta Api Tawang, Gereja Gedangan, Nilmij, Taman Sri Gunting, Marba, Marabunta dan De Spiegel memperlihatkan gaya arsitektur Eropa abada XVII. Sebuah embung yang dikenal penduduk setempat Polder Tawang menunjukan konsep kota pesisir yang tertata.

11. Museum Ronggowarsito

Museum ini terletak di Jalan Abdulrahman Saleh Nomor 1 Semarang, persis di samping Bundaran Kalibanteng. Museum Ronggowarsito mempunyai dua misi, yaitu “Meningkatkan apresiasi budaya dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap budaya”.

Museum ini menyuguhkan bagi Anda koleksi sejarah, alam, arkeologi, kebudayaan, era pembangunan, dan wawasan nusantara.

12. Museum Mandala Bakti

Museum Mandala Bhakti terletak di Jalan Soegijapranto nomor 1, persis berseberangan dengan Tugu Muda. Museum ini mengoleksi benda-benda bersejarah yang ada kaitannya dengan riwayat Kodam Diponengoro (Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta).

13. Pantai Marina

JIKA Anda berkunjung ke Semarang, pastikan Pantai Marina masuk dalam daftar tempat yang akan anda kunjungi. Anda bisa menikmati semilir angin di sana. Deburan ombak khas pantai utara, siap menyambut anda.

Anda tidak perlu bersusah payah untuk menuju ke sana. Dari kawasan Simpang Lima lurus ke arah barat Anda akan bertemu gapura  kawasan Pekan Raya Promosi dan Pembangunan (PRPP) Provinsi Jawa Tengah.

Kemudian, belok kanan masuk melewati gapura PRPP dan lurus terus ke arah utara, sampai di kawasan PRPP belok kanan dan kemudian belok kiri lurus terus sampai di pintu masuk obyek wisata Pantai Marina.

14. Bukit Gombel

Taman Tabanas yang lebih akrab disebut Gombel memberi kesempatan pada Anda menikmati view Semarang. Berkunjunglah pada malam hari, maka anda bisa menikmati pemandangan kota yang gemerlap. Dari sana

Anda bisa menikmati pemandangan Kota Semarang, dari Jatingaleh sampai Tanjung Emas. Lampu jalanan terlihat mengular, lampu kendaraan berjalan pelan seperti menyemut. Karena terletak di kawasan atas, Taman Tabanas Gombel terasa lebih sejuk. Tidak heran jika pada malam hari tempat ini banyak digunakan pasangan muda atau keluarga bersantai ria.

15. Gue Kreo

Goa Kreo adalah sebuah goa yang dipercaya sebagai petilasan Sunan Kalijaga saat mencari kayu jati untuk membangun Mesjid Agung Demak . Ketika itu menurut legenda Sunan Kalijaga bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian disuruh menjaga kayu jati tersebut. Kata “Kreo” berasal dari kata Mangreho yang berarti peliharalah atau jagalah. Kata inilah yang kemudian menjadikan goa ini disebut Goa Kreo dan sejak itu kawanan kera yang menghuni kawasan ini dianggap sebagai penunggu.

16. Masjid Menara (Layur)

Masjid Menara Semarang bukan tempat ibadah semata. Bangunan itu juga mewartakan sejarah dan cara manusia memperlakukan manusia. Maka, melalui tanda-tanda semiotis yang melekat padanya, masjid mengisahkan perjalanan manusia dan pemikirannya.

Dilihat dari gaya arsitekturnya, Masjid Menara merupakan percampuran dari tiga budaya yakni, Jawa, Melayu, dan Arab. Sejak dibangun pada 1802, bangunan Masjid Menara Layur diyakini tidak mengalami banyak perubahan.

17. Wonderia

Wonderia merupakan arena rekreasi keluarga Semarang. Dalam pengelolaan PT Semarang Arsana Rekreasi Trusta, Taman Rekreasi Wonderia ini diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Dr H Susilo Bambang Yudhoyono pada 9 Agustus 2007.


18. Pagoda dan Vihara Watugong

Wsiata Semarang juga menyuguhkan wisata religi. Buktikan di Pagoda Watugong. Bangunan indah ini terdiri atas tujuh tingkat. Tiap tingkat memiliki 4 buah patung Dewi Kwan Im yang menghadap keempat penjuru. Pembangunanya dilatarbelakangi oleh kebutuhan umat Budha akan tempat ibadah yang lebih layak dan nyaman. Yang sebelumnya ditempat ini hanya ada vihara kecil yang sudah berdiri sejak 1957. Kemudian pada tahun 2005 dibangunlah Pagoda Avalokitesvara yang rencana pembangunanya hanya membutuhkan waktu 8 bulan tetapi karena menunggu barang-barang dan patung dari Cina penyelesaiannya mundur menjadi 10 bulan.

19, Water Blaset Bukit Candi Golf

Water Blaster Semarang Graha Candi Golf adalah wahana permainan air pertama di Semarang. Wahana permainan yang lengkap membuat objek wisata ini langsung menjadi andalan rekreasi keluarga warga Semarang.

Setidaknya ada delapan unit wahana air yang ada di water blaster semarang ini. Semua itu dilengkapi sarana penunjang yang aman, termasuk ruang pertemuan berbentuk kapal pesiar yang bisa digunakan untuk rapat hingga kapasitas 150 orang. Semua itu patut anda pertimbangkan jika berencana menikmati wisata Semarang.

20. Stasiun Tawang

Stasiun Tawang  adalah satu di antara dua stasiun kereta yang berada di Semarang. Stasiun ini mengangkut penumpang yang akan naik kereta bisnis dan eksekutif. Stasiun Tawang berada di bagian utara Kota Lama, tepatnya di jalan Taman Tawang nomor 1, Semarang, Telepon: (024)3544544.

Dulu Stasiun Tawang dibangun untuk menggantikan fungsi Stasiun Tambaksari di Pengapon yang dinilai tidak dapat memenuhi kebutuhan jumlah pengguna. Itu lantara pada 1870 jalur kereta Semarang-Solo-Yogyakarta selesai dibangun sehingga jumlah penumpang semakin banyak

Daftar Tempat Wisata di Tegal Jawa Tengah

Daftar Tempat Wisata di Tegal Jawa Tengah - yoshiewafa - Kota Tegal merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang lokasinya berbatasan dengan Brebes, Pemalang, Banyumas. Kota Tegal ini lokasinya juga masih berada di jalur pantai utara atau jalur pantura Jawa Tengah, terletak sekitar 165 km di arah sebelah barat dari Kota Semarang atau sekitar 329 km di sebelah timur DKI Jakarta.

Walaupun kota Tegal tak diakui sebagai salah satu pusat budaya Pulau Jawa, namun kesenian yang ada di sini sudah berkembang cukup pesat. Bermacam diskusi budaya diselenggarakan dengan menghadirkan sejumlah budayawan nasional maupun lokal. Kesenian asli yang berasal dari Kota Tegal adalah tari endel dan juga balo-balo.

Untuk Anda yang ingin berwisata ke Kota Tegal, berikut ini merupakan daftar tempat wisata di tegal jawa tengah yang akan yoshiewafa.blogspot.com informasikan untuk Anda jadikan referensi ketika ingin berlibur ke Kota Tegal.



Lambang Kota Tegal

Lambang Kota Tegal

Daftar Tempat Wisata di Tegal Jawa Tengah
  1. Pantai Alam Indah yang dilengkapi dengan berbagai macam anjungan, gardu pemantau, waterboom, Monumen Bahari, serta panggung hiburan.
  2. Wisata air Gerbang Mas Bahari Waterpark (Sebuah waterpark yang terbesar di Jawa Tengah)
  3. Taman Poci yang lokasinya berada di depan Stasiun KA Tegal yang dilengkapi dengan berbagai macam permainan untuk anak dan dihiasi dengan lampu hias, sangat tepat untuk keluarga yang ingin Nongkrong, karena disini terdapat banyak pedagang kaki lima yang menjual makanan khas Tegal
  4. Curug Putri sebuah air terjun yang memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 25 meter.
  5. Goa Lawet - Lokasi di Desa Harjowinangun, Balapulang
  6. Gunung Putri - Lokasi di Desa Cintamanik, Bumijawa
  7. Gunung Tanjung - Â Lokasi di Desa Lebaksiu, Lebaksiu
  8. Makam Kalisoka -  Lokasi di Desa Kalisoka, Dukuhwaru
  9. Makam ki Gede Sebayu -  Lokasi di Desa Danawarih, Balapulang
  10. Makam Semedo -  Lokasi di Desa Semedo, Kedungbanteng
  11. Makam Sunan Amangkurat I -  Lokasi di Desa Pesarean, Adiwerna
  12. Makam Suro Ponolawen -  Lokasi di Desa Pagiyanten, Adiwerna
  13. Makam Syech Atas Angin - Lokasi di Desa Pedagangan, Kec Dukuhwaru
  14. Makam Pangeran Benowo - Lokasi di Desa Balamoa, Kec Pangkah
  15. Makam Pangeran Hanggawana - Lokasi di Desa Kalisoka, Kec Dukuhwaru
  16. Klenteng Tek Hay Kiong - Lokasi di Jalan Gurame No. 4
  17. Kelenteng Hok Le Kiong - Lokasi di Jalan Jendral Ahmad Yani nomor 18
  18. Kelenteng Ban Eng Bio - Lokasi di Jalan Stasiun No. 1, Adiwerna
  19. Pantai Purwaharamba Indah -  Lokasi di Desa Purwahamba, Suradadi
  20. Pemandian Air Panas Guci -  Lokasi di Desa Rembul Bojong dan Ds. Guci Bumijawa
  21. Telaga Air Cempaka -  Lokasi di Desa Cempaka, Bumijawa
  22. Tirta Waduk Cacaban -  Lokasi di Desa Panujah, Kedungbanteng
Tempat Wisata Belanja di Tegal
  1. Pasifik Mall
  2. Swalayan Hypermart
  3. Sri Ratu Pasaraya
  4. Rita Super Mall
  5. Rita Pasaraya
  6. Toserba Yogya (segera hadir di gedung bekas Dedy Jaya Plaza)
  7. Swalayan Mutiara Cahaya
  8. Toserba Sahabat Putra
  9. Minimarket Nias
  10. Minimarket Kita
  11. Minimarket Sumbrodo
  12. Pasar Pagi
  13. Pasar Ikan Kraton
  14. Pasar Sore
  15. Minimarket Mitra
Transportasi / Angkutan umum di kota Tegal
  1. Angkutan Umum warna Kuning (Terminal - Stasiun - Banjaran - Slawi)
  2. Angkutan Kota warna Biru ( Pasarpagi - Kapten Ismail - Pasarsore - Banjaran)
  3. Angkutan warna Biru Kuning (Terminal - Mejasem)
  4. Angkutan Perbatasan (Terminal - Dukuhturi - Adiwerna - Banjaran)
  5. Angkutan warna Kuning Biru (Terminal - Pasarpagi - Kramat - Kemantran)
Demikian informasi tempat wisata di Tegal Jawa Tengah yang dapat saya berikan untuk Anda yang membutuhkannya. Anda juga bisa berkunjung juga ke Tempat wisata di Dieng, Tempat wisata di Solo, Tempat wisata di Semarang, Tempat wisata di Magelang yang juga terdapat di Propinsi Jawa Tengah.

Berwisata bersama keluarga atau orang yang dekat dengan kita memang menyenangkan, menghabikan waktu liburan bersama orang yang kita sayangi itu indah sekali, Sebelum Anda ingin menuju tempat tujuan wisata alangkah baiknya jika membaca Tips Trik Aman Berwisata terlebih dahulu supaya tak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Sekian terima kasih dan semoga hari-hari Anda menyenangkan :).

Kampueng Wisata Taman Lele Semarang

Kampueng Wisata Taman Lele

Kampoeng Wisata Taman Lele terdapat danau buatan yang dikelilingi gazebo, sepeda air, kolam renang untuk anak, permainan anak, dan beberapa satwa peliharaaan, seperti merak, ular phyton, buaya dan berbagai jenis burung.

Tempat ini cocok untuk persinggahan bagi mereka yang berkunjung ke Semarang melalui jalan darat atau jalur pantura (Jakarta-Semarang), karena lokasinya yang memang persis berada di jalur tersebut. Di tempat itu juga dilengkapi hotel dengan fasilitas TV, AC dengan harga terjangkau. Terletak di tepi jalan Raya Tugu kurang lebih 5 Km dari Tugu Muda ke arah barat, dibuka setiap hari pukul 08.00-18.00 WIB. Harga tanda masuk Rp 3.000 (Nov 2010).

Simpanglima, Wahana Wisata Baru




SEMARANG, suaramerdeka.com - Kawasan Simpanglima menjadi tempat wisata baru bagi warga Kota Semarang. Hampir setiap sore dan malam hari, ribuan warga berkumpul di salah satu pusat perbelanjaan teramai di Kota Atlas ini.

Ada yang sekadar nongkrong di pinggir jalan, ada yang asik bermain, ada yang bermesraan dengan pasangannya dan ada juga pedagang yang memanfaatkan momen untuk mengeruk rezeki. Yang paling menonjol, tentu pemandangan lalu lalang anak muda yang memainkan sepatu roda dengan memutari pedestrian di seputar lapangan Pancasila itu.

Pedestrian lapangan, sejak beberapa bulan terakhir memang jadi venue sepatu roda baru bagi warga sekitar.
Selain sebagai wahana wisata, kawasan ini juga makin memanjakan pejalan kaki dan warga yang ingin mendapatkan haknya untuk berkreasi di malam hari. Tak hanya orang sehat, fasilitas ruang publik itu pun didesain untuk masyarakat difabel (cacat). Beberapa fasilitas sengaja dibangun Pemerintah Kota agar kaum difabel bisa merasakan suasana malam di tengah kota.

Keberhasilan Pemkot menciptakan ruang publik berwawasan hutan kota boleh diacungi jempol. Namun bukan tanpa kendala, ketika kawasan itu dipakai untuk pertunjukan yang mendatangkan massa banyak, lapangan Simpanglima menjadi kumuh oleh sampah.

Kering
Rumput hijau menjadi kering karena terinjak ribuan orang. Kejadian seperti ini sempat diprotes dan menjadi polemik berkepanjangan beberapa waktu lalu.

Permasalahan lain, jika tak digarap dengan baik, dikhawatirkan akan muncul masalah baru dengan semakin ramainya kawasan tersebut. Yang pertama, tentu masalah kemacetan lalu lintas. Dengan terciptanya sentra berkumpul masyarakat, tentu akan berakibat pada penumpukan kendaraan pribadi dan kerumunan massa. Banyaknya pedagang kaki lima di kawasan ini juga berdampak pada bertimbunnya sampah, dan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Jika tak segera diantisipasi, hal itu akan berdampak pada kemacetan, yang pada akhirnya merugikan warga. Kasus kemacetan sudah dapat dirasakan beberapa warga, khususnya saat malam Minggu.

"Di simpanglima, seakan tak lagi akrab bagi pengendara kendaraan pribadi dan kendaraan umum saat malam Minggu. Akibat berdesakannya warga, jalur-jalur di kawasan ini akan macet total. Sedangkan masalah lain yang mungkin akan timbul adalah Kamtibmas. Dengan banyaknya masyarakat dengan berbagai latar belakang, rasa aman dan nyaman juga makin berkurang. Apalagi di lokasi ini sangat minim penjagaan dari petugas keamanan,"€ kata Teguh Supriyanto, warga Tembalang yang ditemui ketika bersantai bersama keluarga di selter simpanglima.

Belum lama ini, Plt Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan, beragam potensi dan peluang investasi kerap ditawarkan kepada investor asing maupun lokal. Jenis peluang investasi beragam, mulai dari wisata, olahraga, pengembangan pasar tradisional, kesehatan, agrowisata, dan beberapa bidang bisnis lain.

Meneropong Borobudur dari Puncak Suroloyo - Jawa Tengah


Puncak Suroloyo adalah titik tertinggi dari pegunungan Menoreh. Puncak gunung yang telah menjadi bagian dari sejarah Mataram Islam sekarang menjadi objek wisata alam di bagian barat kota Yogyakarta.

Puncak Suroloyo adalah titik tertinggi dari pegunungan Menoreh. Puncak gunung yang telah menjadi bagian dari sejarah Mataram Islam sekarang menjadi objek wisata alam di bagian barat kota Yogyakarta. Pada ketinggia 1,019 meter, wisatawan dapat melihat pemandangan yang menakjubkan dari pulau Jawa, gunung dan pantai-pantai yang berada jauh.

Waktu terbaik untuk mengunjungi puncak adalah ketika matahari terbit sampai jam 10 pagi. Untuk sampai ke puncak, wisatawan harus berjalan kaki sejauh 150 meter, dengan kemiringan 30-60 derajat. Meskipun sulit, suasana sejuk akan membuat hiking benar-benar menyenangkan.

Para wisatawan dapat menikmati pemandangan tiga stasiun pengamatan, yang biasanya disebut "pertapaan", yaitu Pertapaan Suroloyo, Pertapaan Sariloyo, dan Pertapaan Kaendran.

Pertapaan Suroloyo adalah ruang dengan lebar 7-15 meter. Inilah tempat yang diyakini orang sebagai pertapaan Sultan Agung. Pada puncak Suroloyo, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Jika menghadap ke utara, wisatawan dapat melihat kota Magelang dan Candi Borobudur. Dari arah tenggara, para pengunjung dapat menyaksikan kota Yogyakarta dan Candi Prambanan. Di timur laut, wisatawan dapat melihat puncak merapi yang tertutup awan.

Pertapaan Sariloyo adalah tempat yang ideal bagi anda yang hendak menyaksikan pemandangan gunung Sumbing dan Gunung Sindoro di Jawa Tengah dengan wilayah hutan konservatif dan tekstur berbukit. Di bawah stasiun pengamatan, sekitar 200 meter sebelah barat dari puncak Suroloyo, terdapat ruang yang disebut Tegal Kepanasan, dimana monumen berdiri tegak sebagai tanda perbatasan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Pertapaan Kaendran adalah sekitar 250 meter barat daya dari puncak Suroloyo. Di sini wisatawan dapat menikmati pemandangan yang luas dari daerah Kulon Progo yang membentang sampai ke Pantai Selatan. Pantai Glagah pun terlihat dari puncak Kaendran.


Pada puncak Suroloyo, wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan. Jika menghadap ke utara, wisatawan dapat melihat kota Magelang dan Candi Borobudur.

Biasanya setiap 1 Suro atau 1 Muharram, lebih dari 5.000 pengunjung memadati tempat ini, untuk menyaksikan upacara Jamasan, yaitu mencuci tombak Kyai Manggolo Murti dan payung Kyai Manggolo Dewo di Kawidodaren, yang berjarak sekitar 300 meter arah selatan dari puncak Suroloyo.

Daerah wisata alam Puncak Suroloyo, terletak di Desa Keceme, Gerbosari, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.

Untuk sampai ke Suroloyo, wisatawan harus menggunakan kendaraan pribadi, karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi di sana.

Dari Yogyakarta, wisatawan dapat mengambil rute Godean-Kenteng-Nanggulan-Kalibawang-suroloyo. Jika wisatawan dari kota Semarang atau Magelang, rute perjalanan dianjurkan melalui Magelang-Muntilan-Jalan Wates-Kalibawang-Suroloyo.

Jalur alternatif lainnya adalah dari Borobudur menuju selatan sampai stasiun bus Samigaluh. Dari sana wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, karena jalan sempit dan tidak ada cara lain untuk mencapai puncak.

Memang tidak ada banyak pilihan makanan di Suroloyo. Hanya ada warung kecil yang meyediakan kopi, teh dan makanan sederhana.

Keindahan Pantai Ayah di Kebumen, Jawa Tengah



Pantai Ayah, atau juga dikenal sebagai Pantai Logending, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Kebumen, Jawa Tengah.

Pantai Ayah, atau juga dikenal sebagai Pantai Logending, adalah salah satu obyek wisata pantai yang terletak di Kebumen, Jawa Tengah. Objek wisata ini cukup terkenal karena menggabungkan antara wisata hutan dengan wisata bahari, yakni Hutan Wisata Logending dan Pantai Ayah. Nama Logending itu sendiri berasal dari kata "Lo" dan "Gending", di mana "Lo" adalah nama sebuah pohon yang kayunya dapat dicampur ke dalam alat musik dalam bahasa Jawa yang disebut Java Gending, kedua kata tersebut digabungkan sehingga menjadi kata Logending.

Hutan Wisata Logending merupakan hutan jati Selatan milik Perum Perhutani dekat pantai Kedu. Konon menurut cerita pada Zaman dahulu, hutan Pantai Logending digunakan sebagai pengawasan dan pos penjagaan oleh tentara Belanda dan Jepang selama menduduki Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan warisan benteng yang terletak di pantai atau di pegunungan Logending. Pada tahun-tahun 1948-1950, ketika terjadi revolusi di Indonesia, hutan Logending juga telah digunakan sebagai tempat persembunyian para pejuang militer dalam mempertahankan wilayah tersebut.

Pantai yang berjarak sekitar 8 km dari obyek wisata Gua Jatijajar ini, memiliki pemandangan alam yang indah dengan air yang jernih, serta hamparan pasir luas dan landai. Dalam kawasan wisata ini, pengunjung dapat menghirup udara segar sambil berjalan menyusuri pantai. Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa bermain sepakbola, voli pantai, serta duduk santai di atas hamparan pasir.

Setelah puas menikmati pantai, pengunjung dapat menuju kawasan hutan Logending yang terletak puluhan meter dari pantai. Di hutan ini ada berbagai macam tanaman yang merupakan tanaman lokal yang langka. Salah satu tanaman langka yang dapat ditemukan di hutan ini adalah kayu mahoni Afrika. Tanaman ini jarang ditemukan di hutan lain di Indonesia pada umumnya. Oleh karena itu kawasan hutan juga dijadikan sebagai tempat penelitian tanaman langka serta pengembangan mahoni Afrika.

daya tarik lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi adalah Pantai indah muara ayah Bodo, yaitu sungai yang memisahkan wilayah Kabupaten Kebumen dan Cilacap. Untuk menikmati pemandangan sungai ini, wisatawan dapat berkeliling dengan menyewa perahu nelayan setempat. Sepanjang sungai, pengunjung dapat melihat air tenang Bodo, pohon tebal payau di tepi sungai, dan properti Perum Perhutani yang tampak rapi dan hijau.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana objek wisata di malam hari, dapat mendirikan tenda untuk berkemah di situs Perum Perhutani yang terletak di hutan jati. Daerah berkemah yang luas, bersih, dan sejuk dirancang khusus bagi wisatawan yang suka berkemah saat bepergian.



Objek wisata ini cukup terkenal karena menggabungkan antara wisata hutan dengan wisata bahari, yakni Hutan Wisata Logending dan Pantai Ayah.

Pantai Ayah atau Hutan wisata Logending terletak di Distrik Kebumen, Propinsi Jawa Tengah atau sekitar 3 kilometer di sebelah selatan Gua Petruk atau sekitar 40 km dari kota Gombong. Untuk mencapai objek wisata ini, pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi (mobil), serta angkutan umum (bus). Jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi dari Kota Kebumen ke lokasi Pantai Ayah, akan menempuh jarak sekitar 20 km. Namun, bagi pengunjung yang ingin naik angkutan umum (bus), perjalanan dapat dimulai dari Terminal Kebumen. Dari terminal ini banyak bis yang melewati obyek wisata pantai Ayah, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Di pantai Ayah tersedia berbagai fasilitas, termasuk tempat-tempat berkemah, tempat untuk bersantai, area parkir yang luas, tempat ibadah, penginapan, arena permainan anak-anak, penyewaan perahu, pusat informasi pariwisata, dan lainnya. Ada juga warung yang menjual berbagai jenis makanan dan minuman, suvenir (kerajinan anyaman pandan, kerajinan juling), dan pedagang yang menjajakan ikan laut dalam kondisi segar. Selain itu bagi pengunjung yang ingin membawa pulang souvenir yang khas dari Kebumen "grobi" dan gula kelapa, dapat dengan mudah mendapatkannya, karena di daerah wisata banyak toko yang menjual barang baik dengan harga yang cukup murah.

Semarang Pesta Bunga

SEMARANG- Janji panitia Semarang Night Carnival (SNC) 2012 untuk membuat HUT ke-465 Kota Semarang gemerlap, terbukti. Dari pembukaan SNC saja, sudah terlihat bahwa Ibu Kota Jateng ini seakan sedang merayakan pesta bunga.

Sebanyak 1.600 peserta yang semua menggunakan kostum motif bunga, antusias mengikuti karnaval yang dilaksanakan Sabtu (28/4) malam. Ada 17 jenis bunga yang menjadi motif kostum, di antaranya aster, anyelir, teratai, anggrek, garbera, lili, melati, partulaca, dan sepatu.

Kesenian rebana kayun mubakin yang dibawakan oleh penari dari Sanggar tari Greget menjadi penanda pembukaan karnaval di depan Balai Kota Semarang. Setelah dibuka oleh Wakil Wali Kota Hendrar Prihadi, para peserta melakukan long march menuju Simpanglima.

Kemeriahan semakin terasa dengan berjubelnya orang yang menyaksikan hajatan besar warga Kota Lunpia ini. Sepanjang Jalan Pemuda, Pandanaran, dan Simpanglima dipadati warga yang ingin menyaksikan prosesi karnaval. Dalam sambutannya, Hendrar Prihadi mengatakan, bunga dipilih sebagai lambang keindahan.

Apalagi saat ini Kota Semarang sedang berbenah menjadi salah satu daerah yang diharapkan sebagai jujukan wisata favorit di Indonesia. "Semarang Night Carnival 2012 mengambil tema Semarang Berbunga Menuju Visit Jateng 2013. Kami ingin berbenah agar Kota Semarang tak kalah cantik, indah, dan bersahaja dibanding kota besar lain di Indonesia," katanya.



Untuk memeriahkan karnaval yang memasuki tahun kedua itu, Pemkot Semarang menggandeng beberapa media nasional, di antaranya MNC TV. Harapannya dengan melibatkan media nasional, kemeriahan SNC dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Pada kesempatan yang sama, Trijoto Sardjoko, pelaksana harian (Plh) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang mengatakan, SNC 2012 diikuti 1.600 peserta. Mereka berasal dari beberapa sekolah, wakil kecamatan, universitas, perusahaan, dan komunitas. Sebelum mengikuti acara puncak, peserta telah mengikuti serangkaian acara workshop.

"Seluruh peserta juga dilatih koreografi yang didampingi oleh anggota Sanggar Greget Semarang. Selain koreografi, peserta dibekali teori berbusana dan penyesuaian musik pengiring," tandasnya.

Tak hanya kemeriahan karnaval yang menarik. Kreatifitas peserta dalam mendesain gaun dengan motif bunga juga mengundang decak kagum. Salah satu peserta mengaku biaya yang dibutuhkan guna membuat kostum bermotif bunga teratai mencapai Rp 1,5 juta. "Kira-kira per gaun sampai Rp 1,5 juta. Tapi pembiayaan dari sekolah," kata Fitria, salah satu peserta dari kelompok SMA.

Hujan yang turun tidak menyurutkan antusiasme warga untuk menyaksikan karnaval bak pesta bunga itu. (H71,H35-43)

Sumber Berita : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2012/04/29/184848/Semarang-Pesta-Bunga

Baturaden - Purwokerto

Kawasan wisata Baturaden

Orang lebih mengenal dan menyebut kawasan Baturaden Purwokerto, karena lokasinya lebih dekat dengan kota Purwokerto, yang merupakan pusat (ibukota) Kabupaten Banyumas Jawa Tengah. Dari kota Purwokerto, kawasan wisata Baturaden berjarak berkisar 15 KM atau dapat ditempuh dengan waktu berkisar 30 menit.

Baturaden terletak di sebelah utara kota Purwokerto tepat di lereng sebelah selatan Gunung Slamet. Baturaden karena letaknya di lereng gunung menjadikan kawasan ini memiliki hawa yang sejuk dan cenderung sangat dingin terutama di malam hari. Baturaden juga merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal, terutama pada hari minggu dan hari libur nasional. Kondisi tersebut menyebabkan banyak hotel dan vila didirikan di sini.

wisata baturaden

wisata baturaden

wisata baturaden

wisata baturaden

Baturaden dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun umum, dengan lalu lintas yang tidak terlalu padat. Apabila ingin menggunakan kendaraan umum, wisatawan dapat naik angkutan kota dari terminal di Purwokerto dan turun di terminal lokawisata Baturaden. Jika ingin lebih praktis wisatawan dapat menggunakan taksi. Jika memutuskan untuk menggunakan kendaraan pribadi, sebaiknya hati-hati karena jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 30 derajat.

Baturaden adalah keindahan yang terpancar dari lereng Gunung Slamet, tak hanya menyimpan panorama alam yang molek, tetapi juga cerita rakyat tentang Raden Kamandaka, atau Lutung Kasarung yang cukup akrab di masyarakat Indonesia.

Selain akses yang mudah, area wisata ini juga menyediakan hotel dan aneka penginapan yang memadai. Di samping itu, bagi pecinta alam terbuka disediakan camping ground yang nyaman dan aman. Dan tanpa perlu khawatir akan kesulitan memperoleh makanan, karena di area ini cukup banyak pedagang yang menjajakan makanan, seperti : sate kelinci.

Obyek-obyek wisata yang ada di kawasan Baturaden:
  • Air terjun di dalam Lokawisata Baturaden, dengan jembatan orange-nya yang berada di atas sungai Gumawang
  • Pancuran Pitu, pemandian air panas yang yang mengandung belerang, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah atas Pancuran Telu.
  • Pancuran Telu, pemandian air panas yang yang mengandung belerang. Dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit kulit. Terletak di sebelah bawah Pancuran Pitu.
  • Bumi Perkemahan. Merupakan camping ground yang sering dimanfaatkan oleh para pecinta alam dan penikmat kegiatan out bond. Pernah digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Jambore Nasional Gerakan Pramuka se-Indonesia pada tahun 2001.
  • Kaloka Widya Mandala. Taman Kaloka Widya Mandala Baturaden atau Wisata Pendidikan Wanasuka Baturaden merupakan kebun binatang sekaligus sebagai tempat wisata edukasi. Di Taman Kaloka Widya Mandala Baturaden terdapat berbagai macam binatang yang berasal dari dalam maupun dari luar negeri seperti dari Australia, Asia dan Belanda. Koleksinya meliputi : Sapi kaki lima, Kambing kaki tiga, Gajah, Beruk (Buing), Buaya Irian, Ular Sanca, Kaswari, Monyet, Landak, Iguana, Cendrawasih, Kelelawar, Ayam Kate, Ayam Mutiara, Orang Utan, Elang Bondol, Rusa. Di tempat ini juga terdapat Museum Satwa Langka, seperti: Harimau Sumatera, Beruang Madu, dan Macan Dahan.

  • Pemandian Air Panas
  • Curug Ceheng
  • Wahana Wisata Lembah Combong
  • Combong Valley Paint Ball and War Games
  • Telaga Sunyi
  • Baturaden Adventure Forest
*sumber teks : wikipedia

Memadukan Wisata

Dalam rangka menyongsong Visit Jawa Tengah 2013, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah terus melakukan upaya secara simultan agar Provinsi Jawa Tengah benar-benar siap untuk menyambut tahun kunjungan wisata tersebut. Beberapa hal yang disiapkan antara lain dengan pembenahan berbagai sarana dan penyiapan masyarakat dalam menyongsong tahun tersebut.

Untuk membangun kepariwisataan tentunya tidak dapat dilakukan secara terpisah dan menyendiri. Kebersamaan dan persatuan antara pengelola obyek di banyak tempat tentunya dapat mendorong promosi bersama yang akan mendatangkan hasil yang lebih baik (www.jatengprov.go.id)

Selama ini kelemahan utama pariwisata di tanah air adalah tiadanya keterpaduan dan koordinasi pengelolaan obyek wisata. Pengelola obyek wisata lebih suka bekerja sendirian. Masing-masing obyek wisata merasa lebih unggul dan lebih penting daripada yang lain, hasilnya bukan keuntungan yang diperoleh, tetapi kebuntungan bersama.

Gagasan pekan promosi pariwisata tiga kota, yaitu Yogyakarta, Surakarta dan, Semarang (Joglosemar)  sangat relevan untuk mencairkan kebekuan pariwisata di Indonesia. Koalisi tiga kota dan sekitarnya ini merupakan paket wisata yang sangat layak dipromosikan kepada wisatawan mancanegara. Masing-masing memiliki kekhasan, keunikan, dan keindahan tersendiri yang dapat dikemas dalam wisata budaya, alam, dan kuliner.



Yogyakarta dengan obyek wisata budaya Keraton, Candi Prambanan, Candi Ratu, dan Candi Borobudur sudah lama menjadi ikon pariwisata kedua setelah Bali. Kawasan  Malioboro , Benteng Vredeburg, dan Museum Sono Bodoyo semakin menambah daya tarik wisata di Yogyakarta. Hal ini masih ditambah dengan pesona alam seperti Pantai Parangtritis, Pantai Samas, Pantai Baron, Pantai Krakal, dan Pantai Kukup.

Surakarta  dan sekitarnya merupakan kawasan yang kaya dengan obyek wisata budaya maupun alam. Sebut saja Keraton Surakarta, Museum Radya Pustaka, dan Pasar Tradisional Klewer. Tak jauh dari Surakarta terdapat situs purbakala dunia Museum Sangiran yang terletak di Kalijambe, Kabupaten Sragen. Air terjun Grojogan Sewu di Tawangmangu, Karanganyar, kawasan pemancingan ikan di Tlatar, sumber mata air di Pengging, (Kabupaten Boyolali), Pemancingan Ikan di Janti, Rawa Jombor, dan sumber mata air Cokrotulung di Kabupaten Klaten merupakan wisata alam yang layak jual.

Semarang yang pernah disinggahi Kapal Laksamana Cheng Ho dapat menjadikan peninggalannya sebagai ikon utama pariwisata di Semarang.  Kawasan kota lama, Warung Semawis, PRPP dan Taman Maero Koco juga merupakan aset wisata yang cukup bernilai.

Wisata alam Bandungan, Rawa Pening, di Kabupaten Semarang, dan Kopeng di Salatiga. Air terjun Curug Sewu yang merupakan gugusan Gunung Slamet di Kendal dapat menambah daftar kunjungan wisatawan asing selama di Semarang. Begitupun dengan Klenteng Welahan di Jepara.

Trio wisata Joglo Semar : Yogyakarta, Solo, dan Semarang bisa menjadi program wisata bersama antara Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dukungan para pelaku wisata di kedua provinsi ini mutlak diperlukan guna kesuksesan program wisata ini.

Pariwisata perlu dibangun dengan mengedepankan visi kepercayaan diri yang kuat, jangan sampai terkena virus rendah diri. Singapura, negara yang tidak memiliki sumber daya alam pariwisata sebaik Indonesia saja, ternyata mampu menarik kunjungan wisata mancanegara lebih banyak daripada Indonesia. Kunci kesuksesan Singapura adalah rasa percaya diri yang kuat, diikuti dengan profesionalitas pengelolaan dan promosi  pariwisata yang gencar.

Selain itu, pencitraan positif suatu obyek wisata merupakan masalah yang tak dapat ditinggalkan. Seindah  apapun obyek wisata yang ada jika tidak mampu mencitrakan dirinya dengan baik tidak akan mampu menarik wisatawan. Sebaliknya, pencitraan diri yang bagus dan menarik akan mampu mengangkat citra obyek wisata yang semula biasa-biasa saja menjadi luar biasa.

Obyek pariwisata lokal di tanah air jika dicitrakan secara nasional bahkan internasional tentu akan mampu mendobrak stagnasi dunia pariwisata kita. Selama ini Yogyakarta hanya diidentikkan dengan Kraton, Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Malioboro. Padahal ada banyak obyek wisata lokal di Yogyakarta semacam Goa Selarong  yang dapat diangkat derajatnya untuk menarik wisatawan asing.

Begitu pun dengan Solo selalu diidentikkan dengan kraton saja, padahal tak jauh dari Solo ada banyak wisata alam yang menarik semacam Tawangmangu, mata air Cokrotulung, dan mata air Pengging. Semarang, demikian pula. Jangan hanya diidentikkan dengan Klenteng Gedung Batu saja, namun juga harus mampu mengangkat obyek wisata lokal  di sekelilingnya seperti Rawa Pening, Bandungan, dan Kopeng menjadi bertaraf internasional, layak jual untuk wisatawan asing.

Pencitraan yang baik tidak akan banyak artinya tanpa didukung oleh promosi pariwisata. Promosi merupakan usaha untuk memperkenalkan potensi wisata di tanah air kepada para wisatawan sedemikian rupa sehingga mereka terangsang untuk mengunjunginya. Promosi pariwisata Indonesia boleh dikatakan kalah bersaing dengan promosi negara-negara lain.

Penelitian yang dilakukan Biro Pusat Statistik (1992) mengungkapkan bahwa sebagian besar informasi tentang Indonesia di mancanegara justru tidak diperoleh dari hasil promosi pariwisata Indonesia. Sebesar 41,66 persen memperoleh informasi tentang Indonesia dari teman dan kenalan yang pernah berkunjung ke Indonesia. Sedangkan informasi yang diperoleh melalui biro perjalanan dan majalah/koran berturut-turut 19,11 persen dan 14,85 persen.

Multi Efek Pariwisata
Dalam pandangan ahli ekonomi,  pariwisata merupakan kegiatan ekspor tak kentara (invisible export) atas barang-barang dan jasa-jasa pelayanan. Pariwisata merupakan suatu bentuk ekspor yang dianggap sangat menguntungkan negara dengan aliran devisa dari para turis mancanegara.

Kebiasaan para wisatawan untuk shopping/belanja diharapkan mampu menggairahkan urat nadi pasar tradisional yang mengemban aneka fungsi seperti pusat jajan, pasar seni, pasar kerajinan dan pasar tekstil. Indonesia memiliki banyak potensi pasar tradisional seperti Pasar Klewer Solo, kawasan Malioboro Yogyakarta, Pasar Johar , dan Warung Semawis Semarang.

Pariwisata dapat merangsang lahirnya industri kerajinan untuk melayani kebutuhan para wisatawan terhadap souvenir maupun cinderamata. Urgensi industri kerajinan semakin terlihat perannya pada masa ekonomi sulit seperti sekarang. Industri kerajinan merupakan sekor usaha kecil menengah yang "tahan banting", eksistensinya tidak luntur oleh hantaman krisis ekonomi yang hingga sekarang dampaknya masih terasa.

Transportasi merupakan kebutuhan yang cukup signifikan bagi wisatawan untuk menuju dan selama berada di suatu obyek wisata. Respon terhadap kebutuhan ini melahirkan industri transportasi baik yang modern maupun tradisional. Transportasi tradisional seperti becak dan andong semestinya dilestarikan bukan malah digusur seperti tragedi becak di Jakarta. Becak dan andong dapat dijadikan atraksi yang menarik untuk melengkapi keberagaman wisata yang telah ada.

Pariwisata juga berperan melestarikan kebudayaan. Atraksi kebudayaan semacam tarian barongsai dan upacara ritual yang digelar setiap tahunnya di Kelenteng Sam Poo Kong memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Ritual sekaten di Solo dan Yogyakarta seolah tak pernah jemu untuk menghibur para wisatawan mancanegara. Dengan pariwisata, maka pelaku kesenian tradisonal rakyat akan tergugah untuk hidup kembali sekaligus mendapatkan manfaat komersial yang tidak sedikit.

Romi Febriyanto Saputro, S.IP adalah Kasi Pembinaan, Penelitian dan Pengembangan Perpustakaan (Binalitbang) di Kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Sragen. Juara Pertama Lomba Penulisan Artikel Tentang Kepustakwanan Indonesia Tahun 2008 yang diselenggarakan oleh Perpusnas RI.

Wisata Religi Pati Kidul

MAKAM SARIDIN / SYEH JANGKUNG
Objek Wisata : Makam Saridin atau terkenal dengan nama Syeh Jangkung konon merupakan salah seorang murid Sunan Kalijaga (Wali Songo).

Lokasi : Makam tersebut terletak di Desa Landoh, Kecamatan Kayen. Jarak dari kota Pati kira-kira 17 Km kearah selatan menuju Kabupaten Grobogan. Makam ini banyak dikunjungi orang setiap hari Jumat Kliwon dan Jumat Legi. Upacara khol dilaksanakan setiap 1 tahun sekali yaitu pada bulan Rajab tanggal 14-15 dalam rangka penggantian kelambu makam.

Fasilitas : Bangunan Pendopo dan bangunan mesjid.
Makam ini ramai dikunjingi wisatawan, lebih-lebih hari Jum'at Pahing, penunjung dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur,Sumatera bahkan Malaysia dan Singapura.

Mengenai Upacara Khol dilaksanakan setiap tanggal: 14-15 bulan Rajab dengan acara: Upacara Ganti Selambu, Pasar Malam, Pengajian.

Sejarah :
Menurut cerita Saridin (Syech Jangkung) dilahirkan di Desa Landoh Kiringan Tayu.Setelah dewasa beliau berkelana di daerah-daerah Pulau Jawa bahkan sampai di Sumatera untuk menyebarkan Agama Islam. Waktu masih hidup beliau wasiat apabila wafat agar dimakamkan di Desa Landoh, Kayen.

Dikomplek Makam Saridin ada beberapa makam:
a. Makam bakul legen yaitu Prayoguna dan Bakirah.
b. Makam isteri-isterinya yaitu RA Retno Jinoli dan RA Pandan Arum.

MAKAM MBAH TABEK MERTO
Obyek wisata : Kompleks makam kuno terletak di Dukuh Domasan, Desa Prawoto Kecamatan Sukolilo. Makam ini diperkirakan telah ada sejak abad ke XVI pada masa awal penyebaran agama Islam di Indonesia. Ditinjau dari bentuk makam, bentuk nisan dan letak pemakaman, maka makam kuno ini dapat disejajarkan dengan usia makam yang ada di Demak pada masa Kerajaan islam di Demak. Berdasarkan namanya, Tabek berasal dari bahasa Arab dari kata tabi'a yang berarti yang mengikuti atau pengikut. Yang dimaksud pengikut di sini adalah pengikut para penyebar agama islam pada masa itu, yaitu para wali atau wali songo. Kompleks pemakaman kuno saat ini banyak dikunjungi orang karena diyakini mempunyai hubungan dengan para wali.

Fasilitas : Jalan aspal
Peluang investasi : Pengembangan obyek wisata dengan membangunan sarana rekreasi .
Nyai Ag. Ngerang dan Ki Ag. Ngerang

Selain itu Kab. Pati jg terdapat Tapak tilas (makam) Nyai Ageng Ngerang di Ds. Ngerang Kec. Tambakromo, yg berada di selatan Kayen. Nyai Ageng Ngerang merupakan putri bungsu Raden Bondan Kejawan dari sang ayah Sunan Tembayat (Kertabumi Brawijaya). Siti Rohmah roro Kasian di peristri Ki Ag. Ngerang I putra dari Maulana Malik Ibrahim dan mempunyai dua orang Putra. Putra pertama ad seorang putri yg diperistri Ki Ag. Selo, kemudian yg ke-2 adl Ki Ag Ngerang II (Ki Ag. Pati) makamnya berada di Ngerang Pakuan Juana.

SUNANG PRAWOTO
Ada jg Tapak Tilas Mbah Sunan Prawoto, yg terletak di Ds. Prawoto, Kec. Sukolilo. Sebagian masyarakat menyebutnya makam Sunan Prawoto, putra Sultan Trenggono (sultan ke-3 Demak), dan kakak Ratu Kalinyamat. Berdasarkan silsilahnya, Sunan Prawoto merupakan salah seorang cucu Sunan Kalijaga. Tetapi, ada juga yang menyebutnya makam Panembahan Prawoto, salah seorang dari empat putra Sunan Prawoto, atau cicit Sunan Kalijaga. Konon sebutan mbah pada Mbah Sunan Prawoto berasal dari kata Panembahan Prawoto. Nampaknya dugaan kedua ini lebih masuk akal. Sebab Sunan Prawoto dimakamkan di belakang Masjid Agung Demak, yang diapit makam ayahnya (Sultan Trenggono) dan Pangeran Chatib.

KI AGENG GIRING
Ki Ag. Giring adl murid Sunan Kalijaga, beliau adl salah satu keturunan Brawijaya IV dari Retna Mundri yg hidup pd abad XVI, dari perkawinanya dgn Nyi Talang Warih melahahirkan dua orang putra, Rara Lembayung dan Wanakusuma atau Ki Ag. Giring atau Kyai Ag. Wonomenggolo. Petilasan beliau terdapat di Ds. Sumbersoko Kec. Sukolilo Pati, dan jugaa terdapat di Ds./Kec. Palian Wonosari.

makam Angling Darma

ANGKLING DARMA
Konon Prabu Angkling Darma adl keturunan ke-7 dari Raden Arjuna (Astina). Petilasan beliau ada di Ds. Mlawat Kec. Sukolilo Kab. Pati. Namun masyarakat lebih mengenal petilasan Angkling Darma berada di Bojonegoro tepatnya di Ds.Wotan ngare Kec. Kalitidu, selain itu Petilasan beliau jg terdapat di Ds. Sukakersa Kec. Cadasngampar Kab. Sumedang. Selain makam tersebut Di desa Mlawat ini jg terdapat Gua Pikulan Jalatunda konon gua ini adl tempat bertapanya Naga Raja. Menurut Tutur para Kyai yg mempunyai daya linuwih, "Angkling Darma sudahlah Islam beliau adl Hamba Allah yg bertauhid, cuma Beliau tidak bersyariat seperti kita, ikut syariatnya Kanjeng Nabi Muhammad SAW". begitu Tutur Beliau.

Selain itu Pati jg terdapat Tempat keramat, salah satunya "Gerbang Majapahit" yg terletak di Ds. Rondole, Kec. Margorejo. Menurut penelitian dinas terkait beberapa waktu lalu, Gerbang tsb berasal dari masa Kerajaan Majapahit. Objek ini terkait pula dengan sejarah wali, terutama Sunan Muria.

Alkisah, gerbang ini diusung secara Goib oleh Raden Kebonyabrang dari Kerajaan Majapahit menuju Gunung Muria. Perintah itu datang dari ayahnya, Sunan Muria, untuk menguji iman, mental, dan kesaktian anaknya. Bahkan, Sunan Muria meminta agar tugas itu bisa dilaksanakan hanya dalam satu malam.

Beberapa Tempat Wisata yang Ada di Jepara



Kota Jepara selain terkenal dengan kota ukir, juga mempunyai keindahan alam yang amat elok terutama dengan keindahan alam pantainya. Sebagai kota yang terletak di wilayah utara pulau Jawa maka tak heran lagi jika Jepara memiliki tempat wisata pantai yang cukup banyak.

Sebenarnya ada banyak tempat pariwisata di Kabupaten Jepara, yang terkenal disana adalah wisata pantainya, karena memang Kabupaten Jepara dekat dengan laut. Ini adalah beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi baik oleh warga sekitar ataupun dari luar Kabupaten Jepara.



Museum RA. Kartini terletak di pusat kota atau tepatnya di sebelah utara alun-alun kota Jepara. Museum RA Kartini termasuk jenis museum umum dan sekaligus sebagai Obyek Wisata sejarah yang dikelola oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jepara selaku Dinas Teknis yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah.

Museum ini dibuka setiap hari dan sering dikunjungi para wisatawan baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus). Museum RA Kartini didirikan pada tanggal 30 Maret 1975 pada masa pemerintahan Bupati Soewarno Djojomardowo, SH, sedangkan peresmiannya dilakukan pada tanggal 21 April 1977 oleh Bupati KDH Tingkat II Jepara, Soedikto, SH.

Tujuan didirikan museum ini adalah untuk mengabadikan jasa-jasa perjuangan RA Kartini dengan cara mendokumentasikan, memamerkan, dan memvisualkan benda-benda bersejarah peninggalan milik kakak kandungnya serta benda warisan budaya lainnya yang banyak ditemukan di daerah Kabupaten Jepara. Gedung museum dibangun di atas areal seluas 5.210 m2 dengan luas bangunan 890 m2 dan terdiri dari tiga buah gedung.

RUANG I Ruang ini berisi koleksi peninggalan RA Kartini berupa benda-benda dan foto-foto miliknya semasa masih hidup antara lain :

(Satu) set meja kursi tamu yang masih asli terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas motif Jawa kuno; Lukisan wajah beliau pada saat melangsungkan pernikahannya dengan Bupati Rembang, Raden Mas Adipati Djoyodiningrat pada tanggal 12 Nopember 1903; Foto contoh tulisan dalam bahasa Belanda yang ditujukan kepada sahabatnya di negeri Holland;



Meja belajar; Piring dan mangkok; Hasil keterampilan tangan muridnya berupa renda; Alat untuk membatik berupa canting milik RA Kartini; Silsilah RA Kartini; Serambi belakang pendopo Kabupaten; Botekan, sebuah tempat untuk menyimpan jamu sebagai persiapan pada saat RA Kartini akan dilahirkan; Mesin jahit kepunyaan muridnya yang sampai sekarang masih dapat dioperasikan.

Salah satu obyek wisata andalan di Jepara adalah Benteng Portugis yang terletak di Desa Banyumanis Kecamatan Keling atau 45 km di sebelah utara Kota Jepara, dan untuk mencapainya tersedia sarana jalan aspal dan transportasi regular.

Dilihat dari sisi geografis benteng ini nampak sangat strategis untuk kepentingan militer khususnya zaman dahulu yang kemampuan tembakan meriamnya terbatas 2 s/d 3 km saja. Benteng ini dibangun di ats sebuah bukit batu di pinggir laut dan persis di depannya terhampar Pulau mondoliko, sehingga praktis selat yang ada di depan benteng ini berada di bawah kontrol Meriam Benteng sehingga akan berpengaruh pada pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur atau sebaliknya.

Pada tahun 1619, kota Jayakarta/Sunda Kelapa dimasuki VOC Belanda, dan saat ini Sunda Kelapa yang diubah namanya menjadi Batavia dianggap sebagai awal tumbuhnya penjajahan oleh Imperialis Belanda di Indonesia. Sultan Agung Raja Mataram sudah merasakan adanya bahaya yang mengancam dari situasi jatuh nya kota Jayakarta ke tangan Belanda. Untuk itu Sultan Agung mempersiapkan angkatan perangnya guna mengusir penjajah Belanda.

Tekad Raja Mataram ini dilaksanakan berturut-turut pada tahun 1628 dan tahun 1629 yang berakhir dengan kekalahan di pihak Mataram.



Kejadian ini membuat Sultan Agung berpikir bahwa VOC Belanda hanya bisa dikalahkan lewat serangan darat dan laut secara bersamaan, padahal Mataram tidak memiliki armada laut yang kuat, sehingga perlu adanya bantuan dari pihak ketiga yang juga berseteru dengan VOC yaitu Bangsa Portugis.



Telaga sejuta akar ,merupakan obyek wisata baru dengan pemandangan utama berupa pohon karet dan mata air menyerupai telaga. Dengan penataan lingkungan dan perbaikan akses menuju objek, diharapkan wisatawan dapat menikmati panorama, hawa yang sejuk, dan menu ikan air tawar yang masih segar.



Letaknya di Desa Bondo kecamatan Bangsri + 25 km dari pusat kota Jepara.



Pulau Panjang terdapat di sebelah barat Pantai Kartini berjarak sekitar 1,5 km. merupakan pulau berpantai landai dan berpasir putih. Pulaunya rimbun karena beberapa jenis tanaman keras tumbuh di sana. Pohon-pohonya yang tinggi sangat menarik bagi berbagai jenis burung (camar, bangau, blekok) untuk tinggal dan berkembang biak.

Pengunjung dapat mengelilingi pulau dengan berjalan menyusuri pantai atau menyusuri jalan (paving block) sambil menikmati pemandangan di kanan kiri. Selain itu, pantai berpasir putih dan laut dangkal dengan terumbu karang juga merupakan pemandangan yang cukup menarik, terutama bagi yang suka mancing dan mandi laut.

Di Pulau Panjang juga terdapat makam tokoh islam (seorang guru), Syeikh Abu Bakar namanya. Terdapat pula mercusuar yang sampai sekarang masih berfungsi untuk memandu kapal-kapal yang mengarungi Laut Jawa.

Untuk sampai di Pulau Panjang dapat memanfaatkan perahu wisata "Sapta Pesona" dari Pantai Kartini atau Pantai Bandengan dengan tarif yang relatif murah. Bagi yang ingin berkemah tidak perlu khawatir, karena di sana juga tersedia sarana MCK yang cukup memadai.



Pulau Mandalika letaknya berhadapan langsung dengan Objek Wisata Benteng Portugis dengan jarak + 2 km. Untuk mengunjungi pulau ini dapat menggunakan perahu nelayan bermesin tempel dengan waktu tempuh tidak lebih dari 0,5 jam.

Pulau ini tidak berpenghuni, hanya 1 orang operator/penjaga mercusuar yang bertugas di sana. Alamnya berupa hutan yang masih perawan sehingga banyak binatang berbisa seperti : ular, kalajengking, dan kepiting hitam (gotho). Pantainya curam dan berbatu sehingga pulau ini dikelilingi laut yang cukup dalam.

Bagi yang suka memancing, dapat melakukan aktivitas ini baik dari daratan Pulau Mandalika atau dari bebatuan yang ada di bawah Benteng Portugis atau dapat juga dengan menyewa perahu. Ikan yang diperoleh pemancing biasanya jenis kerapu, kakap putih, gerabah, pari, dan sembilang.



Karimunjawa terdiri dari 3 desa (Karimun, Kemojan dan Parang).Obyek wisata Bahari terpadu Taman Nasional Laut Karimunjawa ini merupakan salah satu kawasan wisata unggulan di tingkat regional bahkan International, Karimunjawa memiliki keindahan alam bawah laut yang alami/perawan dan sangat menakjubkan, dengan aneka jenis terumbu karang yang paling lengkap di dunia, biota laut dan ikan karang beraneka warna, hamparan pasir putih di setiap pulau dari 27 pulau yang ada menjadikan Karimunjawa laksana surga bagi pengunjung wisatawan baik mancanegara maupun domestik.



Kebijakan pengembangan pariwisata di Taman Nasional Karimunjawa diarahkan pada wisata berwawasan lingkungan, minat khusus atau sering disebut Ekowisata/Ecotourism/wisata alam dan ekosistem utama kawasan. Adapun wisata alam adalah kegiatan perjalanan atau sebagaian dari kegiatan wisata yang bersifat wisata minat khusus yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati gejala keunikan dan keindahan alam di Taman Nasional, sedangkan ekosistem utama kawasan adalah Hutan Hujan Tropis Dataran rendah, Hutan Mangrove, Terumbu Karang, Hutan Pantai, Padang lamun dan rumput laut.



Teluk Awur Salah satu pantai di kabupaten Jepara yang cukup indah dan menarik untuk di kunjungi adalah Pantai Teluk Awur.

Pantai ini terletak di Desa Teluk awur kecamatan Tahunan sekitar 4 km ke arah selatan dari pusat kota Jepara,namun demikian jika dilihat pantai ini tidak kalah menariknya dengan pantai lainnya yang ada di Jepara. Setiap Event Lomban pantai ini juga gak kalah ramenya dengan pantai-pantai lainnya dan banyak juga hiburan-hiburan yang menarik .

Setiap hari Minggu atau libur pantai ini cukup ramai dikunjungi oleh pelancong baik dari sekitar Jepara sendiri, ada pula warga luar kota Jepara yang juga mampir mencoba melihat keindahan pantai yang masih alami ini.

Untuk yang mempunyai hobi berenang Pantai Teluk Awur kondisi airnya cukup bersih karena jauh dari lalangnya perahu dan kapal, sehingga aman jika digunakan untuk mandi dan berenang.



Pantai Pungkruk berjarak 7 km. dari kota Jepara. Pantainya datar dan berkarang, di lokasi ini terdapat banyak rumah makan tradisional yang menyajikan menu makanan laut (seafood) dengan menu andalan adalah ikan bakar. Ada beberapa rumah makan yang ditata cukup rapi, sebagian bangunannya berupa gazebo yang berada di atas laut/tambak. Bahkan ada beberapa pengusaha yang melengkapi tempat usahanya dengan karaoke.



Obyek Wisata Pantai Kartini terletak 2,5 km ke arah barat dari Pendopo Kabupaten Jepara. Obyek wisata ini berada di kelurahan Bulu kecamatan Jepara dan merupakan obyek wisata alam yang menjadi dambaan wisatawan.

Berbagai sarana pendukung seperti dermaga, sebagian aquarium Kura-kura, motel, permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dan lain-lain telah tersedia untuk para pengunjung. Suasana di sekitar pantai yang cukup sejuk memang memberikan kesan tersendiri buat pengunjung, sehingga tempat ini sangat cocok untuk rekreasi keluarga atau acara santai lainnya.



Di tempat ini pula para pengunjung dapat melepaskan lelah dengan duduk-duduk di bawah gazebo sambil menghirup udara segar bersama terpaan angin laut, terdapat pula deretan toko souvenir kerajinan laut yang dapat dijadikan buah tangan para wisatawan.

Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju obyek wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Sekarang juga sudah tersedia sarana transportasi ke Karimunjawa dari dermaga Pantai Kartini yaitu KMP. MURIA (waktu tempuh 6 jam) dan Kapal Cepat KARTINI I (waktu tempuh 2,5 jam).



Berlokasi di Desa Bondo Kecamatan Bangsri 17 km. dari pusat kota. Pantai sepanjang + 2 km berpasir putih dan di sekitar pantai banyak pohon peneduh yang didominasi jenis pandan.

Pada saat musim barat ombaknya cukup besar, namun setelah itu airnya tenang dan jernih. Didukung lautnya yang dangkal, lokasi ini sangat baik untuk mandi laut. Apalagi sekarang sudah ada inisiatif masyarakat untuk menyediakan shower room dan ban untuk disewakan.

Dari pantai ini dapat terlihat jelas PLTU Tanjung Jati B yang begitu megah. Di sebelah utara PLTU terdapat karang dalam seluas ratusan km2 dengan kedalaman 35 m - 50 m dengan bermacam jenis ikan sangat pas untuk yang hobi memancing.



Pantai Empu Rencek Wilayah Jepara terkenal dengan keindahan pantai pasir putih,
hampir semua pantai yg berpasir putih untuk dijadikan tempat wisata,salah satu yang tak kalah menarik yaitu pantai Empu rancak,kawasan ini banyak ditemui pilihan makanan menu seafood.

Pantai Empu Rancak terlentak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo.

Pantai ini masih terlihat sepi, sebab memang belum banyak yang mengenal wilayah ini.
Namun sejak empat tahun terakhir, kawasan ini sudah mulai dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Dengan memanfaatkan keindahan pantai dan tumbuh-tumbuhan rimbun di sekelilingnya,
Anda tertarik? Silakan kunjungi!



Pantai Tirto Samudro atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota. Pantai yang airnya jernih dan berpasir putih ini sangat cocok untuk lokasi mandi . tak jarang para wisatawan yang datang ke obyek ini sengaja melakukan mandi laut. Umumnya mereka anak-anak, remaja dan para wisatawan manca Negara. Biasanya saat yang paling disukai adalah pada waktu pagi hari dan di saat sore menjelang senja dimana akan tampak panorama sunset yang memukau.

Di lokasi ini pula kita dapat bersantai ria dan duduk duduk di atas shelter sambil menikmati semilir angin pantai serta udara yang masih alami (tanpa polusi). Kawasan obyek wisata yang lahannya cukup luas dan sebagian besar ditumbuhi rerimbunan pohon-pohon pandan ini memang cocok untuk kegiatan remaja seperti kemah, volley pantai, sepeda santai atau kegiatan-kegiatan serupa. Selain itu pula di dalam area obyek wisata ini sering digunakan ajang permainan moto cross dan pertunjukan festival layang-layang baik regional, nasional maupun internasional.

Obyek wisata ini dapat di jangkau dengan mudah oleh kendaraaan umum, sebab sudah tersedia prasarana jalan yang sudah beraspal dan sudah ada angkutan kota yang langsung menuju lokasi obyek wisata tersebut. Sedangkan makanan khas yang dapat dinikmati oleh para pengunjung di obyek wisata tersebut yaitu kerang rebus, rajungan, ikan bakar serta pindang srani.

Menurut catatan sejarah, pantai Bandengan ternyata masih terkait erat dengan kehidupan Pahlawan Nasional yang juga tokoh emansipasi wanita yaitu RA Kartini pantai tersebut merupakan tempat yang menarik yang menjadi kenangan manis buat putra putri Bupati Jepara ini. Gadis yang lincah dengan panggilan TRINIL ini semasa kecilnya sering sekali berwisata ke pantai ini bersama Bangsawan Hindia Belanda yaitu Ny. Ovink Soer (Isteri asisten residen) bersama suaminya, pada saat liburan pertama menjelang kenaikan kelas mengajak RA Kartini beserta adik-adiknya Roekmini dan Kardinah untuk menikmati keindahan pantai tersebut.

Kartini dan kedua adiknya mengikuti Ny. Ovink Soer mencari kerang sambil berkejaran menghindari ombak yang menggapai kaki mereka. Kepada Kartini ditanyakan apa nama pantai tersebut. Di jawab dengan singkat "Pantai Bandengan" kemudian Ny. Ovink Soer mengatakan di Holland pun ada pantai yang hampir sama dengan Pantai Bandengan, hanya ada sedikit perbedaan bahwa airnya dingin namanya SCHEVENINGEN. Secara spontan Kartini menyela "..kalau begitu kita sebut saja Pantai Bandengan ini dengan "KLEIN SCHEVENINGEN".

Berawal dari hal di atas, maka sampai sekarang Pantai Bandengan terkenal dengan sebutan KLEIN SCHEVENINGEN (bahasa Belanda : KLEIN berarti pantai dan SCHEVENINGEN yaitu nama pantai di negeri Belanda).

Selain Pantai Bandengan merupakan tempat yang pernah mengukir sejarah perjalanan cita-cita RA Kartini. Di pantai itulah RA Kartini dan Mr. Abendanon mengadakan pembicaraan empat mata yang berhubungan dengan permohonannya untuk belajar ke negeri Belanda, meskipun ahirnya secara resmi permohonannya kepada pemerintah Hindia Belanda ditarik kembali dan biaya yang sudah disediakan buat RA Kartini diberikan kepada pemuda berasal dari Sumatera yaitu Agus Salim (KH. Agus Salim alm.).

Sementara itu dikisahkan bahwa obyek wisata Pantai Bandengan masih ada keterkaitanya dengan legenda asal usul Karimunjawa. Dalam legenda itu disebutkan bahwa karena terdorong rasa prihatin akan perilaku anaknya yang nakal/bandel, maka Sunan Muria memerintahkan puteranya yaitu Amir Hasan pergi ke utara menuju sebuah pulau yang nampak "kremun-kremun" dari puncak Gunung Muria. Kepergian ini dengan tujuan untuk memperdalam sekaligus mengembangkan ilmu agama. Kelak pulau yang dituju itu dinamakan Pulau Karimunjawa. Dalam perjalanan itu sampailah mereka di pantai yang banyak terdapat paya-paya dan ikan banding. Sampai sekarang tempat ini dinamakan Desa Bandengan dan pantai yang terletak di desa itu disebut pula Pantai Bandengan.



Goa Manik Berada di desa Sumanding kecamatan Keling kabupaten Jepara. Gua ini kurang lebih 5km berada berdekatan dengan Air Terjun Songgolangit. Untuk menempuh daerah tersebut harus berhati-hati karena jalan yang akan ditempuh sangat licin,curam dan terjal.

Dilokasi tersebut terdapat 2 buah gua yang berdekatan. Namun yang satu berada di bawah tepat di pancuran air. Konon gua tersebut digunakan oleh Begawan Manikyoso Namun sekarang banyak digunakan oleh orang-orang untuk bertapa agar keinginannya dapat tercapai.



Goa Tritip Terletak di desa Jung Watu, Kecamatan Keling atau 45 Km sebelah utara kota jepara berdekatan dengan benteng portugis.

Pada zaman dahulu gua tritip digunakan oleh Mbah Joyo Kusumo untuk bertapa yang kemudian sekarang banyak diartikan orang sebagai tempat petilasannya. Tiap malam jum'at diberi sesajen berupa wedang gula dan wedang kopi. Namun pada malam jum'at wage sajian itu ditambah dengan kelapa muda dan bubur merah putih. Di sekitar daerah tersebut terdapat perahu kayu. Perahu tersebut konon katanya menjadi tempat pertapaan Mbah Joyo Kusumo.

Namun sekarang perahu yang terletak di gua tritip sudah tinggal setengah karena banyak diambil oleh orang-orang yang berkunjung disana untuk membuat api unggun dan lain sebagainya. Banyak pengunjung yang datang pada malam jum'at wage agar hajatnya tercapai setelah melakukan pertapaan melalui perantara mbah Joyo Kusumo kepada Tuhan Yang Maha Esa.



Obyek wisata Air Terjun Songgolangit Jepara ini terletak di desa Bucu kecamatan Kembang 30 km sebelah utara dari kota Jepara. Air terjun ini mempunyai ketinggian 80 meter dan lebar 2 meter. Konon menurut cerita bahwa tempat ini akan menjadikan awet muda bagi para pengunjung yang melakukan cuci muka ataupun mandi.

Panorama alam di sekitar obyek wisata ini begitu indah dan udaranya cukup nyaman, sehingga sangat cocok untuk acara santai atau kegiatan rekreasi lainnya. Di tempat pula banyak dijumpai kupu-kupu yang beraneka ragam jumlahnya dengan warna-warni yang cukup indah. Unyuk mencapai obyek wisata tersebut dapat ditempuh dengan kendaraan roda 2 maupun roda 4 dengan kondisi jalan beraspal.

Menurut legenda, Dikisahkan ada seorang jejaka yang berasal dari desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Bucu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka ahirnya berlanjut hingga ke jenjang perkawinan. Di sini diceritakan bahwa antara desa Tunahan dan desa Bucu terbentang sungai (sekarang ini sungai yang berada di atas obyek wisata tersebut airnya mengalir ke bawah menjadi air terjun). Pada zaman dahulu seorang laki-laki melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, dll. Serta membawa hewan piaraan kerbau, sapi, kambing,dll.

Pada suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati-hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan. Alkisah, sang mertua menegur anaknya : "Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi" atau dalam bahasa Indonesia : "Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun". Rupanya si suami salah mendengar "Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu" atau dalam bahasa Indonesia "Kerja kok gaduh, memangnya barang bawaan suamimu".

Pada saat itu juga si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada suatu tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati/gerobak yang ditarikoleh sapi. Oleh karena jalannya begitu gelap, maka pedati yang mereka naiki salah jalan (kesasar) sehingga terasa pedati tersebut masuk jurang yang sangat dalam dan sepasang pengantin tersebut hilang tidak ada yang mengetahui keberadaanya.

Legenda tersebut bersifat turun temurun dan masih melekat kuat di hati masyarakat setempat sehingga merupakan pantangan antara orang-orang desa Tunahan dan desa Bucu untuk hidup sebagai suami isteri, karena dikuatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut.
Sedangkan dinamakan air terjun Songgolangit, karena dilihat dari bawah maka air terjun tersebut tampak seakan akan menyangga horizon langit.

Konon ceritanya air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan yang menikmati keindahan obyek wisata tersebut, karena mereka merasa bahwa pengunjung-pengunjung adalah tamunya yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.