Penumpang Garuda Indonesia Bebas Bawa Sepeda

Penumpang Garuda Indonesia Bebas Bawa Sepeda

Penumpang Garuda Indonesia Bebas Bawa Sepeda (Foto:infokoms) MENDUKUNG kegiatan wisata olahraga di sebuah destinasi, Garuda Indonesia memanjakan penumpang dengan memperbolehkan membawa alat olahraga, salah satunya sepeda. Asyik bukan?

Dikatakan Senior Manager Public Relation Garuda Indonesia Ikhsan Rosan, sudah lama Garuda Indonesia memberi fasilitas ini kepada penumpang. Program ini sudah berjalan selama lima tahun dan disambut baik penumpang yang gemar olahraga.

"Ya, benar. Selain penumpang diberi free bagasi seberat 20 kg, kita tambahkan space buat alat-alat sport termasuk sepeda gratis," katanya saat dihubungi Okezone, Selasa (9/9/2014).

Menurutnya, sejak adanya fasilitas ini semakin banyak destinasi wisata olahraga seperti Raja Ampat, Bali dan Bromo laris diserbu wisatawan yang berniat melakukan wisata olahraga di sana. Misalnya mereka selalu ingin pergi berselancar atau bersepeda.

"Awalnya kami memang mendukung penumpang yang banyak dari anggota komunitas terbang kemanapun. Pertamanya dulu mereka membawa papan selancar dan lama-lama bisa membawa sepeda," imbuhnya

Bukan hanya sebatas fasilitas, Garuda Indonesia juga telah banyak mengikuti event nasional yang berhubungan dengan olahraga seperti Tour de Singkarak setiap tahun.
(jjs)

Tarif WiFi Garuda, Kini Penumpang Bisa Ngenet di Udara

Tarif WiFi Garuda, Kini Penumpang Bisa Ngenet di Udara

Tarif WiFi Garuda, Kini Penumpang Bisa Ngenet di Udara

Mulai hari rabu (2/10/2013) kemarin, penerbangan Garuda Indoensia dilengkapi fasilitas WiFi, penumpang First Class, Executive Class dan Economy Class semuanya bisa ngenet di udara. Tarif Fasilitas WiFi diberikan sebagai komplimen untuk penumpang First Class, Sedang untuk penumpang Executive Class dan Economy Class diwajibkan membeli vaucher senilai sekitar Rp 130.000 untuk paket unlimited durasi selama 1 jam, dan sekitar Rp 240.000 untuk paket unlimited untuk durasi pemakaian 24 jam penuh. Selain dengan cara membeli vaucher pembayaran juga bisa dilakukan dengan kartu kredit.

Menurut Direktur Layanan Garuda Indonesia, Faik Fahmi, Penyediaan fasilitas “Inflight Connectivity” tersebut merupakan hasil kerja sama Garuda Indonesia dan Telkom yang berperan sebagai penyelenggara layanan internet di pesawat Garuda Indonesia. Dan layanan “Inflight Connectivity” atau koneksi WiFi tersebut hanya dapat digunakan pada saat pesawat berada di ketinggian di atas 10.000 kaki untuk aktivitas browsing internet, social network, e-mail dan instant messaging. Layanan tersebut tidak diperkenankan untuk diaktivasi dan digunakan pada saat pesawat dalam posisi taxi, take off, dan landing.

Namun fasilitas internet (WiFi) tersebut baru bisa dinikmati oleh penumpang pesawat Boeing B777-300ER. Masih menurut Fahmi, dalam rencana nantinya fasilitas internet (WiFi) juga akan diimplementasikan pada seluruh layanan rute penerbangan domestik maupun internasional yang dilayani dengan armada A330-200 dan A330-300 yang baru diserah terimakan pada tanggal 26/9/2013 dari Delivery Center Airbus Toulouse Prancis . Untuk info ini silahkan lanjutnya membacanya pada Garuda Luncurkan Airbus terbaru Jakarta Denpasar.

Selain koneksi internet yang bisa dinikmati pada pesawat Boeing B777-300ER, penumpang juga bisa menikmati layanan enam channel internasional inflight entertainment “Live TV” Seperti Euronews, CNN International, CNBC. BBC World, BBC Arabic dan NHK World Premium.

Garuda Indonesia



F-NET PESAWAT: Jenis pesawat Boeing 737-500 milik Garuda Indonesia yang dinilai cocok untuk melayani jalur Tanjungpinang - Jakarta.

TIM dari maskapai penerbangan Garuda Indonesia melakukan pertemuan bersama unsur pemerintah daerah Kepri, dalam rangka survei awal kondisi pasar penerbangan di Tanjungpinang, Senin (28/5). Pertemuan dilaksanakan terkait dengan rencana Garuda Indonesia untuk membuka jalur penerbangan dari Jakarta-Tanjungpinang.

Kepada Tanjungpinang Pos, Selasa (29/5), anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kepri, Rudi Chua yang ikut menghadiri pertemuan ini mengatakan, rapat bersama unsur pemerintahan dan manajeman Garuda Indonesia ini, tidak terlepas dari komitmen kedua pihak. Dalam rangka membuka jalur penerbangan ke Kepri, khususnya ke Kota Tanjungpinang.

"Ini tidak terlepas dan bentuk tindak lanjut pertemuan antara Gubernur Kepri, HM Sani bersama Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia beberapa waktu lalu," ungkapnya.

Pada prinsipnya, kata Rudi, pihak Garuda Indonesia siap membuka jalur penerbangan ke Tanjungpinang, namun sebelumnya akan dilakukan dulu survei pasar Tanjungpinang. Termasuk juga prospek bisnisnya ke depan dan ikut juga mempelajari perilaku pola penerbangan ke Tanjungpinang.

"Salah satu yang menjadi pembahasan dalam pertemuan itu, yakni survei garuda tersebut," tambahnya.
Survei ini sendiri, sambung Rudi, baru akan dilaksanakan dengan sasaran responden para pengusaha, wiraswasta, dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkup pemerintahan Kepri, Bintan dan Tanjungpinang.

"Mereka ingin mengetahui, sejauh mana animo warga Ibu Kota Kepri. Jika seandainya Garuda Indonesia memulai rute penerbangan baru dari dan ke Tanjungpinang," ucapnya.

Disinggung mengenai persiapan infrastruktur Bandara Raja Haji fi Sabilillah (RHF) sebelum menjadi tempat pendaratan pesawat milik Garuda Indonesia, Rudi menjelaskan, dari kapasitas untuk pendaratan sebenarnya pesawat Garuda Indonesia dengan tipe Boeing 737-500 sangat bisa mendarat di RHF.

"Soalnya untuk pesawat tipe itu, membutuhkan landasan pacu paling minim 2 ribu meter. Dan, saat ini bandara RHF panjang landasan pacunya 2 ribu meter," tuturnya.

Rudi sendiri berharap, Garuda Indonesia bisa secepatnya membuka jalur penerbangan tersebut. Karena hal ini dianggap akan banyak membawa hal positif bagi Kota Tanjungpinang. Baik itu untuk kunjungan wisata, maupun meningkatkan kepercayaan serta minat investor untuk datang ke Tanjungpinang.

"Kami berharap ini secepatnya terealisasi, ya paling tidak awal tahun 2013 sudah dimulai," tukasnya.(TAUFIK )