Putri Pariwisata Indonesia: Sanger, Enaklah Pokoknya

Putri Lailan Tifani @istimewa
Putri Lailan Tifani @istimewa

Gadis yang berasal dari Sabang ini sangat mengapresiasi event yang pertama kali dibuat oleh Komunitas @iloveaceh

Neu boh sanger saboh! Bagi Anda yang tinggal di Aceh mungkin sudah tidak asing lagi dengan kalimat itu. Artinya kurang lebih ‘pesan sanger satu’. Sanger merupakan minuman khas Aceh yang terdiri dari racikan kopi dan susu. Selain kopi sareng atau kopi hitam, sanger salah satu menu favorit di setiap warung kopi di Aceh.

Rasa kopinya yang tidak terlalu nendang membuat sanger menjadi idola para pecinta kopi namun punya masalah dengan lambung. Termasuk jadi pilihan kaum hawa untuk menyalurkan hasrat minum kopi mereka.

Salah satu yang memfavoritkan sanger adalah Putri Pariwisata Indonesia Perwakilan Aceh Putri Lailan Tifani. Tak heran bila gadis yang berasal dari Sabang ini sangat mengapresiasi event yang pertama kali dibuat oleh Komunitas @iloveaceh yang dikemas dalam tajuk Sanger Day; every day is sanger day nanti sore.

“Iya, karena ini menjadi salah satu daya tarik wisata Aceh. Karena sanger itu cuma ada di Aceh yang komposisinya juga dari kopi Aceh, kita tahu kopi Aceh itu adalah kopi dengan kualitas terbaik dunia,” ujarnya mahasiswa FMIPA Unsyiah yang biasa disapa Putri ini kepada ATJEHPOST.co, Minggu 12 Oktober 2014.

Putri berharap event ini bisa terus berlanjut agar wisata kuliner Aceh terus berkembang dan dikenal masyarakat luas. Gadis yang pandai menari ini pun tak ingin melewatkan momen spesial nanti. Bahkan ia membuat ajakan khusus di Twitter dan BlackBerry Messengernya. “Hallo rakan jangan lupa hadir di #sangerday nanti sore jam empat di Solong Mini” tulisnya.

Minum sanger atau nyanger telah menjadi kebiasaannya, ia pun sering nongkrong di warung kopi bersama teman-teman untuk menikmati minuman tersebut. Ngomong-ngomong apa sih yang istimewa dari sanger menurutnya?

“Enak, nggak bikin perut kembung untuk yang punya maag, kopinya terasa susunya juga. Enaklah pokoknya, yang paling penting nggak bikin kembung,” katanya.
Bagaimana dengan kamu?


[CERPEN]: Sanger Merah


Dari Sinilah Nama Sanger Bermula


@iloveaceh; Teumpat Tanyoe Sapa Rakan Ngon Syedara

Objek Wisata Harus Sesuai Syariat Islam

Objek wisata pantai
Banda Aceh - Pelaksana Tugas Sekretaris daerah (Sekda) Kota Banda Aceh mengingatkan pengelola objek wisata agar menyesuaikan dengan kaidah-kaidah Syariat Islam kaffah (menyeluruh) yang telah diberlakukan di wilayah itu.

"Upaya masyarakat menutup objek wisata pantai Ulee Lhue Kota Banda Aceh itu sah-sah karena warga menyinyalir kerap terjadi perbuatan yang menyimpang dari Syariat Islam," katanya di Banda Aceh, Jumat (11/5).

Dijelaskan, pemerintah dan masyarakat tidak anti dengan sektor pariwisata khususnya objek wisata kawasan pantai Ulee Lhue, namun yang paling penting diperhatikan adalah para pengunjung harus menaati aturan sesuai dengan Syariat Islam.

Di sela-sela "ngopi bareng" bersama Kapolda Aceh Irjen (Pol) Iskandar Hasan di salah satu kafe di kawasan objek wisata pantai Ulee Lhue, Ramli Rasyid mengatakan, majunya sektor pariwisata akan memberi dampak bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

"Yang paling penting adalah bagaimana pariwisata kota berjalan serta pendapatan masyarakat sekitar juga menjadi perhatian pemerintah, dan Syariat Islam bisa tegak di Kota Banda Aceh," katanya menjelaskan.

Ia menilai, upaya masyarakat menutup kawasan rekreasi pelabuhan Ulee Lheu dikarenakan mereka sudah tidak tahan lagi melihat muda-mudi berpacaran yang diduga sering dijadikan ajang maksiat.

"Berangkat dari rasa khawatir itu maka akhirnya masyarakat membuat palang pintu dari besi di depan jembatan menuju Ulee Lheu setiap hari menjelang senja hingga pagi hari," kata dia menjelaskan.

Sementara itu, warga lainnya juga menyatakan setuju terhadap aksi penutupan kawasan Ulee Lhue oleh masyarakat sekitar karena lokasi wisata tersebut telah dijadikan sebagai ajang "indehoi" kawula muda, khususnya pada malam hari.

"Namun kami juga menyayangkan pemerintah seharusnya kerap melakukan pengawasan di objek wisata sehingga tidak dijadikan sebagai ajang praktik yang bertentangan dengan Syariat Islam," kata Saiful, warga Cot Lamkueh, Kota Banda Aceh.[ant]

Apa bedanya Kopi Jambi dan Kopi Khas Aceh ?

kopi jambi
Ngopi, mungkin sudah menjadi gaya hidup bagi orang Aceh. Tak tentu waktu, pagi, siang, menjelang sore atau malam sekalipun, kedai-kedai kopi baik di kota atau di kampung-kampung selalu ramai dikunjungi masyarakat. Apa sih bedanya kopi Aceh dengan kopi lainnya?

Aceh adalah salah satu penghasil kopi terbesar di Indonesia. Tanah Aceh sendiri menghasilkan sekitar 40 persen biji kopi jenis Arabica tingkat premium dari total panen kopi di Indonesia. Indonesia juga pengekspor biji kopi terbesar keempat di dunia.

Lia, salah seorang pelayan di kedai kopi Pulau Baru yang berada di Jalan Perdagangan, Sabang, Aceh mengungkapkan, kopi Aceh berbeda dengan kopi daerah lainnya. Yang membedakannya adalah pada aroma, rasa serta racikannya. Bahkan, kopi tersebut telah dikenal di berbagai negara lain karena kekhasannya.

"Kopi Aceh itu beda, wanginya lebih halus tapi menonjol dari pada kopi lainnya," ujarnya kepada Kompas.com saat berkesempatan mengunjungi kedai yang telah berdiri sejak tahun 1983 tersebut, Rabu (28/3/2012).

Kopi yang dipilih merupakan kopi yang ditanam oleh petani kecil secara alami. Kopi Aceh juga pada umumnya diolah di dataran pertanian. "Memang susah sih jelasinnya, harus coba sendiri," lanjutnya.
Hal yang paling membedakan kopi Aceh dengan kopi lainnya di daerah Sumatera lainnya adalah pada proses racikannya. Misalnya dengan kopi Jambi, biasanya, kopi Jambi digiling bersama jagung sehingga membuat cita rasa kopinya tak terasa sepenuhnya. Sementara kopi Aceh digiling hingga halus tanpa mencampurkan bahan lainnya. Resep itu lah yang membuat kopi Aceh memiliki karakter rasa tersendiri.

Kebanyakan kedai kopi, menawarkan harga yang sesuai dengan rasa kopinya. Segelas kopi Aceh murni dihargai Rp 6.000. Untuk kopi susu gelas besar dihargai Rp 10.000. Sementara kopi susu gelas kecil Rp 6.000.

Lia melanjutkan, ada resep khusus dalam pembuatan kopi di kedainya. Yaitu disaring dengan kaos kaki. Bubuk kopi ditaruh dalam kaos kaki, kemudian diguyur dengan air panas ke dalam gelas. Tak heran Kopi yang disajikan tidak berampas. "Untuk 1 gelas bertangkai, 2,5 sendok kopi, untuk buang sampah disaring. Kalau gula tergantung selera saja," lanjutnya.

Penasaran dengan sensasi kopi yang telah mendunia itu? Tenang, kedai-kedai kopi di Aceh selalu setia menunggu Anda untuk mencicipi cita rasa kopi di daerah yang pernah dilanda koflik tersebut.

Sumber : Travel.Kompas.com

Foto - Foto Wisata Sumatera

1. Nanggroe Aceh Darussalam
a. Danau Laut tawar


b. Pantai Lampuuk


c. Taman Nasional Gunung Leuser

d. Masjid Raya Baiturrahman


e. Benteng Indra Patra

 f. Kerkhof peucut (Kuburan serdadu Belanda)


2. Sumatra Utara
KOTA MEDAN
a. Istana Maimun Medan


b. Mesjid Raya Medan


c. Kesawan (tempat jajan souvenir oleh-oleh khas Sumatra Utara) Medan


d. Gedung Balai Kota Lama Medan


e. Menara Air Medan (Ikon kota Medan)

f. Titi Gantung Medan (Sebuah jembatan di atas rel kereta api)


g. Gedung London Sumatera (Medan)

h. Kantor Pos Medan

i. Museum Rahmat Medan


j. Kebun binatang medan

 j. Kebun Helvetia (tembakau)


KECAMATAN SIBOLANGIT
a. Greenhill City

b. Sungai Sembahe
c. Air terjun dua warna

KECAMATAN BERASTAGI
a. Gundaling (sejenis tempat wisata di perbukitan. Dari tempat ini dapat terlihat Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung)


b. Gunung Sibayak


c. Gunung Sinabung


KECAMATAN MEREK
a. Taman Simalem Resort


b. air terjun si piso-piso


c. Desa Tongging

KABUPATEN SAMOSIR
a. Danau Toba


b. Pulau Samosir

Jambi
a. Danau Kerinci

b. Taman Nasional Kerinci Seblat


c. Museum Negeri Jambi


d. Gunung Kerinci
 
Riau
a. Alam Mayang (wisata keluarga)

b. Mal SKA (Pusat perbelanjaan, juga ada hypermart)


c. Danau Limbungan

d. Bandar Serai

e. Pasar Bawah


f. Taman rekreasi Stanum

g. Pacu jalur (lomba perahu dayung tradisional dari Riau berukuran panjang sekitar 25-40 m dengan awak perahu 40-60 orang)

h. Air terjun Guruh Gemurai

 Kepulauan Riau
a. Pulau Penyengat

b. Pantai Penat

c. Pulau Bintan

 d. Gunung Ranai


e. Sungai Sebong
f. Pantai Trikora


g. Gunung Bintan


h. Air Terjun Temurun

 Bangka Belitung
a. Pantai Parai Tenggiri

b. Pantai Matras

c. Pantai Tanjung Pesona

d. Pantai Rebo


e. Pantai Batu berdaun

f. Pantai Pasir padi

g. Pantai Tanjung Kerasak

 h. Pantai Gunung Namak


i. Pantai Teluk Uber


j. Gunung Maras


k. Tanjung Kelayang


l. Tanjung Binga


m. Tanjung Tinggi


n. Pulau Lengkuas

o. Pantai Punai

p. Pantai Tanjung Pendam

q. Pantai bukit batu
Sumatra Barat
a. Ngarai Sianok

b. Lembah Anai


c. Lembah Harau


d. Embun Pagi (dekat Danau Maninjau)

 e. Danau singkarak

f. Danau Maninjau

g. Danau Diateh dan Dibawah

h. Batang Tabik (pemandian)

i. Puncak Lawang

j. Panorama Tabek Patah (terletak di pinggang gunung berapi antara kota Bukittinggi dan Batusangkar, Indonesia)
k. Istano Basa atau istano Pagaruyung (wisata budaya paling terkenal)
l. Jembatan Akar

m. Bayang Sani


n. Pantai air manis

o. Taman raya Bung Hatta
Sumatra Selatan
a. Danau Ranau


b. Gunung Dempo

c. Sungai Musi dan Jembatan Ampera


d. Danau Ulak Lia

e. Danau Segayam