Promosi Sungai Musi Sebagai Wisata Sungai

Image

Untuk pertama kalinya gelaran Musi Triboatlon 2012 berlangsung di Palembang, Sumatera Selatan pada 6-11 November mendatang. Musi Triboatton 2012 adalah program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang didukung pemerintah Sulawesi Selatan selaku tuan rumah. Kegiatan ini merupakan salah satu usaha mempromosikan potensi pariwisata, khususnya di Sumatera Selatan melalui olah raga (sport and tourism), yaitu lomba dayung.

Musi Triboatton 2012 akan diikuti 15 tim peserta baik dari dalam maupun luar negeri, lima tim di antaranya dari Indonesia. Negara lain yang mengirim wakilnya pada ajang dayung yang baru pertama kali digelar ini adalah Jepang, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Taiwan, Laos, Australia, Vietnam, New Zealand, Nepal, Kamboja, Myanmar, dan Filipina.

Lomba dayung Musi Triboatton 2012 menggunakan tiga jenis perahu (boat), yaitu dragon boatrafting, dan kayak. Lokasi kegiatannya berlangsung di sepanjang Sungai Musi dan direncanakan melintasi rute sejauh 500 km yang dibagi dalam 5 level.

Musi Triboatton 2012 akan melibatkan lima kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, yakni Kabupaten Empat Lawang, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin dan berakhir di Palembang. Masing-masing kota tersebut memiliki budaya, kesenian daerah, dan makanan khas yang tentu akan menambah daya tarik kegiatan berskala internasional ini.

Selain itu, Musi Triboatton 2012 juga akan didukung sejumlah kegiatan, seperti bazaar, pagelaran seni dan budaya baik tradisional dan juga modern, pameran, festival kuliner, dan konser musik bertema lingkungan.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar, mengemukakan bahwa Musi Triboatton 2012 merupakan program tetap Kementerian Pariwisata yang mendapat anggaran dana sekira Rp 4 milyar. Diharapkan kegiatan ini akan dapat mendorong pertumbuhan industri pariwisata di Sumatera Selatan karena secara tak langsung akan mengenalkannya ke dunia internasional.

Image

Penyelenggaraan wisata olahraga Musi Triboatton 2012 pada 6â€"11 November mendatang diharapkan mampu menduniakan Sungai Musi di Sumatera Selatan sebagai wisata sungai.

Popularitas Sungai Musi yang tempo dulu dikenal sebagai pusat peradaban dan perdagangan bisa diangkat kembali melalui wisata sungai. Hal ini sudah dilakukan negara-negara maju di Eropa ataupun negara tetangga, seperti Thailand, yang telah mengembangkan river cruise, kata Direktur Pencitraan Indonesia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Esthy Reko Astuty saat acara senam sehat ˜Road to Musi Triboatton 2012 di halaman Gedung Sapta Pesona Jakarta, Jumat (19/10/2012).

Sesuai siaran pers yang diterima Kompas.com, Musi Triboatton diselenggarakan oleh Kemenparekraf yang terinspirasi dari lomba triatlon yang menggabungkan tiga olahraga sekaligus (renang, lari, dan balap sepeda).

Bedanya, Musi Triboatton memadukan tiga balap perahu sekaligus, yaitu arung jeram, kano, dan balap perahu tradisional. Para peserta akan menempuh jalur sungai sepanjang 500 km yang terbagi dalam enam etape, yang terbentang di empat kabupaten dan satu kota.

“Saya rasa ini merupakan lomba wisata olahraga terunik di dunia. Saya yakin dalam dua sampai tiga tahun ke depan, ajang Triboatton ini akan booming, kata Esthy.

Musi Triboatton 2012 akan diikuti 10 tim dari Indonesia sebagai tuan rumah, Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei Darussalam, Australia, Vietnam, Selandia Baru, Nepal, Kamboja, dan Myanmar. Para peserta akan berlomba dengan menggunakan peraturan lomba dayung dan arung jeram internasional dengan melibatkan juri dan pengawas dari organisasi olah raga dayung internasional di antaranya dari PODSI.

Sebagai upaya untuk menyukseskan penyelenggaraan Musi Triboatton 2012, Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwarparekraf) didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar acara senam sehat Road to Musi Triboatton 2012”.

Acara senam sehat yang diikuti sekitar 400 peserta dari lingkungan Kemenparekraf, perwakilan 18 instansi pemerintah dan BUMN, komunitas kebugaran, para pelajar SMA, dan Putri Pariwisata Indonesia ini sebagai rangkaian sosialisasi untuk mensukseskan event internasional Musi Triboatton 2012.

“Belum lama ini Forwarperekraf menggelar Fun Bike Road to Tour de Singkarak 2012 untuk mensosialisasikan event Tour de Singkarak 2012, sementara kali ini menggelar senam sehat untuk menyukseskan Musi Triboatton 2012, kata Tri Wibowo, Ketua Forwarparekraf usai mengikuti senam sehat.

Kegiatan senam sehat ˜Road to Musi Boatton 2012 dimeriahkan dengan hiburan musik, kuliner, serta tampilnya Putri Pariwisata Indonesia yang ikut senam bersama dengan dipandu oleh instruktur senam profesional. Para peserta senam mendapat pemeriksaan kesehatan serta kesempatan untuk mendapatkan hadiah dari penarikan door prize.

5 Ikon Provinsi Paling Terkenal di Indonesia

Hampir di setiap provinsi di Indonesia memiliki bangunan yang menjadi ikon terkenal yang sering dijadikan lokasi wisata, seperti Monas di DKI Jakarta. Berikut adalah 5 ikon provinsi paling terkenal di Indonesia. Penasaran?

Bila Paris punya Menara Eiffel sebagai ikon kota atau landmark, kota-kota di Indonesia juga punya. Bahkan, hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki ikon. Beberapa di antaranya cukup terkenal karena bentuk yang tak biasa. Tak heran bila ikon seperti ini dijadikan destinasi wisata. Ingin tahu ikon provinsi apa saja yang terkenal sebagai objek wisata?

1. Monas, DKI Jakarta



Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan Monas merupakan landmark Kota Jakarta. Terletak tepat di tengah kota Jakarta, Monas selalu sukses menarik wisatawan yang datang ke Jakarta untuk mengunjunginya.Monas merupakan sebuah monumen yang memiliki tinggi 132 meter dengan mahkota lidah api yang terbuat dari emas.

Jika masuk dalam, pengunjung bisa melihat diorama yang menceritakan sejarah Indonesia. Anda juga bisa menikmati suasana Monas dengan menaiki delman yang ada di sekitar Monas. Tempat ini selalu ramai dikunjungi warga ibukota pada hari libur. Tak jarang pula yang menjadikan tempat ini sebagai lokasi lari Minggu pagi.

2. Jam Gadang, Sumatera Barat



Landmark kedua yang cukup terkenal di Indonesia adalah Jam Gadang di Bukittinggi. Jam Gadang bukan hanya terkenal sebagai landmark Kota Bukittinggi, tetapi juga Sumatera Barat. Banyak wisatawan yang merasa kurang lengkap liburannya di Sumbar bila belum mengunjungi Jam Gadang.Wisatawan yang datang bisa masuk ke dalam jam dan melihat bagian dalam jam. Puas melihat dalam jam, Anda bisa berkeliling dan belanja pernak-pernik khas Sumbar di Pasar Bukittinggi tepat di depan Jam Gadang.

3. Jembatan Ampera, Sumatera Selatan 



Bila Bukittinggi terkenal dengan Jam Gadangnya, Palembang di Sumatera Selatan terkenal dengan Jembatan Amperanya. Dibangun dari tahun 1962 hingga 1965, Jembatan Ampera sukses menjadi ikon Sumatera Selatan.Jembatan ini selalu ramai dikunjungi pengunjung yang ingin menikmati pemandangan Kota Palembang dan ketenangan Sungai Musi. Waktu paling asyik untuk datang ke tempat ini adalah malam hari. Saat itu, jembatan akan diterangi dengan kemilau cahaya lampu. Indah sekali!

4. Tugu Katulistiwa, Kalimantan Barat



Tugu Katulistiwa adalah monumen yang berada di Jl Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat. Letaknya sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak ke arah Kota Mempawah. Tugu ini merupakan penanda lewatnya garis katulistiwa di Indonesia.Karena dilewati tepat oleh garis Khatulistiwa, ada peristiwa menarik yang pengunjung rasakan ketika berada di tugu ini.

Peristiwa tersebut adalah kulminasi matahari atau fenomena alam ketika matahari tepat berada di atas kepala. Saat itu, Anda tidak akan bisa melihat bayangan sendiri. Peristiwa kulminasi hanya terjadi setahun dua kali, yaitu 21-23 Maret dan 21-23 September.

5. Gedung Sate, Bandung



Nah, ini dia ikonnya Kota Bandung, Gedung Sate. Dinamakan Gedung Sate karena dibagian atas gedung memiliki ornamen menyerupai tusuk sate. Gedung ini mulai dibangun pada tahun 1920.Gedung Sate bukanlah gedung biasa, tetapi merupakan gedung perkantoran pemerintah Jawa Barat. Pada hari Minggu, halaman Gedung Sate dijadikan tempat sebagian masyarakat Bandung untuk bersantai. Seolah tahu gedung ini ramai dikunjungi warga, para pedagang pun banyak memenuhi lokasi ini.