Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tempat Wisata Favorit Keluarga Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memang sudah lama menjadi tempat wisata favorit bagi keluarga di Jakarta. Didirikan pada 1972 dan diresmikan tiga tahun kemudian, TMII menjadi proyek besar sebagai simbol kebudayaan bangsa Indonesia.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Tempat Wisata Favorit Keluarga Jakarta

Lambat laun TMII menjadi pintu masuk bagi siapa saja yang ingin belajar banyak tentang Indonesia. Terlepas dari sekian banyak pendapat miring tentang TMII, wahana budaya ini sanggup bertahan sebagai tempat mempertontonkan produk-produk budaya yang diminati masyarakat.

Rumah tradisional merupakan wahana unggulan TMII. Disebut wahana karena di situ tumplek-blek berbagai macam aktivitas seni budaya seperti disebut di atas. Tujuannya adalah mengenalkan ragam budaya dari provinsi yang diwakili oleh rumah tradisional tersebut.
Di TMII terdapat 33 anjungan yang mewakili 33 provinsi di seluruh Indonesia. Di atas lahan seluas hampir 2 hektar, anjungan Sumbar tidak hanya membangun rumah gadang dari adat suku Minang, suku terbesar di Sumbar. Di situ juga terdapat rumah Nias yang selama ini menjadi obyek paling diminati para peneliti Jepang.

Ketika terjadi gempa, rumah Nias terbukti mampu bertahan dari gempa skala besar. Struktur rumah Nias ini sekarang tengah diteliti Jepang untuk pengembangan rumah tahan gempa di negara itu. Hal sama terjadi di anjungan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Anjungan ini menampilkan rumah adat Toraja sebagai ikon utama.

Rumah dengan atap menjulang tinggi seperti tanduk kerbau ini dikenal sebagai rumah tongkonan. Rumah ini juga menjadi obyek studi para peneliti asing yang tertarik soal antropologi dan arsitektur tahan gempa.

Di dalam rumah tongkonan terdapat beberapa benda etnografis milik suku Toraja. Jika diminta, ada pemandu wisata yang siap menjelaskan fungsi-fungsi setiap ruangan dan makna filosofis rumah tongkonan bagi etnis Toraja.

10 Destinasi Wisata Terpopuler di Jakarta

Kemegahan Masjid Istiqlal di temaram malam. | Foto ini adalah pilihan favorit dari kompetisi foto #FestivalRamadan dari <br/>Burufly yang berkesempatan memenangkan paket liburan ke Bali.

Kemegahan Masjid Istiqlal di temaram malam. | Foto ini adalah pilihan favorit dari kompetisi foto #FestivalRamadan dari Burufly yang berkesempatan memenangkan paket liburan ke Bali. (sumber: Burufly)

Jakarta - Menurut penghargaan TripAdvisorTravellers’ Choice awards for Destinations, Jakarta dikenali sebagai salah satu dari tujuan wisata teratas, atau menduduki posisi nomor empat (4) di Indonesia.

Situs perjalanan dan wisata terbesar di dunia, TripAdvisor, baru saja melansir Buzz Report perdana yang mengungkap tempat makan, objek wisata dan akomodasi paling populer di ibu kota, berdasar review dan opini dari sesama warga Indonesia dan wisatawan dunia.

Buzz Report TripAdvisor Bulan Oktober untuk Jakarta berdasarkan pada TripAdvisor Popularity Index pada minggu ke-3 Oktober. Index ini memberikan bisnis peringkat berdasarkan kualitas, kuantitas dan kebaruan dari review dan opini wisatawan yang dimuat di TripAdvisor.

Untuk wisatawan yang mencari hal menarik untuk dilakukan, daftar berbagai objek wisata yang populer memberikan inspirasi bagi keluarga dan teman, dengan tujuan wisata seperti The Escape Hunt Experience Jakarta (#1), KidZania Jakarta (#2) dan Taman Mini Indonesia Indah(#8) dan lain sebagainya.

Berikut objek wisata paling populer di Jakarta menurut Buzz Report Oktober dari situs perjalanan dan wisata TripAdvisor.
1. The Escape Hunt Experience Jakarta
2. KidZania Jakarta
3. Museum Bank Indonesia
4. Masjid Istiqlal
5. Gereja Katedral
6. Royale Jakarta Golf Club
7. Kepulauan Seribu
8. Taman Mini Indonesia Indah
9. JKT48 Theater
10. Rumah Keramik Widayanto

JKT48 dinobatkan sebagai Duta ENJOY JAKARTA

JKT48 dinobatkan sebagai Duta ENJOY JAKARTA

JKT48 17an 2014. ©2014 Merdeka.com/djoko poerwanto

Merdeka.com - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta terus menggenjot pertambahan wisatawan asing untuk berkunjung ke ibukota. Pasalnya, potensi pariwisata di ibukota sangat potensial untuk menarik perhatian wisatawan asing.

Untuk merealisasikan pertumbuhan kunjungan wisatawan asing tersebut, Disparbud DKI Jakarta menjalin kerja sama promosi pariwisata dengan berbagai pihak. Salah satu kerja sama promosi pariwisata yang dilakukan oleh Disparbud DKI Jakarta adalah menggandeng kelompok/grup Idola (Idol Group) anak muda bernama JKT48. Grup yang dibentuk pada tahun 2011 ini mengadopsi konsep grup idol AKB48 asal Jepang.

Penandatangan kesepakatan bersama (MoU) khusus promosi pariwisata ini berlangsung di kantor Disparbud DKI Jakarta dengan Dentsu Aegis Network/Indonesia selaku manajemen JKT48, Selasa (7/10) siang. Penandatangan kesepakatan bersama dilakukan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, dengan Country CEO Dentsu Aegis Network/ Indonesia, Harris Thajeb. Arie mengatakan bahwa pihaknya memiliki sejumlah strategi khusus, serta program yang sesuai dengan pasar dalam rangka meningkatkan aktivitas promosi pariwisata di ibukota.

"Kebetulan salah satu pasar utama pariwisata Jakarta yaitu wisatawan asal Jepang. Makanya, kami berkepentingan untuk lebih meningkatkan lagi pasar jepang melalui kerjasama promosi pariwisata dengan grup JKT48," ujarnya dalam press release yang diterima oleh merdeka.com.

Arie mengungkapkan bahwa JKT48 akan diajak menjadi duta brand (Brand Ambasador) untuk Jakarta. Sebab, grup JKT48 memiliki popularitas tinggi bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Jepang.

"Kami optimis dengan mengajak anak-anak muda dari grup JKT48 akan memberikan citra positif serta meningkatkan aktivitas promosi pariwisata kota Jakarta, baik di Indonesia maupun jepang," ungkapnya.

Arie menjelaskan bahwa Disparbud DKI memilih JKT48 karena merupakan kelompok penyanyi dari anak-anak muda yang memiliki spirit dan motivasi yang sangat tinggi serta memiliki jaringan luas dengan kelompok seni di Jepang bernama AKB48.

Arie juga menilai bahwa JKT48 dapat merepresentasikan generasi muda. Dalam hal ini, dia tidak hanya bicara Jakarta di masih kini, tetapi bagaimana perkembangan Jakarta di masa depan yang harus dipromosikan oleh generasi muda Jakarta. Disparbud DKI Jakarta sangat optimis jika JKT 48 merupakan salah satu brand kota Jakarta yang sangat efektif dalam mempromosikan pariwisata Jakarta.

Menurut Arie, dengan adanya kerja sama ini, grup JKT48 nantinya akan dilibatkan dalam serangkaian kegiatan promosi baik di dalam negeri dan luar negeri. Salah satu kegiatan promosi pariwisata Jakarta, yakni melalui kesenian Jakarta. JKT48 akan tampil dari berbagai program Disparbud DKI Jakarta seperti Jakarta Tourism Expo dan Road Show Jakarta ke sejumlah negara termasuk promosi pariwisata di Tokyo.

Country CEO Dentsu Aegis Network/Indoensia, Harris Thajeb menegaskan bahwa kerja sama ini akan lebih mempererat hubungan antara Indonesia dengan Jepang. Dinas Pariwisata DKI Jakarta berharap grup idola dari Jepang, AKB48, juga dapat datang melihat keindahan Indonesia dan potensi pariwisata di Jakarta dan selanjutnya dipromosikan kepada masyarakat di Jepang. Jadi, masyarakat Jepang bisa berkunjung ke Indonesia, tidak hanya datang ke Bali, tetapi juga berwisata ke Jakarta.

Arie juga menambahkan bahwa wisatawan Jepang yang berkunjung ke Bali ingin melihat keindahan panorama pantai. Sementara itu, jika mereka berwisata ke Jakarta, mereka dapat melihat betapa besarnya metropolitan Indonesia.

Selain gedung-gedung pencakar langit, Jakarta memiliki potensi wisata kuliner karena orang dari seluruh Indonesia ada di Jakarta. Arie melihat potensi keindahan kota, wisata kuliner dan keramahtamahan orang di ibukota dapat menjadi potensi pariwisata yang dapat dipromosikan kepada wisatawan Jepang.
[des]

Liburan ke Monas, Awas Anak Terpisah

 
Jakarta Ke mana Anda menghabiskan long weekend kali ini? Salah satu tempat yang jadi tujuan wisata di Jakarta adalah Tugu Monas. Mengingat banyaknya pengunjung saat liburan, hati-hati anak terpisah.

Soal anak hilang atau terpisah dari orang tua memang kerap terjadi di Monas. Pada long weekend kali ini, kasus itu pun terjadi. Hal itu disampaikan Verony, pengawas umum pelayanan pengunjung Monas.

"Sering ada yang terpisah. Hari ini juga ada, anak kecil sekitar 2, 5-3 tahun terpisah dari orang tuanya. Anak itu ditemukan pengunjung lain dan dibawa ke petugas Monas. Lalu kami informasikan melalui pengeras suara," terang Verony kepada detikcom, Jumat (18/5/2012).

Untunglah tak lama setelah diumumkan, orang tua bocah itu segera menjemput ke bagian informasi. Selain diumumkan melalui pengeras suara, anak hilang juga diinformasikan melalui mobil pariwisata untuk pengunjung Monas.

"Kita juga ada ruang kontrol CCTV. CCTV kita ada 28 kamera yang mengcover sekitar Tugu Monas, jadi di dalam ruangan dan halaman Tugu Monas," sambung Verony.

Menurut Verony, pada saat libur akhir pekan atau libur sekolah, Monas sering kebanjiran pengunjung. Pada Jumat ini saja, sekitar 6.000 orang memadati lokasi tersebut. Selain menyaksikan diorama, pengunjung juga bisa bersantai di taman Monas. Nah, di taman ini ada beberapa pedagang yang dijumpai seperti penjual jasa foto keliling, pedagang pulsa, minuman, hingga penyewaan otopead.

Saat libur, antrean orang yang akan naik ke menara biasanya mengular. Apalagi waktu yang dibolehkan untuk mengunjungi menara hanya sampai pukul 14.00 WIB.

"Diperkirakan puncaknya (kepadatan pengunjung) pada hari Minggu. Kami perkirakan 10-11 ribu pengunjung," ucap Verony.

Vegy adalah salah satu orang yang memilih Monas sebagai tujuan wisata. Rupanya siswi kelas 9 SMP itu ingin menambah pengetahuan tentang sejarah kemerdekaan Indonesia lewat diorama yang ada di Monas sekaligus melihat pemandangan Jakarta dari menara.

"Pemandangan (dari Menara) bagus. Ada museum juga jadi tahu tentang sejarah kemerdekaan Indonesia," kata Vegy yang sengaja datang dari Depok.

Tak hanya warga Jabodetabek, yang berasal dari daerah pun menyambangi Monas sebagai tempat jalan-jalan. Misalnya saja Ali Abidin yang berasal dari Gresik, Jawa timur. Kebetulan dia ke Jakarta dalam rangka studi banding pendidikan, sehingga waktu yang ada sekalian digunakan untuk berkunjung ke Monas.

"Sekalian ke Jakarta, ya menikmati Monas sama teman-teman dari Gresik," ucap pria yang juga kepala sekolah itu.
(mpr/vta)

7 Proyek di Indonesia yang Membuat Kita Bangga

Indonesia merupakan anggota G-20 yang merupakan kelompok 19 negara dengan perekonomian besar di dunia ditambah dengan Uni Eropa. Indonesia juga merupakan salah satu negara besar di dunia dengan jumlah penduduk yang besar dan kekayaan alam melimpah. Walau didera krisis ekonomi, Indonesia mulai bangkit. Kini pembangunan di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain. Indonesia bahkan memiliki mega proyek kelas dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu dan Indoor Theme Park terbesar di dunia, Trans studio. Beberapa proyek akan menyusul. Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah dalam tahap penyelesaian. Di antara mega proyek tersebut, yaitu:

1. Center Point of Indonesia


Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point of Indonesia. Center Point of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali.

Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristrahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat Waterfront dan Marinas.

Center Point of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.
Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar. Menara itu akan dibangun tepat di tengah tengah proyek CPI.

Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.

2. Biak Space Port


Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan mendirikan "space port" atau lokasi peluncuran roket pendorong satelit di Pulau Biak, Papua. Pulau Biak merupakan lokasi yang sangat strategis untuk penerbangan ke angkasa luar karena posisinya sangat dekat dengan garis katulistiwa. Pulau Biak berhadapan langsung dengan samudera luas sehingga proses peluncuran roket yang akan dilakukan diperkirakan tidak akan mengganggu negara lain.

Jika roket pendorong satelit itu diluncurkan, serpihan atau benda-benda yang jatuh dari dari proses peluncuran itu akan jatuh ke laut, tidak mengenai negara lain, termasuk wilayah Indonesia. Selain itu, Pulau Biak juga terletak di di area ekuatorial (Posisinya hanya dua derajat dari garis katulistiwa) sehingga dorongan roket peluncur satelit lebih kuat dan mampu mengantar alat pemantauan di angkasa ke antariksa.

3. Menara Jakarta

J
akarta akan segera memiliki salah satu menara tertinggi di dunia yang dinamakan "menara Jakarta". Proyek Menara Jakarta yang sebelumnya terhenti akibat badai krisis moneter, akan kembali dilanjutkan kembali. Proyek Menara Jakarta akan kembali dibangun pengerjaan konstruksi pada Januari 2010. Pembangunan Menara Jakarta yang menelan anggaran Rp 5 triliun ini ditargetkan rampung 2012 tahun ini. Menara Jakarta setinggi 558 meter ini nantinya akan mengalahkan Oriental Pearl Tower, Shanghai, setinggi 460 meter, KL Tower di Malaysia 421 meter, dan CN Tower di Kanada setinggi 533 meter. Dan tak kalah penting, Menara Jakarta akan dijadikan sebagai pusat jaringan telekomunikasi dan multimedia dengan data center dan disaster recovery center.

Menara Jakarta juga akan dijadikan sebagai traffic control dan pusat jaringan fiber optik di Jakarta. Menara ini juga akan memiliki restoran berputar, yang menarik lagi dari Menara Jakarta adalah bentuk kaki tiang menara yang memiliki bentuk tiga kaki yang menopang hingga ke atas. Bentuk semacam ini hanya satu-satunya di dunia untuk gedung-gedung pencakar langit. Jika telah selesai dibangun, Menara Jakarta ini akan menjadi icon kebanggaan bangsa Indonesia dan menjadi menara telekomunikasi dan broadcasting tertinggi di dunia.

4. Jembatan Selat Sunda


Jembatan Selat Sunda adalah salah satu proyek besar pembuatan jembatan yang melintasi Selat Sunda sebagai penghubung antara Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera

Jembatan Selat Sunda ini akan menjadi jembatan terpanjang pertama di dunia yang dibangun dengan bentang tengah sampai 2.200 meter. Perkiraan biaya investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan JSS sekitar Rp 100 triliun. Pembangunan proyek JSS membutuhkan waktu minimal 10 tahun. Kalau tahun 2012 sudah mulai dibangun rencananya jembatan sudah dibuka tahun 2022. Pada jembatan tersebut akan dibuat enam lajur kendaraan, masing-masing tiga lajur dalam satu ruasnya.

Jembatan selebar 60 meter ini juga dilengkapi dua jalur pejalan kaki dan jalur darurat. Tak hanya itu, jembatan ini juga akan dilengkapi dua rel kereta. Jembatan rencananya akan berada pada 70 meter di atas permukaan laut, dan melewati tiga pulau-pulau kecil di selat itu, yaitu Pulau Prajurit, Ular, dan Sangiang. Ini merupakan jembatan dengan panjang 29 kilometer yang akan menjadi jembatan terpanjang di dunia.

5. Reaktor Nuklir Muria


Indonesia merencanakan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Muria, Jateng. Pegunungan Muria dianggap paling memenuhi syarat sebagai tempat berdiri dan beroperasinya PLTN. Selain karena aman dari gempa, daerah Muria juga sangat dekat dengan sumber air (Laut Jawa) yang dibutuhkan untuk mendinginkan reaktor nuklir. Pembangunan PLTN Muria akan dimulai 2012 dan siap diresmikan 2016 dengan total anggaran Rp 30 triliun. Diharapkan pada 2015-2016 PLTN Muria ini sudah bisa beroperasi dengan kapasitas 1.000 Mwat Elektic dengan investasi US$ 1.500-1.800 per KWh. PLTN membutuhkan uranium dan Indonesia memiliki dua tambang uranium, yaitu tambang Remaja-Hitam dan tambang Rirang-Tanah Merah.

Kedua tambang uranium tersebut terletak di Kalimantan Barat. Jika sudah dibangun PLTN Muria akan mampu mengatasi krisis energi listrik yang saat ini sedang dialami negara kita. PLTN Muria yang rencananya memiliki enam reaktor nuklir dengan masing-masing berdaya 600 MW atau totalnya 3600 MW, akan sedikit mampu mengurangi krisis energi listrik terutama Jaringan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Jika Indonesia memiliki PLTN, maka Indonesia juga akan masuk ke dalam jajaran segelintir negara elite nuklir dunia tapi nuklir Indonesia akan digunakan hanya untuk tujuan damai.

6. Coastarina



Di Pulau Batam akan dibangun pulau-pulau buatan yang menyerupai peta dunia terbesar di dunia mengalahkan perumahan di Dubai. Perumahan di pantai ini dikembangkan menjadi pusat hunian dengan suasana tepi laut. Sebagian areanya diperoleh dari hasil reklamasi. Site plan-nya dirancang bak lagoon raksasa yang bagian tengahnya ditata menyerupai peta dunia dengan miniatur berbagai benua: Asia, Amerika, Eropa, Afrika, dan Antartika. Coastarina merupakan terobosan konsep pemukiman, yang terinspirasi oleh Palm Islands di Dubai, UAE.

Di Coastarina, akan dibangun total 1.000 rumah di kawasan total 150 hektar (25 hektar termasuk taman dan fasilitas umum). Di sana, juga ada Okarina Taman Rekreasi dengan food court, kafe dan restoran, Taman Air, dinding raksasa, dan permainan air. Coastarina mega proyek ini akan selesai dalam 6 tahun dan total investasi diperkirakan menjadi 60-80 juta USD atau sekitar Rp. 570 M/Rp 760 M. MURI (Museum Rekor Indonesia) memberikan penghargaaan kepada Coastarina untuk papan tulisan terbesar di Indonesia, perumahan yang terletak di bibir pantai Batam itu akan mencatatkan dua rekor lagi untuk pembangunan bola dunia paling besar dan peta dunia terbesar di dunia.

7. Terusan Sulawesi


Pada Musyawarah Sulawesi IV Enam gubernur se-Sulawesi menggagas pembangunan "Terusan Khatulistiwa" yang memotong leher Pulau Sulawesi. Kelak Pulau Sulawesi bakal terbagi dua, karena dipisahkan oleh laut di terusan yang akan diberi nama Terusan Khatulistiwa. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan, maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia, sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah. Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia.

SATU LAGI BONUS.

8. Sundial (jam matahari) Pontianak


Indonesia akan memiliki sundial atau jam matahari tertinggi di dunia jika sundial Pontianak jadi dibangun. Dari semua kota yang dilewati garis Khatulistiwa, hanya ada satu kota di dunia ini yang dibelah atau dilintasi secara persis oleh garis Khatulistiwa, yaitu Kota Pontianak. Pembangunan sundial di lokasi sekitar Tugu Khatulistiwa Pontianak diperkirakan menghabiskan biaya sebesar Rp76,6 miliar dengan lahan seluas 44,1 meter. Rencananya tugu tersebut akan dibangun dengan tinggi 71 meter, sehingga akan menjadikan Tugu Khatulistiwa sebagai sundial tertinggi di dunia.

Pada lahan di sekitar sundial tugu akan dibangun sundial berukuran kecil sebanyak 17 buah. Angka 17 dan 71 diambil dari angka kelahiran Kota Pontianak. Untuk memperkuat ikon Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa juga akan dibangun Twin Solar Telescope, Museum Galeri, Science Centre, kawasan komersial, Amphiteater, dan Convention di kawasan tugu tersebut.

sumber : http://sangatuniksekali.blogspot.com/2012/05/proyek-proyek-indonesia-yang-bikin.html

Objek Tujuan Wisata di Jakarta

Objek tujuan Wisata DKI Jakarta

Museum Jakarta
Museum Nasional berawal dari pendirian suatu himpunan Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (BG), oleh Pemerintah Hindia Belanda pada 24 April 1778. Pada masa itu di Eropa tengah terjadi revolusi intelektual (the Age of Enlightenment) yang ditandai perkembangan pemikiran-pemikiran ilmiah dan ilmu pengetahuan. Pada 1752 di Haarlem, Belanda berdiri De Hollandsche Maatschappij der Wetenschappen (Perkumpulan Ilmiah Belanda). Hal ini mendorong orang-orang Belanda di Batavia (Indonesia) untuk mendirikan organisasi sejenis.

BG merupakan lembaga independen, untuk tujuan memajukan penetitian dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang-bidang ilmu biologi, fisika, arkeologi, kesusastraan, etnologi, dan sejarah. Selain itu BG menerbitkan berbagai hasil penelitian. Lembaga ini mempunyai semboyan "Ten Nutte van het Algemeen" (Untuk Kepentingan Masyarakat Umum).

Salah seorang pendiri lembaga ini, JCM Radermacher, menyumbangkan sebuah rumah miliknya di Jalan Kalibesar, suatu kawasan perdagangan di Jakarta-Kota. Dia juga menyumbangkan sejumlah koleksi benda budaya dan buku yang amat berguna. Sumbangan Radermacher inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya museum dan perpustakaan.


tampak museum sebelum Renovasi


tampak museum setelah Renovasi
Selama masa pemerintahan Inggris di Jawa (1811-1816), Letnan Gubernur Sir Thomas Stamford Raffles menjadi direktur perkumpulan ini. Oleh karena rumah di Kalibesar sudah penuh dengan koleksi, Raffles memerintahkan pembangunan gedung baru untuk digunakan sebagai museum dan ruang pertemuan untuk Literary Society (dulu disebut gedung "Societeit de Harmonie"). Bangunan ini berlokasi di Jalan Majapahit nomor 3. Sekarang di tempat ini berdiri kompleks gedung Sekretariat Negara, di dekat Istana Kepresidenan.

Jumlah koleksi milik BG terus neningkat hingga museum di Jalan Majapahit tidak dapat lagi menampung koleksinya. Pada 1862 pemerintah Hindia-Belanda memutuskan untuk membangun sebuah gedung museum baru di lokasi yang sekarang, yaitu Jalan Medan Merdeka Barat No. 12 (dulu disebut Koningsplein West). Tanahnya meliputi area yang kemudian di atasnya dibangun gedung Rechst Hogeschool atau "Sekolah Tinggi Hukum" (pernah dipakai untuk markas Kenpetai di masa pendudukan Jepang, sekarang Kementerian Pertahanan dan Keamanan). Gedung museum ini dibuka untuk umum pada 1868.

Museum ini sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia, khususnya penduduk Jakarta. Mereka menyebutnya "Gedung Gajah" atau "Museum Gajah" karena di halaman depan museum terdapat sebuah patung gajah perunggu hadiah dari Raja Chulalongkorn (Rama V) dari Thailand yang pernah berkunjung ke museum pada 1871. Kadang kala disebut juga "Gedung Arca" karena di dalam gedung memang banyak tersimpan berbagai jenis dan bentuk arca yang berasal dari berbagai periode sejarah.
Pada 1923 perkumpulan ini memperoleh gelar "koninklijk" karena jasanya dalam bidang ilmiah dan proyek pemerintah sehingga lengkapnya menjadi Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen (KBG). Pada 26 Januari 1950 KBGdiubah namanya menjadi Lembaga Kebudayaan Indonesia. Perubahan ini disesuaikan dengan kondisi waktu itu, sebagaimana tercermin dalam semboyan barunya: "memajukan ilmu-ilmu kebudayaan yang berfaedah untuk meningkatkan pengetahuan tentang kepulauan Indonesia dan negeri-negeri sekitarnya".

Mengingat pentingnya museum ini bagi bangsa Indonesia maka pada 17 September 1962 Lembaga Kebudayaan Indonesia menyerahkan pengelolaan museum kepada pemerintah Indonesia, yang kemudian menjadi Museum Pusat. Akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, No.092/0/1979 tertanggal 28 Mei 1979, Museum Pusat ditingkatkan statusnya menjadi Museum Nasional.

Kini Museum Nasional bernaung di bawah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. Museum Nasional mempunyai visi yang mengacu kepada visi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, yaitu "Terwujudnya Museum Nasional sebagai pusat informasi budaya dan pariwisata yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa, meningkatkan peradaban dan kebanggaan terhadap kebudayaan nasional, serta memperkokoh persatuan dan persahabatan antarbangsa".
Alamat

Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta 10110
Telepon +62 21 386-8172

Jam Buka
Selasa - Kamis
08.30 - 14.30
Jumat
08.30 - 11.30
Sabtu
08.30 - 13.30
Minggu
08.30 - 14.30
Senin & Hari Libur Nasional
Tutup
Dewasa
Rp 5000 (Perorangan)
Rp 3000 (Rombongan)
Anak-anak
Rp 2000 (Perorangan)
Rp 1000 (Rombongan)
Turis
Rp 10.000

Monumen Nasional

monas pagi hari


monas senja hari


monas di malam hari
Monas mulai dibangun pada bulan Agustus 1959. Keseluruhan bangunan Monas dirancang oleh para arsitek Indonesia yaitu Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno. Pada tanggal 17 Agustus 1961, Monas diresmikan oleh Presiden Soekarno. Dan mulai dibuka untuk umum sejak tanggal 12 Juli 1975.

Sedangkan wilayah taman hutan kota di sekitar Monas dahulu dikenal dengan nama Lapangan Gambir. Kemudian sempat berubah nama beberapa kali menjadi Lapangan Ikada, Lapangan Merdeka, Lapangan Monas dan kemudian menjadi Taman Monas.