Home » » Kunonya Tata Cahaya Bali

Kunonya Tata Cahaya Bali



Bali yang merupakan daerah tujuan wisata internasional justru masih jauh tertinggal. Tata kota di Bali sejauh ini masih jauh tertinggal, terutama dalam hal tata penerangan, bahkan jika dibandingkan dengan Laos. Padahal, Laos sangat jauh tertinggal dalam hal industri pariwisata.

Padahal dalam industri pariwisata, orang mau datang ke suatu tempat kalau nyaman dan aman. Salah satu aspek keamanan itu adalah penerangan. Tapi kalau terang tanpa keindahan, juga bosan.

Tapi Bali memiliki potensi dan tantangan kota yang begitu besar. Tidak semua daerah seberuntung Bali. Bali sudah cukup dikenal. Banyak potensi di Bali yang tak ada di tempat lain. Sayangnya, di Bali potensi itu kurang dioptimalkan secara penuh. Salah satu potensi yang belum dimaksimalkan Bali adalah terkait pencahayaan di ruang-ruang publik dan obyek wisata. Lantaran minimnya pencahayaan, obyek wisata di Bali hanya bisa dinikmati kala matahari terbit dan menjelang terbenam saja.

Ketika matahari sudah tenggelam, tak bisa dinikmati lagi. Padahal kalau itu dikelola dengan baik, bisa menambah keuntungan untuk Bali. Lihatlah di sepanjang kawasan Legian hingga Seminyak, Kuta, suasana hotel di Kuta, Pantai Kuta, Pantai Sanur, Jimbaran, Ubud, Candidasa, Bedugul, Tanah Lot, Uluwatu, Lovina dan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Pencahayaan memang bukan solusi persoalan pariwisata, tapi cukup dominan mendukung industri pariwisata. Saya optimis Bali bisa lebih booming dari sekarang jika pencahayaan ini dioptimalkan. son edisi 1650

0 comments:

Posting Komentar