Home » , , » Waduk Sermo, Tuan Rumah Festival Reog dan Jathilan

Waduk Sermo, Tuan Rumah Festival Reog dan Jathilan


Kadinas Kebudayaan Pariwisata Kulonprogo Eko Wisnu memberikan keterangan Festival Reog dan Jathilan

WATES (KR radio) Dinas Kebudayaan Pariwisata kabupaten Kulonprogo dan Dinas Pariwisata DIY akan menggelar Festival Reog dan Jathilan, yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 Juni 2012 jam 09.00 di pelataran Obyek Wisata Waduk Sermo, Kulonprogo.

Festival Reog dan Jathilan di Kulonprogo ini merupakan agenda kegiatan wisata yang sudah rutin tiap tahun di gelar Dinas Pariwisata DIY dan yang ketiga kalinya. Event serupa, sebelumnya sudah diselenggarakan di Kota Yogyakarta dan Kaliurang, Sleman, dan rencananya tahun depan akan diselenggarakan di Gunungkidul.

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Ir. Heri Lancono, CES, ketika ditemui wartawan, selasa (29/5), menjelaskan bahwa festival kali ini mengambil tema "Pengembangan Kesenian Tradisional sebagai Aset Wisata Budaya yang Berpijak pada Kearifan Lokal", dan bertujuan untuk mempromosikan nilai seni tradisi sebagai salah satu aset budaya bangsa, memberikan tradisi kesenian sebagai sajian pariwisata dan memberikan wadah berekspresi dan berkreasi pelaku seni budaya sehingga diharapkan mampu mengembangkannya.

Menurut Muh. Haliem, SH, Kepala Seksi Analisa Pasar Dinas Pariwisata DIY, kegiatan ini akan diikuti oleh 12 peserta perwakilan kabupaten/ kota se DIY, yang terdiri dari 6 peserta reog dan 6 peserta jathilan.
Dalam festival tersebut, 3 kelompok reog dan 2 kelompok jathilan dari Kulonprogo akan ikut berpartisipasi, yaitu reog Eko Karti Budhoyo, reog Sekar Budhoyo, reog Sekar Arum, jathilan Turonggo Mudho Susilo, dan jathilan Laras Mudo Budoyo.

Heri menambahkan bahwa juara I hingga juara harapan III akan mendapatkan trophy, piagam, dan uang pembinaan antara Rp 5 juta hingga Rp 2 juta. Dalam festival tersebut unsur yang dinilai terdiri dari kesesuaian tema, kreatifitas, nilai edukasi, penyajian, atraktif, dan keselarasan. Waktu penyajian 20 menit dengan toleransi 5 menit, personel maksimal 30 orang termasuk pengrawit. Tim juri berasal dari pakar seni UNY, ISI, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY, dan Dinas Pariwisata Provinsi DIY.

Selain festival, Disbudpar DIY juga bekerja sama menyelenggarakan jelajah wisata alam yang akan diselenggarakan pada hari Minggu, 8 Juli 2012 di Pantai Glagah Indah, Kulonprogo.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata kabupaten Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana, S.E menjelaskan bahwa jelajah wisata tersebut terbuka untuk umum dan bertujuan mengenalkan obyek wisata di Kulonprogo yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan juga memiliki ciri khas yang unik dan belum dikenal oleh khalayak ramai.

Haliem mengatakan bahwa pendaftaran akan dibuka dari tanggal 7 Mei sampai dengan 7 Juli 2012. Sedangkan pesrta untuk umum perorangan dengan biaya pendaftaran Rp 25 ribu. Peserta akan mendapatkan fasilitas snack, kaos, undian doorprize dan asuransi. "Peserta dalam jelajah wisata alam 2012 ini kita targetkan 2500 peserta, dan saya yakin itu akan tercapai, karena pengalaman tahun-tahun yang lalu peserta selalu melebihi target. Peserta boleh berasal dari DIY maupun luar DIY karena kegiatan ini ditujukan untuk masyarakat umum, baik pelajar, mahasiswa, maupun para pecinta alam,"tutur Haliem.

Peserta akan menempuh jarak sekitar 6,5 km dengan start dan finish di dermaga wisata Pantai Glagah mulai pukul 08.00 WIB. Jalur wisata trekking tersebut berupa jalan desa, jalan setapak, melalui pekarangan dan lahan pertanian pantai di sepanjang Pantai Glagah. Panitia menyediakan hadiah, yaitu 2 unit sepeda motor, 4 unit sepeda gunung, 4 unit TV 21", 6 handphone, 4 DVD player, dan 6 buah kipas angin. Bagi masyarakat yang berminat bisa mendaftar di Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Tourist Information Center (Malioboro) dan Dinas Pariwisata DIY.

Eko Wisnu juga mengajak pada para pengrajin ataupun masyarakat Kulonprogo supaya memanfaatkan event-event pariwisata untuk menjual produk khas Kulonprogo, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan memperkenalkan ciri khas Kulonprogo pada masyarakat luar DIY. (dani wibisono)

0 comments:

Posting Komentar